Tag Archives: kontraktor madiun ponorogo

Gedung Kelas Al-Azhar. Pesantren Walisongo Ngabar

Luas bangunan : 1632 m2
Lokasi : Ponpes Walisongo Ngabar – Kabupaten Ponorogo
Tahun 2023

Bangunan ini mengusung konsep “Modern-Futuristic Connectivity” dengan sentuhan arsitektur biomimikri yang sangat kuat. Desainnya bukan sekadar estetika, tapi juga bercerita tentang filosofi pendidikan yang dinamis.
Bangunan Al Azhar mereprentasikan pondok pesantren Walisongo Ngabar sebagai pondok pesantren modern. Konsep desain bergaya modern kontemporer. Garis-garis horizontal pada bagian belakang dan gerbang depan berbahan ACP (aluminium composite panel) yg asimetris, menggambarkan dinamika, efisiensi, dan kecepatan sebagai ciri era revolusi industri 4.0.
Perubahan yg radikal akibat banyaknya terobosan teknologi mulai robotika, AI hingga nano teknologi dan aerospace. Diharapkan wajah baru Al Azhar menjadi semangat baru para santri, asatidz, alumni untuk berkarya, memiliki daya saing di era digital yg tumbuh dg cepat saat ini, memiliki jiwa kepemimpinan dan akhlakul karimah. Bentuk sarang lebah pada tampak depan bangunan, menggambarkan Gedung Al Azhar sebagai tempat digodoknya para santri yg kelak akan bermanfaat, bukan hanya untuk manusia namun juga seluruh makhluk Allah dan alam semesta.

1. Filosofi Fasad: The Golden Hive (Sarang Lebah)
Penggunaan motif hexagonal (segi enam) yang dominan terinspirasi dari struktur sarang lebah. Dalam dunia pendidikan ini melambangkan:
a. Kolaborasi & Kerja Keras: Lebah dikenal sebagai makhluk yang bekerja sama secara harmonis untuk membangun
sesuatu yang besar.
b. Efisiensi Ruang: Secara geometris, hexagon adalah bentuk paling efisien di alam semesta untuk menyimpan
kekuatan dan ruang.
c. Keberagaman yang Terpadu: Kombinasi warna kuning, abu-abu, dan putih menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang
siswa dapat membentuk satu kesatuan yang indah.
2. Karakter Visual: Kontemporer & Enerjik
Warna kuning cerah yang dipadukan dengan hitam/abu-abu gelap memberikan kesan psikologis yang kuat:
a. Kuning: Menstimulasi kreativitas, optimisme, dan semangat belajar bagi para siswa.
b. Hitam/Abu: Memberikan kesan kokoh, modern, dan profesional sebagai penyeimbang visual agar gedung tetap terlihat
elegan.
3. Aksen Arsitektural: Portal Hijau yang Ikonik
Pintu masuk utama berbentuk portal miring berwarna hijau limau berfungsi sebagai:
a. Vocal Point: Mengarahkan pandangan secara instan ke area akses utama.
b. Simbol Pertumbuhan: Warna hijau melambangkan kehidupan, pertumbuhan intelektual, dan kesegaran pikiran
(freshmind).
c. Dinamisme: Bentuk yang asimetris memberikan kesan bahwa sekolah ini adalah institusi yang adaptif terhadap
perubahan zaman.
4. Struktur & Fungsi
Atap Flat Lebar: Memberikan kesan “sleek” dan modern, sekaligus berfungsi sebagai pelindung fasad dari cuaca tropis (panas dan hujan).
Jendela Berbingkai Kuning: Penempatan jendela yang teratur memastikan pencahayaan alami masuk ke ruang kelas secara maksimal, mendukung konsep gedung hemat energi.

