Tag Archives: walisongo ngabar

Asrama Putri Siti Hajar 2 – PP Walisongo Ngabar

Client : Yayasan Majlisu Riyasatil Ma’had
Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar
Lokasi : Ngabar Kab. Ponorogo Jawa Timur
Tahun : 2016
Ukuran Lantai Dasar : 13 x 40 m (3 lantai)

1. Filosofi Desain
“Kesucian Karakter, Keteguhan Iman”
Bangunan ini dirancang untuk merepresentasikan sebuah wadah pendidikan bagi santriwati yang menjunjung tinggi akhlakul karimah dan kejernihan ilmu.
– Fasad Lengkungan Runcing (Pointed Arches): Bentuk lengkungan yang mengerucut ke atas melambangkan arah ketaatan dan doa yang terus dipanjatkan vertikal kepada Allah SWT (Hablum Minallah).
– Simbolisme Warna Hijau Terang: Mewakili kehidupan, kedamaian, kesegaran berpikir, dan keteduhan spiritual yang menjadi ciri khas lingkungan pesantren Nusantara.

2. Konsep Arsitektur
a. Modern Neo-Islamic Architecture
Bangunan ini mengambil pakem estetika arsitektur Islam klasik namun dieksekusi dengan garis-garis geometris modern yang bersih dan tegas.
– Gubahan Pengulangan (Rhythm of Arches): Pengulangan modul lengkungan di sepanjang fasad memberikan kesan bangunan yang monumental, anggun, dan berwibawa.
– Ornamen Krawangan (Geometric Mashrabiya): Panel bermotif geometri Islam di kedua sayap gedung bertindak sebagai ventilasi udara alami sekaligus perisai privasi bagi santriwati (hijab arsitektural).

b. Privasi dan Kenyamanan Berasrama (Privacy & Safety)
Sebagai asrama putri, desain bangunan sangat memperhatikan batas-batas privasi internal.
– Koridor Terbuka Lebar (Deep Verandas): Koridor di setiap lantai ditarik agak menjorok ke dalam dari muka bangunan. Hal ini berfungsi ganda: menghalau tampias hujan tropis dan terik matahari, serta melindungi pandangan luar langsung ke dalam area kamar tidur santriwati.
– Kaligrafi pada Fasad Dalam: Penempatan kaligrafi kufi/tsuluts di dinding dalam koridor memberikan pengingat zikir harian yang melekat secara visual bagi para penghuni.
c. Fungsionalitas Tropis Hemat Energi
Ventilasi Silang (Cross Ventilation): Bukaan arch yang tinggi dan kisi-kisi vertikal putih di sudut-sudut bangunan memaksimalkan sirkulasi udara bebas, menjaga kelembapan ruangan tanpa bergantung penuh pada pendingin udara buatan.

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Gedung Aula Putri PP Walisongo Ponorogo

Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Luas Bangunan : 600 m2
Tahun Pekerjaan : 2016

A. Filosofi Bangunan
1. Keabadian dan Warisan (Timelessness & Heritage): Penggunaan pilar-pilar masif (order Korintus) dan pedimen (segitiga di atas pilar) adalah simbol kuat dari arsitektur klasik (seperti di Roma dan Yunani kuno). Hal ini menunjukkan keinginan agar bangunan ini tidak lekang dimakan waktu, memancarkan aura keabadian, dan menghargai nilai-nilai warisan sejarah yang agung.
2. Keberhasilan dan Prestise (Success & Prestige): Skala bangunan yang masif, tinggi, dan ornamen yang rumit melambangkan pencapaian dan status sosial pemiliknya. Pencahayaan emas yang hangat mempertegas kesan kemewahan dan kesuksesan yang ingin ditampilkan kepada publik.
3. Cahaya dan Pencerahan (Light & Enlightenment): Kubah kuning menyala di puncaknya bukan sekadar penutup atap, tetapi simbol ‘Mahkota’ atau ‘Puncak Pencerahan’. Ini menunjukkan aspirasi pemilik untuk mencapai tingkat pemahaman atau pencapaian tertinggi, baik secara spiritual maupun material.

Kaca Jendela yang menerus ke atas dan menghadap Timur ini berfungsi memaksimalkan pencahayaan siang hari

B. Konsep Bangunan
1. Neo-Klasik yang Megah (Grand Neo-Classical): Ini adalah konsep utama. Bangunan ini mengambil elemen-elemen klasik (pilar, pedimen, kubah) tetapi diterapkan pada konteks hunian atau gedung modern yang besar. Gaya ini menciptakan kesan formal, simetris, dan ‘berkuasa’.
2. Integrasi Kehidupan Mewah Modern (Integration of Modern Luxury):
– Elemen Hunian: Atap genteng merah yang terlihat di samping pilar menunjukkan bahwa ini adalah bangunan fungsional (kemungkinan hunian mewah atau kantor) dan bukan sekadar monumen atau museum.
– Kenyamanan Modern: Kehadiran mobil mewah (sedan perak) yang terparkir di depan, taman yang tertata rapi, dan pencahayaan eksterior yang canggih menunjukkan konsep kehidupan modern yang berkelas tinggi.
3. Konsep ‘Sintesis Langit dan Bumi’ (Celestial-Terrestrial Synthesis):
– Langit: Latar belakang langit malam berbintang yang sangat dramatis dan luas adalah elemen konsep yang kuat. Ini menghubungkan kemegahan buatan manusia (bangunan) dengan kemegahan alam semesta (kosmos).
– Bumi: Taman di bagian depan dengan tanaman hijau dan bunga-bunga berwarna-warni menjaga bangunan agar tetap membumi, memberikan sentuhan kehangatan alam yang kontras dengan formalitas batu bangunan.

Perspektif Tampak Depan. Aula dengan Gaya Klasik Timur Tengah
View Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880