Tag Archives: arsitek pesantren

Gedung Kelas Bergaya Mediteran di Ponorogo

Luas bangunan : 1317 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Putri Ponorogo
Tahun 2022

1. Gedung Pendidikan Al-Kautsar 2 (GEDUNG-ZAENAB2.jpg)
– Bangunan ini mengusung konsep “Luminous Islamic Modernism”, yang menonjolkan kecerahan dan pertumbuhan.
– Vibrant Identity: Penggunaan warna hijau limau (lime green) yang dominan melambangkan kesegaran, pertumbuhan, dan energi muda yang positif di lingkungan pendidikan.
– Vertical Ornamentation: Panel dekoratif laser-cut bermotif bintang geometris yang menjulang vertikal memberikan aksen estetika Islami sekaligus mempertegas ketinggian gedung.
– Efficient Multistory: Struktur empat lantai dengan koridor terbuka memastikan kapasitas ruang kelas yang maksimal dengan sirkulasi udara yang lancar bagi para siswa.

Tampak Depan
Tampak Depan
Tampak Samping
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK WA: 0811-3057-880

Masjid Klasik Bernuansa Timur Tengah di Bandung

Luas bangunan : 886 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Al Hilal Bandung
Tahun 2022

1. Lengkungan Ablaq (Arch of Harmony):
Ciri khas yang paling menonjol adalah penggunaan lengkungan tapal kuda (horseshoe arch) dengan pola selang-seling warna (teknik Ablaq). Pola ini tidak hanya berfungsi secara struktural, tetapi juga melambangkan harmoni dan keragaman dalam persatuan umat.
2. Fasad Mashrabiya & Geometris:
Penggunaan ornamen bintang delapan dan pola kisi-kisi pada jendela atas berfungsi sebagai elemen dekoratif sekaligus pengatur cahaya matahari yang masuk, menciptakan permainan bayangan yang puitis di dalam ruang utama.
3. Kaligrafi sebagai Mahkota:
Penempatan aksen kaligrafi tepat di atas gerbang utama memberikan identitas spiritual yang kuat, mengingatkan setiap pengunjung pada keagungan Sang Pencipta sebelum memasuki ruang suci.

Tampak Depan

4. Palet Warna Tanah & Keemasan:
Kombinasi warna krem dari material batu alam, cokelat tua pada dasar bangunan, serta aksen emas pada pilar, menciptakan kesan yang “membumi” namun tetap mewah (luxurious yet grounded).
5. Ritme Pilar yang Statis:
Barisan pilar yang berulang di area teras memberikan kesan kedalaman (depth) dan ruang transisi yang tenang antara dunia luar dengan area shalat, memberikan waktu bagi jamaah untuk menyiapkan hati.

Tampak Depan
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK CP/WA : 0811-3057-880

Gerbang Utama PP Walisongo Ngabar Putri

Luas bangunan : – m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Putri Ponorogo
Tahun 2021

Desain gerbang Pondok Pesantren Ngabar Putri ini tampil berani dengan pendekatan arsitektur kontemporer metaforis. Gerbang ini tidak hanya berfungsi sebagai pembatas fisik, tetapi juga sebagai simbol transisi menuju dunia pendidikan yang modern namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman.

Poin-Poin Utama Konsep:
1. Metafora “Bambu dan Pertumbuhan”:
Elemen vertikal berwarna hijau yang menyerupai batang bambu di sisi kiri dan kanan melambangkan proses pertumbuhan para santriwati. Bambu dikenal sebagai tanaman yang memiliki akar kuat namun tetap fleksibel, mencerminkan karakter santri yang teguh prinsip tetapi adaptif terhadap perubahan zaman.
2. Struktur Atap Melengkung yang Dinamis :
Bentuk lengkungan putih raksasa yang saling bersilangan (cross-arch) menciptakan kesan futuristik dan dinamis. Lengkungan ini melambangkan keterbukaan wawasan dan perlindungan bagi siapa pun yang menuntut ilmu di dalamnya. Bentuk ini juga memberikan vocal point yang sangat kuat secara visual.
3. Palet Warna “Eco-Islamic”:
Dominasi warna hijau limau dan putih menciptakan kesan segar, bersih, dan asri. Warna hijau secara tradisional identik dengan Islam dan alam, sementara putih melambangkan kesucian niat dalam belajar.

