Luas bangunan : 111 m2
Lokasi : Ponorogo
Tahun 2019
1. Konsep “The Loft Business-Living”
– Desain ini menonjolkan pemisahan fungsi yang jelas secara vertikal. Lantai dasar difungsikan sebagai area komersial yang kokoh, sementara lantai atas dirancang sebagai hunian yang terbuka dan nyaman.
– Fasad Dinamis: Penggunaan atap miring satu sisi (lean-to roof) memberikan karakter modern yang berani dan membantu sirkulasi udara serta air hujan dengan lebih efektif.
– Keseimbangan Material: Perpaduan tekstur bata ekspos yang hangat di bagian atas dengan dinding beton minimalis memberikan kesan industrial yang bersih dan profesional.
Tampak Depan
2. Narasi Arsitektural: “Light and Space”
– Optimasi Cahaya: Penggunaan jendela kaca yang lebar dan balkon yang mengelilingi lantai atas memastikan interior mendapatkan cahaya alami yang melimpah, menciptakan kesan ruang yang luas.
– Aksen Warna Kontras: Kombinasi warna kuning mustard, cokelat tanah, dan bata merah memberikan titik fokus (vocal point) yang menarik perhatian tanpa terlihat berlebihan.
– Keamanan & Estetika: Pagar balkon minimalis berwarna putih memberikan perlindungan sekaligus mempertegas garis horizontal bangunan yang elegan.
1. Komposisi Massa: Stacked Geometric
Bangunan ini menggunakan pendekatan bentuk geometris yang tegas dan bersih. Permainan maju-mundur bidang pada fasad memberikan kedalaman visual (dimensi) sehingga rumah tidak terlihat kaku, sekaligus menciptakan area balkon dan teras yang terlindungi secara alami.
2. Palet Material: Earth Tone & Texture
Konsep ini mengedepankan keharmonisan dengan alam melalui pemilihan material:
– Stone Cladding: Penggunaan batu alam pada sebagian dinding memberikan tekstur kasar yang kontras dengan dinding halus, menciptakan kesan kokoh dan elegan.
– Warm Tones: Dominasi warna cokelat muda, krem, dan abu-abu gelap memberikan atmosfer yang hangat dan menenangkan bagi penghuninya.
3. Pencahayaan: Dramatic Ambience
Salah satu kekuatan utama desain ini adalah lighting concept yang terencana:
– Up-Down Wall Lights: Lampu pilar yang menyorot ke atas dan bawah memberikan efek dramatis pada tekstur dinding di malam hari.
– Interior Glow: Penggunaan jendela kaca besar memungkinkan cahaya lampu interior memancar keluar, memberikan kesan hunian yang “hidup” dan ramah.
Tampak DepanTampak DepanTampak DepanTampak Mata Burung
Luas bangunan : 105 m2
Lokasi : Perumahan D’ Residence Irigasi Palembang
Tahun 2020
1. Siluet Ikonik: The Geometric Gable
Ciri khas utama desain ini adalah penggunaan bentuk atap pelana tanpa teritisan (frameless gable). Garis putih tegas yang membingkai atap hingga ke dinding menciptakan siluet yang bersih dan modern, memberikan identitas visual yang kuat pada deretan hunian.
2. Permainan Tekstur: Natural & Industrial Mix
Konsep ini memadukan beberapa elemen material untuk menciptakan kedalaman visual:
– Wood/Travertine Finish: Bagian fasad atas menggunakan material bertekstur serat kayu atau batu alam berwarna krem yang memberikan kesan hangat dan natural.
– Dark Accents: Kontras warna cokelat tua dan abu-abu gelap pada area jendela serta pilar memberikan sentuhan industrial yang elegan.
– White Frames: Bingkai putih tebal berfungsi sebagai penyatu keseluruhan elemen desain.
Tampak Depan
3. Optimasi Cahaya: Full-Height Windows
Penggunaan jendela kaca yang tinggi dan lebar di kedua lantai bukan hanya untuk estetika, tetapi bertujuan untuk:
– Maksimalisasi Daylight: Mengurangi penggunaan lampu di siang hari.
– Kesan Luas: Menghilangkan batasan antara ruang dalam dan luar, sehingga ruangan interior yang terbatas terasa jauh lebih lega.
4. Karakter Fasad: Asymmetrical Balance
Meskipun setiap unit memiliki pola yang sama, desain jendelanya dibuat tidak simetris (asymetris). Penempatan balkon dengan pagar besi minimalis hitam menciptakan keseimbangan dinamis yang membuat tampilan perumahan tidak membosankan saat dilihat secara berderet.