Tampak Depan 1
Tampak Depan 2
Tampak Belakang 1
Tampak Belakang 2
Perspektif Mata Burung 1
Perspektif Mata Burung 2
Tampak Depan
Tampak Depan
Tampak Samping
Tampak Samping
Tampak Belakang & Samping
Tampak Belakang & Samping

Kontak/WA Desain & Bangun Hub. 0811-3057-880

Desain Kos-kosan bergaya Tropis Natural Kontemporer

Luas bangunan : 511 m2
Lokasi : Surakarta / Solo
Tahun 2023

1. Filosofi: “The Breathing Red Box”
Desain ini tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga keberlanjutan dan kenyamanan penghuninya.
– Bata Merah (Kehangatan & Membumi): Penggunaan bata merah tanpa plester melambangkan kejujuran material dan sifat yang
membumi. Warna terakota memberikan kesan hangat dan homey, sangat cocok untuk fungsi kos agar penghuni merasa seperti
rumah sendiri.
– Soliditas dan Privasi : Bentuk kotak yang masif memberikan rasa aman dan terlindungi. Di tengah lingkungan perkotaan
yang bising, bangunan ini berdiri sebagai benteng pribadi yang tenang bagi para penghuninya.
– Kehidupan dalam Keteraturan: Susunan bata yang repetitif melambangkan keteraturan dan kedisiplinan, namun hadirnya
tanaman hijau yang merambat memberikan sentuhan kehidupan dan fleksibilitas.

2. Konsep Arsitektur: “Contemporary Tropical Brick”
Secara teknis, bangunan ini mengadopsi prinsip arsitektur tropis modern yang cerdas. Sebuah bangunan yang menggunakan material lokal tradisional (bata merah) namun dikemas dengan teknik konstruksi dan estetika modern yang fungsional untuk memenuhi kebutuhan hunian vertikal yang sehat dan estetik.
A. Fasad Berpori
– Roster Bata Custom: Bagian tengah fasad menggunakan teknik susun bata berongga atau roster. Konsep ini berfungsi
sebagai ventilasi alami raksasa, memungkinkan udara mengalir masuk ke selasar dalam gedung sehingga area kos tetap
sejuk tanpa ketergantungan penuh pada AC.
– Permainan Cahaya: Pada siang hari, rongga bata menciptakan pola bayangan artistik di dalam ruangan. Pada malam hari,
cahaya lampu dari dalam yang menembus celah bata membuat bangunan tampak seperti lentera raksasa yang cantik.

Tampak Depan 1

B. Integrasi Alam
– Softscape pada Fasad: Penempatan tanaman menjuntai pada jendela-jendela kecil berfungsi sebagai filter udara alami
dan penyejuk visual. Warna hijau tanaman memberikan kontras yang sempurna terhadap warna merah bata.

Tampak Depan 2

C. Efisiensi Lahan dan Fungsi
– Konsep Stilt House (Rumah Panggung Modern): Lantai dasar dibiarkan terbuka sebagai area parkir yang luas dan
sirkulasi masuk kendaraan. Ini adalah solusi cerdas untuk memaksimalkan lahan terbatas di area perkotaan seperti
Solo.
– Privasi Jendela: Jendela dibuat tidak terlalu besar dan menjorok ke dalam (recessed window) untuk menjaga privasi
penghuni kamar agar tidak langsung terlihat dari jalan raya, sekaligus mengurangi panas matahari langsung.

Perspektif Mata Burung
Tampak Depan
Tampak Depan
Tampak Depan
Tampak Depan

Masjid Jami Darunnajah 2 Cipining Bogor

Luas bangunan : 4500 m2
Lokasi : Bogor
Tahun 2023

Desain masjid ini mengusung gaya arsitektur Islam Modern dengan sentuhan kontemporer. Hal ini mencerminkan sistem pendidikan modern yg diterapkan di ponpes ini. Yakni perpaduan kurikulum Kemenag, Kemendikbud, dan kurikulum lokal (pesantren).
Gerbang depan yang berbentuk seperti Ujung Pena, melambangkan ilmu pengetahuan, ketajaman berpikir, intelektualitas, dan kreativitas. Ujung pena yang tajam ke atas merepresentasikan optimisme, aspirasi tinggi, dan peran penting santri dalam menuliskan masa depan. 
Masjid ini dibuat terbuka tanpa AC, dengan menggunakan metode ventilasi silang untuk mendukung Eco Pesantren dengan menghemat energi secara signifikan. Atap yang tinggi serta pencahayaan alami, selaras dengan prinsip Green Mosque yang memaksimalkan efisiensi energi, mengurangi jejak karbon, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Struktur nya dibuat bentang lebar tanpa kolom satupun di tengah karena fungsinya selain sebagai tempat sholat, juga digunakan sebagai ruang pertemuan dan pengajian Akbar.

