Luas bangunan : 511 m2
Lokasi : Surakarta / Solo
Tahun 2023
1. Filosofi: “The Breathing Red Box”
Desain ini tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga keberlanjutan dan kenyamanan penghuninya.
– Bata Merah (Kehangatan & Membumi): Penggunaan bata merah tanpa plester melambangkan kejujuran material dan sifat yang
membumi. Warna terakota memberikan kesan hangat dan homey, sangat cocok untuk fungsi kos agar penghuni merasa seperti
rumah sendiri.
– Soliditas dan Privasi : Bentuk kotak yang masif memberikan rasa aman dan terlindungi. Di tengah lingkungan perkotaan
yang bising, bangunan ini berdiri sebagai benteng pribadi yang tenang bagi para penghuninya.
– Kehidupan dalam Keteraturan: Susunan bata yang repetitif melambangkan keteraturan dan kedisiplinan, namun hadirnya
tanaman hijau yang merambat memberikan sentuhan kehidupan dan fleksibilitas.
2. Konsep Arsitektur: “Contemporary Tropical Brick”
Secara teknis, bangunan ini mengadopsi prinsip arsitektur tropis modern yang cerdas. Sebuah bangunan yang menggunakan material lokal tradisional (bata merah) namun dikemas dengan teknik konstruksi dan estetika modern yang fungsional untuk memenuhi kebutuhan hunian vertikal yang sehat dan estetik.
A. Fasad Berpori
– Roster Bata Custom: Bagian tengah fasad menggunakan teknik susun bata berongga atau roster. Konsep ini berfungsi
sebagai ventilasi alami raksasa, memungkinkan udara mengalir masuk ke selasar dalam gedung sehingga area kos tetap
sejuk tanpa ketergantungan penuh pada AC.
– Permainan Cahaya: Pada siang hari, rongga bata menciptakan pola bayangan artistik di dalam ruangan. Pada malam hari,
cahaya lampu dari dalam yang menembus celah bata membuat bangunan tampak seperti lentera raksasa yang cantik.

B. Integrasi Alam
– Softscape pada Fasad: Penempatan tanaman menjuntai pada jendela-jendela kecil berfungsi sebagai filter udara alami
dan penyejuk visual. Warna hijau tanaman memberikan kontras yang sempurna terhadap warna merah bata.

C. Efisiensi Lahan dan Fungsi
– Konsep Stilt House (Rumah Panggung Modern): Lantai dasar dibiarkan terbuka sebagai area parkir yang luas dan
sirkulasi masuk kendaraan. Ini adalah solusi cerdas untuk memaksimalkan lahan terbatas di area perkotaan seperti
Solo.
– Privasi Jendela: Jendela dibuat tidak terlalu besar dan menjorok ke dalam (recessed window) untuk menjaga privasi
penghuni kamar agar tidak langsung terlihat dari jalan raya, sekaligus mengurangi panas matahari langsung.





