Luas bangunan : 328 m2
Lokasi : Ponpes Walisongo Ngabar – Ponorogo
Tahun 2024
Bernuansa Puitis & Filosofis (Sangat Elegan)
“Menatap Langit, Membumi di Hati”
Bangunan ini mengusung konsep Modern Islamic Arch, di mana lengkungan runcing khas arsitektur klasik ditransformasikan menjadi gubahan fasad yang dinamis dan vertikal. Pengulangan lengkungan ini melambangkan kekhusyukan doa yang terus dipanjatkan ke atas. Dipadukan dengan balutan ornamen krawangan (mashrabiya) bermotif geometri Islam, bangunan ini menciptakan harmoni visual antara privasi, estetika cahaya, dan kemegahan spiritual.
Tampak Depan
Deskriptif Arsitektural (Profesional & Teknis)
“Simfoni Geometri dan Tropis Modern”
Konsep bangunan ini menitikberatkan pada gubahan massa yang tegas namun anggun. Penggunaan sirip fasad berbentuk lengkungan runcing (pointed arch) berfungsi ganda: sebagai identitas visual yang ikonik sekaligus sebagai secondary skin untuk mereduksi panas matahari langsung. Ornamen krawangan di bagian tengah memberikan sirkulasi udara alami dan permainan bayangan (shadow casting) yang estetik di dalam ruangan. Pemilihan palet warna putih bersih dan oren pastel memberikan kesan hangat, ramah, namun tetap agung.
Tampak SampingPerspektif Mata BurungPerspektif Mata Burung DepanTampak lengkungan MasjidMihrab MasjidMihrab Masjid
Luas bangunan : 170 m2
Lokasi : Rumah Tahfidz – Madiun
Tahun 2024
Desain bangunan ini menghadirkan konsep arsitektur tropis minimalis yang menekankan harmoni dengan alam dan fungsionalitas yang optimal. Perpaduan material alami seperti batu alam, kayu, dan genteng terakota menciptakan kesan hangat dan menyatu dengan lingkungan sekitar. Bentuk bangunan yang sederhana namun elegan mencerminkan prinsip minimalis, sementara elemen-elemen seperti ventilasi silang dan pencahayaan alami memastikan sirkulasi udara yang baik dan kenyamanan termal.
Masing-masing bagian bangunan dirancang dengan fungsi yang jelas, menciptakan ruang yang efisien dan nyaman bagi para pengguna. Bagian depan bangunan menampung ruang wudhu yang didesain dengan baik, menampilkan pencahayaan alami dan ventilasi silang yang memastikan kebersihan dan kenyamanan. Bagian belakang bangunan menampung ruang-ruang pendukung seperti ruang sholat dan area penyimpanan, yang didesain dengan pencahayaan dan ventilasi alami yang optimal.
Tampak 1
Perhatian yang detail diberikan pada aspek kenyamanan dan keamanan, memastikan pengalaman pengguna yang optimal. Permukaan lantai di ruang wudhu menggunakan material non-slip, sementara elemen-elemen arsitektur seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan. Keberlanjutan juga menjadi pertimbangan penting dalam desain bangunan ini, yang menampilkan sistem pengumpulan air hujan dan panel surya untuk menghemat energi.
Desain bangunan ini mencerminkan komitmen terhadap penciptaan ruang yang tenang dan spiritual, yang mengintegrasikan alam dan spiritualitas. Kehadiran ruang terbuka hijau seperti taman dan kolam air menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis. Pencahayaan alami dan ventilasi silang memastikan sirkulasi udara yang baik dan kenyamanan termal
Luas bangunan : 100 m2
Lokasi : Perum Bumi Antariksa – Madiun
Tahun 2020
Desain bangunan ini menghadirkan perpaduan harmonis antara arsitektur modern minimalis dan kearifan lokal Bali, menciptakan ruang huni yang estetis, fungsional, dan berkelanjutan. Bentuk bangunan yang tegas dan geometris mencerminkan prinsip minimalis, sementara atap limasan dengan ukiran khas Bali memberikan sentuhan tradisional yang hangat dan mengundang.
Perpaduan material alami seperti batu bata merah, kayu, dan genteng terakota menciptakan kesan hangat dan menyatu dengan lingkungan sekitar. Penggunaan material kaca yang luas pada jendela dan pintu memberikan pencahayaan alami dan ventilasi silang yang optimal, menciptakan suasana yang nyaman dan menenangkan. Elemen-elemen arsitektur seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sekaligus menciptakan ruang transisi antara area interior dan eksterior.