Tampak Depan

4. Integrasi Ornamen Geometris dan Floral:
Pada dinding pagar, terdapat panel cutting laser dengan pola floral dan lengkungan khas arsitektur Islam. Perpaduan ini memberikan sentuhan feminin yang elegan, selaras dengan identitas pondok “Putri”, sekaligus menjaga kesinambungan dengan desain gedung utama di latar belakang.
5. Tipografi yang Megah:
Penempatan tulisan “NGABAR PUTRI” dengan warna emas di atas lengkungan utama memberikan penegasan identitas yang prestisius. Warna emas dipilih untuk memberikan kesan kemuliaan ilmu pengetahuan.
6. Lanskap Tropis yang Harmonis:
Kehadiran tanaman perdu dan pohon palem di sekitar struktur gerbang melembutkan kesan kaku dari beton dan besi, menciptakan lingkungan masuk yang ramah (welcoming) dan menyejukkan mata.

Tampak Samping
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK CP/WA : 0811-3057-880

Gedung Asrama Pondok Pesantren di Ponorogo

Luas bangunan : 1018 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Tahun 2020

1. Filosofi Fasad: Luminous Integrity
Warna hijau muda yang dominan melambangkan kesegaran, pertumbuhan, dan ketenangan jiwa. Dikombinasikan dengan panel putih bersih, fasad ini mencerminkan integritas santri yang haus akan ilmu namun tetap berpijak pada kesucian hati.
2. Ornamen Mashrabiya Modern
Penggunaan panel vertikal bermotif geometris islami (Islamic pattern) bukan sekadar dekorasi, melainkan berfungsi sebagai:
– Second Skin: Melindungi bangunan dari panas matahari langsung tanpa menutup sirkulasi udara.
– Privasi: Menjaga area balkon santri agar tetap privat namun tetap terlihat estetis dari luar.
– Identitas: Menegaskan karakter religius melalui detail ornamen yang repetitif dan presisi.

Tampak Depan

3. Tipografi sebagai Landmark
Tulisan “MADINAH” yang besar di bagian tengah bukan hanya penanda nama gedung, tetapi simbol doa. Madinah bermakna “Kota”, merujuk pada pusat peradaban Islam. Penempatannya yang sentral menjadikannya titik fokus (vocal point) yang membanggakan bagi penghuninya.
4. Sirkulasi dan Keterbukaan
Desain ini mengutamakan Open Corridor System, di mana setiap lantai memiliki selasar terbuka. Hal ini memastikan:
– Cross Ventilation: Udara alami masuk dengan bebas ke setiap kamar, menciptakan lingkungan belajar yang sehat.
– Konektivitas Sosial: Ruang selasar memungkinkan interaksi antar santri terjalin lebih erat secara visual maupun sosial.
5. Struktur Kokoh dan Berulang
Penggunaan kolom-kolom vertikal yang tegas memberikan kesan Wibawa dan Stabilitas. Repetisi (pengulangan) elemen arsitektur dari ujung ke ujung menciptakan harmoni dan keteraturan, mencerminkan kedisiplinan hidup di dalam pondok pesantren.

Tampak Depan
Tampak Mata Burung
Tampak Depan
Tampak Depan

Asrama Putri Siti Hajar 2 – PP Walisongo Ngabar

Client : Yayasan Majlisu Riyasatil Ma’had
Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar
Lokasi : Ngabar Kab. Ponorogo Jawa Timur
Tahun : 2016
Ukuran Lantai Dasar : 13 x 40 m (3 lantai)

1. Filosofi Desain
“Kesucian Karakter, Keteguhan Iman”
Bangunan ini dirancang untuk merepresentasikan sebuah wadah pendidikan bagi santriwati yang menjunjung tinggi akhlakul karimah dan kejernihan ilmu.
– Fasad Lengkungan Runcing (Pointed Arches): Bentuk lengkungan yang mengerucut ke atas melambangkan arah ketaatan dan doa yang terus dipanjatkan vertikal kepada Allah SWT (Hablum Minallah).
– Simbolisme Warna Hijau Terang: Mewakili kehidupan, kedamaian, kesegaran berpikir, dan keteduhan spiritual yang menjadi ciri khas lingkungan pesantren Nusantara.