Filosofi Desain: “Gerbang Ilmu dan Cahaya”
Desain masjid ini tidak hanya berdiri sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol pusat peradaban dan pendidikan (Pondok Pesantren) yang kokoh namun terbuka.
1. Fasad Melengkung: Dekapan Ukhuwah
Bentuk fasad utama yang melengkung lebar (busur) melambangkan keterbukaan dan perlindungan. Ini menggambarkan bahwa
masjid adalah tempat yang inklusif, merangkul seluruh santri dan jemaah dalam satu dekapan ukhuwah islamiyah yang
hangat.
2. Menara Kembar: Keseimbangan Ilmu dan Amal
– Dua menara kokoh di sisi kanan dan kiri yang mengapit bangunan utama melambangkan keseimbangan (tawazun).
– Satu sisi merepresentasikan Ilmu Pengetahuan, dan sisi lainnya merepresentasikan Amal Ibadah.
– Kubah kecil di atas menara dengan aksen pola geometris emas menunjukkan bahwa ilmu dan amal harus selalu bermuara
pada kemuliaan nilai-nilai ketuhanan.
3. Deretan Lengkungan Geometris: Langkah Menuju Kesucian
Penggunaan pola lengkungan lancip yang repetitif pada dinding bangunan melambangkan konsistensi dan istiqomah. Pola ini membimbing mata menuju pintu utama, filosofinya adalah setiap langkah yang diambil di lingkungan pesantren merupakan proses pembersihan jiwa menuju kedekatan dengan Sang Pencipta.
4. Warna Terakota dan Krem: Keteduhan Bumi
Pemilihan warna-warna tanah (earthy tones) seperti krem dan cokelat terakota melambangkan kerendahhatian (tawadhu). Meskipun bangunan tampil megah secara visual, penggunaan warna ini mengingatkan bahwa manusia berasal dari tanah dan harus selalu berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan yang rendah hati.
5. Ornamen Mashrabiya: Transparansi Spiritual
Detail pola bintang dan geometri pada bagian menara berfungsi sebagai jalur cahaya dan udara. Secara filosofis, ini menggambarkan transparansi dan kejujuran intelektual yang menjadi dasar pendidikan di Darunnajah; di mana cahaya kebenaran harus dibiarkan masuk dan menyinari setiap relung hati manusia.

Tampak Depan 1
Tampak Samping
Perspektif Mata Burung
Tampak Depan 1
Tampak Depan 2
Tampak Samping
Interior Mihrab Masjid 1
Interior Mihrab Masjid 2
Interior Mihrab Masjid 3
Interior Mihrab Masjid 3
Perspektif Mata Burung
Interior Tempat Wudhu 2
Interior Tempat Wudhu 3
Tampak Depan Tempat Wudhu VIP
Tampak Samping Tempat Wudhu VIP
Perspektif Mata Burung Tempat Wudhu VIP

MULTIDESAIN ARSITEK. WA: 0811-3057-880

Permainan Roster Desain Fasade Kos-kosan di Madiun

Luas bangunan : 155 m2
Client: SKR
Lokasi : Kota Madiun
Tahun 2023

Konsep Arsitektur
1. Komposisi Industrial-Scandinavian
– Industrial: Terlihat dari penggunaan semen ekspos pada lantai dasar dan struktur yang tegas.
– Scandinavian: Terlihat pada penggunaan jendela kotak minimalis dengan bingkai putih yang kontras serta pemilihan
palet warna netral yang bersih.
2. Fasad Terakota Dinamis
Alih-alih dinding masif yang kaku, lantai dua dibalut oleh skrin roster berwarna terakota. Konsep ini berfungsi ganda:
– Privasi Maksimal: Menghalangi pandangan langsung dari luar ke dalam area privat kos tanpa menutup akses cahaya.
– Estetika Geometris: Penempatan beberapa jendela kecil yang “menyembul” secara asimetris memberikan karakter visual
yang unik dan tidak membosankan.

Tampak Depan 1

3. Adaptasi Tropis Modern
Bangunan ini dirancang untuk menjawab tantangan iklim tropis. Rongga-rongga pada roster bertindak sebagai ventilasi silang alami yang mengurangi penggunaan pendingin ruangan berlebih. Kanopi minimalis pada lantai dasar memberikan perlindungan dari tampias hujan tanpa merusak estetika fasad yang ramping.