Tampak Depan
Perhatian yang detail diberikan pada aspek kenyamanan dan fungsionalitas, memastikan pengalaman pengguna yang optimal. Area interior yang luas dan terbuka dengan tata letak yang efisien memaksimalkan penggunaan ruang, sementara area eksterior yang hijau dan terawat menciptakan suasana yang tenang dan harmonis. Keberlanjutan juga menjadi pertimbangan penting dalam desain bangunan ini, yang menampilkan sistem pengumpulan air hujan dan panel surya untuk menghemat energi.
Desain bangunan ini mencerminkan komitmen terhadap penciptaan ruang yang nyaman dan berkelanjutan, yang mengintegrasikan alam dan arsitektur. Kehadiran ruang terbuka hijau seperti taman dan kolam air menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis. Pencahayaan alami dan ventilasi silang memastikan sirkulasi udara yang baik
Luas bangunan : 162 m2
Lokasi : Pringgodani – Madiun
Tahun 2020
1. Filosofi Desain:
Rumah ini dirancang dengan filosofi “keterbukaan dan keterhubungan”. Penggunaan material transparan seperti kaca yang luas pada jendela dan pintu memberikan pencahayaan alami dan ventilasi silang yang optimal, menciptakan suasana yang nyaman dan menenangkan. Elemen-elemen arsitektur seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sekaligus menciptakan ruang transisi antara area interior dan eksterior. Kehadiran ruang terbuka hijau seperti taman dan kolam air menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis, mengintegrasikan alam dan arsitektur.
Tampak Depan
2. Konsep Arsitektur:
– Modern Industrial Minimalis: Gaya modern minimalis diterapkan pada bentuk bangunan yang tegas dan geometris, sementara sentuhan industrial dihadirkan melalui penggunaan material seperti bata merah, beton, dan besi hitam. Kontras ini menciptakan visual yang menarik dan dinamis.
– Fungsionalitas Optimal: Setiap ruang dirancang dengan fungsionalitas optimal, memaksimalkan penggunaan area yang terbatas. Tata letak yang efisien dan terbuka mempromosikan sirkulasi yang baik dan interaksi sosial yang hangat.
– Kenyamanan dan Kesejahteraan: Perhatian yang detail diberikan pada aspek kenyamanan dan kesejahteraan penghuni. Pencahayaan alami dan ventilasi silang memastikan sirkulasi udara yang baik dan kenyamanan termal. Elemen-elemen seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sementara ruang terbuka hijau menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis.
View Mata BurungInterior Ruang KeluargaInterior Ruang MakanInterior Dapur
Luas bangunan : 343 m2
Lokasi : Surabaya
Tahun 2024
1. Filosofi dan Konsep Desain Rumah Ini:
Desain rumah ini mewujudkan perpaduan harmonis antara arsitektur tropis minimalis dan keterbukaan lingkungan, menciptakan ruang huni yang estetis, fungsional, dan berkelanjutan. Fasad bangunan didominasi oleh panel putih minimalis yang halus dan dinding bertekstur kasar seperti batu alam, menciptakan kontras visual yang menarik. Elemen-elemen seperti kisi-kisi kayu dan tanaman hijau di teras memberikan sentuhan alami yang hangat dan mengundang.
Tampak Depan 1
2. Konsep Arsitektur:
– Tropis Minimalis: Gaya tropis minimalis diterapkan pada bentuk bangunan yang tegas dan geometris, sementara sentuhan alami dihadirkan melalui penggunaan material seperti batu alam, kayu, dan tanaman hijau. Kontras ini menciptakan visual yang menarik dan dinamis.
– Fungsionalitas Optimal: Setiap ruang dirancang dengan fungsionalitas optimal, memaksimalkan penggunaan area yang terbatas. Tata letak yang efisien dan terbuka mempromosikan sirkulasi yang baik dan interaksi sosial yang hangat.
– Kenyamanan dan Kesejahteraan: Perhatian yang detail diberikan pada aspek kenyamanan dan sejahtera penghuni. Pencahayaan alami dan ventilasi silang memastikan sirkulasi udara yang baik dan kenyamanan termal. Elemen-elemen seperti kisi-kisi kayu dan kanopi memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sementara ruang terbuka hijau menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis.
Lokasi : Kab. Sidoarjo
Luas Bangunan : 183 m2
Tahun 2018
1. Filosofi Desain
“Harmoni Kejujuran Material dan Keseimbangan Geometris”
Rumah ini dirancang dengan filosofi menciptakan ruang hidup yang menenangkan melalui dialog antar material yang kontras namun saling melengkapi.
– Atap Pelana Modern yang Asimetris (Asymmetrical Gable Roof): Tarikan atap miring yang tajam melambangkan kedinamisan hidup modern yang progresif, namun tetap fungsional dalam mengalirkan air hujan di iklim tropis.