2. Konsep Arsitektur
a. Modern Neo-Islamic Architecture
Bangunan ini mengambil pakem estetika arsitektur Islam klasik namun dieksekusi dengan garis-garis geometris modern yang bersih dan tegas.
– Gubahan Pengulangan (Rhythm of Arches): Pengulangan modul lengkungan di sepanjang fasad memberikan kesan bangunan yang monumental, anggun, dan berwibawa.
– Ornamen Krawangan (Geometric Mashrabiya): Panel bermotif geometri Islam di kedua sayap gedung bertindak sebagai ventilasi udara alami sekaligus perisai privasi bagi santriwati (hijab arsitektural).

b. Privasi dan Kenyamanan Berasrama (Privacy & Safety)
Sebagai asrama putri, desain bangunan sangat memperhatikan batas-batas privasi internal.
– Koridor Terbuka Lebar (Deep Verandas): Koridor di setiap lantai ditarik agak menjorok ke dalam dari muka bangunan. Hal ini berfungsi ganda: menghalau tampias hujan tropis dan terik matahari, serta melindungi pandangan luar langsung ke dalam area kamar tidur santriwati.
– Kaligrafi pada Fasad Dalam: Penempatan kaligrafi kufi/tsuluts di dinding dalam koridor memberikan pengingat zikir harian yang melekat secara visual bagi para penghuni.
c. Fungsionalitas Tropis Hemat Energi
Ventilasi Silang (Cross Ventilation): Bukaan arch yang tinggi dan kisi-kisi vertikal putih di sudut-sudut bangunan memaksimalkan sirkulasi udara bebas, menjaga kelembapan ruangan tanpa bergantung penuh pada pendingin udara buatan.

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Masjid Pesantren Walisongo Ngabar – Ponorogo

Client : Yayasan Majlisu Riyasatil Ma’had
Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar
Lokasi : Ngabar Kab. Ponorogo Jawa Timur
Tahun : 2016

Ukuran Dasar : 18 x 45 m
Luas Bangunan Masjid : 1.279 m2
Luas Area Sholat : 1.015 m2
Kapasitas Jemaah : 1.400 jemaah
Tinggi Masjid hingga Kubah : 18 m
Diameter Kubah Utama : 14 m
Diameter Kubah Anak : 5 m

Konsep Desain Masjid merupakan Perpaduan antara Modern dan Timur Tengah
Sirip-sirip lengkung pada samping masjid yang berfungsi untuk menahan tampias air hujan dan menyaring sinar matahari

LOKASI, LAMBANG & SEJARAH

Pondok Pesantren Wali Songo ini terletak di desa Ngabar, kecamatan Siman, kabupaten Ponorogo provinsi Jawa Timur, pada kilometer tujuh arah selatan pusat kabupaten Ponorogo. Pemilihan Wali Songo sebagai nama pondok ini bukan tanpa alasan. Para wali dianggap berjasa besar dalam penyebaran agama Islam khusus di pulau Jawa. Perjuangan para wali ini sangat berkesan di hati pendiri Pondok Ngabar hingga memberi nama Wali Songo. Nama itu juga didorong dua hal. Pertama, keinginan mengingat jasa-jasa para wali dalam bidang dakwah Islam di Indonesia. Kedua, keinginan mewarisi sekaligus meneruskan semangat dan usaha para wali dalam menyebarluaskan ajaran agama Islam. Selain itu, kebetulan santri pertama yang datang ke pesantren ini ada sembilan orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Lambang PP Walisongo Ngabar
Desain Masjid dan Plaza Ngabar

KONSEP & FILOSOFI DESAIN

Masjid ini memiliki konsep arsitektur Mediteran (Gaya Timur Tengah) dengan sedikit ada sentuhan modern. Bentuk simetris tengah dengan profil dan lengkungan, dengan dominasi kerawang motif Islam, menjadi ciri yang khas. Penggunaan material terbaru (tren), mulai dari luar hingga dalam sebagai respons dari perkembangan zaman, mewarisi ciri dakwah Wali Songo yang senantiasa menyesuaikan diri dengan kultur dan budaya masyarakat pada zamannya.

Untuk menguatkan konsep mediteran, warna masjid dibuat dominan krem muda, kuning, coklat, dengan aksentuasi emas di beberapa tempat, termasuk warna kubah. Bagian depan tengah masjid tertera lafadz Allah dengan ukuran cukup besar dengan cahaya yang memancar di sekelilingnya. Lafadz ini akan terlihat jelas di malam hari. Lafadz Allah sebagai focus point masjid ini sebagai perlambang bahwa segala niat, gerak, dan tujuan adalah semata-mata karena Allah dan untuk Allah.

Melalui permainan pencahayaan, Masjid ini lebih hidup di waktu Shubuh, Petang dan Malam hari karena pada saat-saat itulah banyak diadakan kegiatan-kegiatan pondok, baik dilakukan di dalam masjid maupun di pelataran depan masjid.