Tampak Depan 2

4. Urban Oasis di Lahan Terbatas
Dengan bentuk bangunan yang vertikal dan kompak, konsep ini memaksimalkan fungsi lahan di area perkotaan Madiun. Pagar minimalis dengan kombinasi kayu dan besi memberikan kesan aman namun tetap ramah bagi lingkungan sekitar.

Perspektif Mata Burung
Tampak Depan 1
Tampak Depan 2
Tampak Depan 3

MULTIDESAIN ARSITEK. WA: 0811-3057-880

Masjid Pesantren Al Iman Putri Babadan Ponorogo

Luas bangunan : 1357 m2
Lokasi : Ponpes Al Iman – Kabupaten Ponorogo
Tahun 2023

1. Konsep “The Golden Oasis of Serenity” (Oase Ketenangan Nan Keemasan)
“Sebuah manifestasi spiritual yang memadukan keagungan tradisi Timur Tengah dengan estetika modern. Dengan fasad yang didominasi warna sandstone hangat dan pencahayaan golden glow, masjid ini dirancang untuk menjadi ‘oase’ yang menenangkan jiwa. Lengkungan khas Moor yang megah mengundang setiap jamaah untuk merasakan kedalaman ibadah dalam ruang yang penuh kemuliaan.”

2. Konsep “Majestic Middle Eastern Symmetry”
“Menghadirkan harmoni visual melalui simetri yang sempurna. Dua menara tinggi yang menjulang melambangkan doa yang tak putus ke langit, sementara detail ornamen geometris dan kaligrafi pada fasad mempertegas identitas arsitektur Islam yang kaya. Penggunaan lampu indirect memberikan dimensi kemewahan yang lembut pada malam hari, menciptakan siluet yang ikonik.”

Tampak Depan 1

3. Konsep “Modern Mediterania: Spiritualitas dalam Cahaya”
“Konsep ini menitikberatkan pada interaksi antara bentuk bangunan yang kokoh dan permainan cahaya. Gerbang utama yang tinggi dengan bentuk lengkung runcing memberikan kesan transisi dari dunia luar ke dalam ruang suci yang khusyuk. Desain ini membuktikan bahwa elemen klasik Mediterania dapat tampil relevan dan elegan di masa kini melalui pemilihan material dan teknik pencahayaan yang cerdas.”

Tampak Depan 2
Tampak Samping 1
Tampak Samping 2
Perspektif Mata Burung 1

Rumah mungil minimalis milik Bapak Agung di Madiun

Luas bangunan : 80 m2
Lokasi : Kota Madiun
Tahun 2023

1. Konsep “Urban Industrial Sanctuary” (Peristirahatan Industrial Urban)
“Sebuah hunian yang merayakan kejujuran material. Dengan perpaduan dinding semen ekspos (conwood/beton), aksen bata merah alami, dan garis atap asimetris yang berani, rumah ini menghadirkan nuansa industrial yang modern namun tetap membumi. Sebuah perlindungan yang tenang di tengah dinamika kota Madiun.”

2. Konsep “The Raw & Refined Harmony”
“Mengharmonisasikan elemen ‘mentah’ dengan detail yang halus. Tekstur bata ekspos memberikan karakter historis dan hangat, sementara fasad abu-abu minimalis memberikan kesan kokoh dan kontemporer. Desain ini diciptakan bagi individu yang menghargai estetika arsitektur yang jujur tanpa meninggalkan kenyamanan hunian tropis.”

Tampak Depan 1

3. Konsep “Tropical Geometry” (Geometri Tropis)
“Bermain dengan sudut dan material untuk kenyamanan maksimal. Bentuk atap miring yang tajam tidak hanya berfungsi estetis sebagai elemen geometri, tetapi juga dirancang untuk mengalirkan air hujan dengan efisien di iklim tropis. Pagar batu alam dan vegetasi di area depan memberikan keseimbangan alami yang menyegarkan pada fasad bangunan.”

Perspektif Mata Burung

Rumah Tinggal Gaya American Classic milik bu Ami

Luas bangunan : 131 m2
Lokasi : Kota Madiun
Tahun 2023

Tampak Depan 1
Tampak Depan 2
Perspektif Mata Burung