– Tiga Elemen Fasad (Bata Ekspos, Batu Alam, Beton Putih): Menyimbolkan harmoni antara bumi (tanah liat bata & batu alam) dengan modernitas manusia (beton putih bersih).
Perspektif Tampak Depan
2. Konsep Arsitektur
a. Komposisi Fasad Kontemporer (Contemporary Composition)
Arsitektur rumah ini bermain dengan volume (maju-mundur bangunan) yang memberikan kedalaman visual (visual depth).
– Aksen Bidang Bata Merah Ekspos: Menjadi focal point di lantai atas yang memberikan kehangatan dan kesan industrial yang elegan.
– Kolom dan Dinding Batu Alam Abu-Abu: Memberikan tekstur kokoh, alami, dan membumi pada area lantai bawah.
– Elemen Kisi-Kisi Vertikal : Berfungsi ganda sebagai estetika fasad yang manis sekaligus sebagai peneduh dari sinar matahari langsung.
b. Tropis Fungsional (Functional Tropicalism)
Desain fasad tidak hanya mementingkan keindahan visual, tetapi juga sangat adaptif terhadap cuaca Indonesia.
– Overstek Atap dan Kanopi: Lindungan topi-topi beton di atas jendela dan teras depan melindungi dinding dari tampias hujan deras dan terik matahari langsung.
– Bukaan Jendela Tinggi: Memaksimalkan masuknya cahaya alami (natural daylighting) ke dalam ruangan tanpa membuat interior terasa panas.
c. Palet Warna Bumi yang Hangat (Warm Earth Tone Palette)
Kombinasi warna putih bersih pada bingkai utama (frame), merah bata yang berani, abu-abu batu alam yang netral, dan krem lembut menciptakan rumah yang terlihat modern, bersih, namun tetap terasa “ramah” dan mengundang.
Client : Bpk. Yayan
Luas Bangunan : 200 m2
Lokasi : Kota Madiun
Tahun : 2018
1. Konsep Desain: Modern Tropical Minimalist
Konsep ini menggabungkan kepraktisan minimalis dengan adaptasi iklim tropis Indonesia. Berikut adalah elemen-elemen kunci pembentuk konsepnya:
a. The Statement Screen (Partisi Laser Cutting)
– Fungsi Estetik: Menjadi focal point (pusat perhatian) bangunan yang mengimbangi fasad kotak yang kaku.
– Fungsi Praktis: Berperan sebagai secondary skin (kulit kedua) untuk menyaring sinar matahari berlebih dan menjaga privasi balkon tanpa menutup aliran udara.
b. Tekstur Alami & Material Earthy
– Penggunaan batu alam susun sirih pada dinding memberikan tekstur kasar yang membumi.
– Dipadukan dengan pagar kayu horizontal yang memberikan kesan ramah dan hangat pada area masuk (entrance).
c. Komposisi Geometris yang Dinamis
– Bingkai putih besar membingkai lantai dua secara asimetris, memberikan kesan arsitektur yang modern, bersih, dan berani.
– Pagar balkon putih vertikal memberikan kesan ringan dan transparan.
Kondisi awal rumahDesain Tampak Depan
Bangunan 2 Lantai dengan ukuran 7,9 x 15,8 m ini awalnya adalah sebuah ruko yang berfungsi sebagai kantor yayasan. Dikarekanan adanya kebutuhan bagi keluarga akan sebuah rumah tinggal, akhirnya klien meminta bangunan ini disulap menjadi rumah dengan tanpa banyak membongkar struktur dan bangunannya.
Lokasi rumah ini terletak di tengah – tengah sebuah perumahan, berada ditepi jalan arteri yang cukup ramai. Klien menginginkan rumah berkonsep modern modern tapi ada kesan unik. Untuk menjawab tantangan tersebut, langkah awal adalah menutup atap ruko dengan sebuah bentuk tertentu, memanfaatkan dak beton dengan struktur yang ada.
Permainan material mulai dari cat, batu alam, pagar minimalis, pagar kayu, hingga besi laser cutting diterapkan disini. Pola laser cutting memiliki pola unik yang menjadikan focal point tersendiri. Lantai 2 dibingkai dengan bentuk kotak segi empat. Sedangkan untuk lantai 1 tidak mengubah banyak, hanya saja bagian gerbang dibuatkan sebuah portal putih untuk memberikan kesan minimalis sekaligus sebagai gerbang. Bagian belakang rumah tidak mengalami perubahan signifikan, hanya pengalihan ruang makan dan dapur yang ditempatkan di taman indoor. Taman ini sebagai pencahayaan dan sirkulasi udara serta untuk melepas penat.