Suasana masjid akan lebih dramastis pada malam hari, dikarenakan malam hari merupakan puncak kegiatan santri.

KONSEP WALISONGO

Ukuran dasar masjid adalah sekitar 18 x 45 m. Angka 18 m (lebar masjid) jika dijumlah (1 + 8 = 9). Demikian juga panjang 45 m (4 + 5 = 9 m). Ketinggian Lantai 1 ke Lantai 2 adalah 4,5 m. Ketinggian Lantai 2 ke Lantai atap juga 4,5 m. Jika dijumlahkan 4,5 + 4,5 = 9 m. Demikian juga tinggi kubah berikut leher kubah sekitar 9 m. Jadi tinggi total masjid dari lantai dasar masjid adalah 9 + 9 = 18 m. Jika angka 1 dan 8 dijumlah akan ketemu angka 9. Bagian depan masjid tedapat portal lengkung vertikal, mirip huruf V terbalik yang berjumlah 8. Ditambah dengan portal tengah masjid, maka jumlahnya adalah 9.

Tampak Depan Masjid. Ke-9 Profil yang membingkai kerawang ataupun kaca mencerminkan makna Walisongo

Lampu Gantung di bawah kubah memiliki 2 tingkat. Masing-masing tingkatan memiliki lengan lampu. Tingkat bagian atas memiliki 9 lengan dan lampu, sedangkan tingkat bawah memiliki 18 lengan dan lampu (1 dan 8 jika dijumlahkan 9)

Lampu Gantung bawah kubah yang melambangkan walisongo

KONSEP INKLUSIF

Pesantren Walisongo Ngabar adalah lembaga pendidikan yang mengambil konsep Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Yang artinya bahwa Islam diturunkan oleh Allah sebagai rahmat bagi semua manusia dan seluruh alam semesta. Islam tidak hanya untuk golongan tertentu saja. Konsep dakwah inklusif inilah yang dibawa oleh Wali Songo pada zamannya. Hal ini tercermin pada konsep masjid terbuka tanpa pintu dan jendela. Konsep masjid terbuka seperti ini masuk akal karena konstektual dengan lokasinya yang berada di tengah pesantren, sehingga keamanan terjamin dan debu sangat minim karena jauh dari jalan raya.

Foto seorang jemaah di lantai 2 masjid dengan latar belang kerawang GRC sebagai dinding, sekaligus jendela masjid ini.

ENVIRONMENTALLY FRIENDLY BUILDING

Bangunan masjid ini menggunakan konsep bangunan ramah lingkungan karena mengurangi pemakaian AC (penyebab berkurangnya lapisan ozon), juga mengurangi pemakaian lampu pada siang hari. Konsep dinding kerawang GRC yang berlubang, memungkinkan terjadinya ventilasi silang (cross ventilation) dan sinar alami yang masuk lembut tersaring sehingga berpengaruh besar terhadap kenyamanan jemaah dan pengguna di dalamnya.

KONSEP IMAM, SAF & MIHRAB

Foto Masjid Walisongo Ngabar pertama kali digunakan untuk sholat Jum’at pada tanggal 18 Mei 2018

IMAM
Tidak seperti lazimnya, masjid ini tidak menyediakan ruangan Imam secara khusus. Namun kedudukan Imam ikut menyatu bersama ma’mum. Ada 3 alasan mengapa desain dibuat demikian. Yang pertama, Imam akan mudah mengatur saf ma’mum karena semuanya terlihat bahkan yang di pojok/ ujung, Yang kedua, khotib terlihat dari semua arah, bahkan oleh ma’mum di pojok depan. Yang ketiga adalah makna Islam bahwa Allah tidak memandang seseorang dikarenakan kedudukan dan jabatannya. Semua manusia di hadapan Allah sama, yang membedakan hanya ketakwaannya.

Saf pertama dan kedua masjid.

SHAF
Shaf pertama, kedua dan ketiga musti dibuat paling nyaman (pencahayaan & sirkulasi udara), paling lebar (jarak dengan dinding depannya), paling empuk (karpetnya), paling enak suara sound sistemnya, juga paling banyak fasilitasnya (ada ruang lebih di depan untuk menaruh barang). Hal ini karena Shaf pertama adalah shaf yang paling utama kedudukannya, baik di mata manusia, lebih lagi di mata Allah.

“Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari 580)

Desain Interior Mihrab

MIHRAB
Mihrab merupakan salah satu terpenting dari sebuah masjid. Desain Mihrab masjid ini dilambangkan dengan Ka’bah, yang juga merupakan lambang/ logo dari Pondok Pesantren Walisongo Ngabar. Background mihrab berwarna gelap (coklat tua) melambangkan malam hari. Lalu garis-garis vertikal acak menggambarkan hujan. Ka’bah menggambarkan kiblat ibadah, sedangkan cahaya yang mengelilinginya menggambarkan nur hidayah Allah. Lafadz Allah dan Muhammad menggambarkan syahadat, juga sebagai ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam. Di kanan kiri mihrab terdapat kerawang GRC yang berlafadz Assalamu’alaikum warohmatullahi barokatuh (Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah kepada kalian)

Jika dijabarkan seperti berikut:

“Islam turun pada zaman kegelapan (jahiliyah). Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya lah (digambarkan hujan), kemudian manusia mendapatkan nur hidayah (cahaya sekeliling ka’bah) yang akhirnya mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya iman. Iman tersebut kemudian yang membimbing manusia untuk beribadat kepada Alah (lambang ka’bah), juga menebar kasih sayang dan manfaat kepada sesama manusia (lafadz Assalamu’alaikum). Dengan demikian, manusia akan hidup mulia baik di dunia maupun di akhirat dengan naungan kebesaran dan kemuliaan Allah (dome berwarna emas di atas mihrab).”

Dome kubah berwarna emas yang menggambarkan naungan kebesaran dan kemuliaan Allah
Progress 45 % Pembangunan Masjid Ngabar
Tempat Wudhu Masjid Walisongo Ngabar. Langit-langit yang menggambarkan dinamika pendidikan dan semangat baru dalam perubahan menuju yang lebih baik
Lantai 2 Masjid
Masjid saat ada acara Syukuran Peresmian Pertama
Suasana Depan Masjid saat Shubuh
Suasana malam hari
View dari belakang masjid
Ayat kursi di leher kubah. Ayat-ayat yang menerangkan kebesaran Allah.

MULTI DESAIN ARSITEK 2016 – 0811-3057-880

Tags : desain masjid, desain pesantren, arsitektur masjid, arsitektur pesantren, masjid pesantren, pesantren ponorogo, pesantren walisongo ngabar, konsep pesantren, konsep desain masjid, tampak depan masjid, arsitek madiun, arsitek ponorogo, arsitek ngawi, arsitek magetan, arsitek solo, arsitek malang, arsitek surabaya, mosque design, islamic boarding school, mosque in ponorogo, indonesian architect

Asrama Putra Sunan Ampel PP Walisongo Ngabar

Client : Yayasan Majlisu Riyasatil Ma’had
Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar
Lokasi : Ngabar Kab. Ponorogo Jawa Timur
Tahun : 2016

Ukuran Lantai Dasar : 12 x 68 m

View Mata Burung
Perspektif Tampak Depan
Hasil jadi setelah pembangunan. Tahap 1 dibangun separuh dulu dengan penyesuaian warna cat dengan warna khas pondok
Konsep mediteran dengan perubahan pada warna tampak depan, menyesuaikan dengan bangunan sekitarnya
Suasana Pagi Hari mengawali kegiatan santri
Bangunan ini memiliki struktur 3 lantai. Walaupun saat ini masih 2 lantai tapi sudah siap untuk penambahan secara vertikal
Selasar di Lantai 2
Suasang Selasar pada pagi hari

Dapur Umum Pesantren Walisongo Ngabar

Client: PP Walisongo Ngabar
Luas : 175 m2
Tahun : 2017

View Tampak Depan
View Tampak Depan
View Mata Burung
Interior Dapur
Interior Dapur
Interior Dapur
menggunakan nama Ngabar Food. Diharapkan dari dapur ini, selain bisa memenuhi kebutuhan konsumsi semua santri dan ustadz. Juga sebagai pusat produksi makanan catering dan jajanan untuk kegiatan-kegiatan di pondok.
Konsep tampak depan yang minimalis dan simple. Dapur seluas 213 m2 ini memiliki lebih dari 10 orang juru masak
Bagian dalam dapur yang harus melayani sekitar 2000 orang, makan pagi, siang dan malam
Bentuk dan ukuran Pprabotan dapur masih menyesuaikan dengan sumber daya manusia nya yang rata-rata ibu-ibu yang sudah berumur