Rumah Mewah Gaya Klasik di Ponorogo

Lokasi : Ponorogo
Tahun Pekerjaan : 2016
Luas Bangunan : 600 m2
Luas Lahan : 1.800 m2

A. Filosofi Bangunan
1. Keabadian dan Warisan (Timelessness & Heritage): Penggunaan pilar-pilar besar (order Korintus) dan pedimen (segitiga di atas pilar) adalah simbol kuat dari arsitektur klasik (seperti di Roma dan Yunani kuno). Hal ini menunjukkan keinginan agar bangunan ini tidak lekang dimakan waktu, memancarkan aura keabadian, dan menghargai nilai-nilai warisan sejarah yang agung.
2. Keberhasilan dan Prestise (Success & Prestige): Skala bangunan yang masif, tinggi, dan ornamen yang rumit melambangkan pencapaian dan status sosial pemiliknya. Pencahayaan emas yang hangat mempertegas kesan kemewahan dan kesuksesan yang ingin ditampilkan kepada publik.
3. Cahaya dan Pencerahan (Light & Enlightenment): Kubah kuning menyala di puncaknya bukan sekadar penutup atap, tetapi simbol ‘Mahkota’ atau ‘Puncak Pencerahan’. Ini menunjukkan aspirasi pemilik untuk mencapai tingkat pemahaman atau pencapaian tertinggi, baik secara spiritual maupun material.

Tampak Depan dengan 4 pilar Corinthian
Tampak Samping

B. Konsep Bangunan
1. Neo-Klasik yang Megah (Grand Neo-Classical): Ini adalah konsep utama. Bangunan ini mengambil elemen-elemen klasik (pilar, pedimen, kubah) tetapi diterapkan pada konteks hunian atau gedung modern yang besar. Gaya ini menciptakan kesan formal, simetris, dan ‘berkuasa’.
2. Integrasi Kehidupan Mewah Modern (Integration of Modern Luxury):
– Elemen Hunian: Atap genteng merah yang terlihat di samping pilar menunjukkan bahwa ini adalah bangunan fungsional (kemungkinan hunian mewah atau kantor) dan bukan sekadar monumen atau museum.
– Kenyamanan Modern: Kehadiran mobil mewah (sedan perak) yang terparkir di depan, taman yang tertata rapi, dan pencahayaan eksterior yang canggih menunjukkan konsep kehidupan modern yang berkelas tinggi.

Tampak Belakan dengan Drop Off Mobil
Tampak Samping. Di tengah terdapat void dengan Kolam Renang
Disini desain semua Ruangan menghadap kolam renang yang berupa void di tengah bangunan. Kolam renang terdiri dari kolam untuk anak-anak yang berupa lingkaran dan kolam air dalam
Desain rumah dan kolam mencerminkan gaya klasik Timur Tengah
Kolam renang dilengkapi dengan water slide yang meluncur dari lantai 2 menembus melewati tirai air terjun yang berbentuk setengah lingkaran
Desain Interior Ruang Tamu
Desain Interior Ruang Tamu
Desain Interior Ruang Makan
Desain Interior Ruang Keluarga
Progress Pembangunan Rumah Klasik di Jl. MT Haryono Ponorogo

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Rumah Klasik Mediteran 1 Lantai di Nabire Papua

Lokasi : Kabupaten Nabire – Papua
Tahun Pekerjaan : 2017
Luas Bangunan : 229 m2

A. Filosofi Bangunan
1. Keabadian dan Warisan (Timelessness & Heritage): Penggunaan pilar-pilar masif, ukiran (frieze) yang rumit di atas pintu masuk, dan bentuk lengkungan (arch) pada jendela dan pintu adalah simbol kuat dari arsitektur Klasik. Hal ini menunjukkan aspirasi akan keabadian, stabilitas, dan penghargaan terhadap warisan estetika yang agung, seolah bangunan ini memiliki sejarah panjang yang terus hidup.
2. Keseimbangan dan Harmoni (Balance & Harmony): Meskipun tidak sepenuhnya simetris secara sempurna (karena garasi di satu sisi), bangunan ini memancarkan kesan keseimbangan yang kuat. Pintu masuk utama yang megah menjadi pusat perhatian, dan proporsi antara elemen bangunan terlihat diatur dengan cermat. Hal ini mencerminkan pencarian keharmonisan antara estetika kuno dan kebutuhan modern.
3. Pencapaian dan Prestise (Success & Prestige): Skala bangunan yang besar, ornamen yang detail, dan warna putih yang mendominasi (simbol kemurnian dan status) memberikan aura kemewahan. Kehadiran dua mobil mewah (Ferarri dan Range Rover) semakin memperkuat filosofi tentang pencapaian material dan status sosial yang mapan.

B. Konsep Bangunan
1. Neoklasik Modern (Modern Neoclassical): Ini adalah konsep utama. Bangunan ini mengambil elemen-elemen kunci dari arsitektur Yunani dan Romawi kuno (seperti pilar, frieze, dan pedimen yang disederhanakan) tetapi diterapkan dengan pendekatan modern yang lebih bersih dan fungsional.
2. Integrasi Tekstur (Textural Integration): Penggunaan batu alam (cladding) pada dinding luar memberikan tekstur dan kehangatan yang kontras dengan kehalusan pilar dan ornamen putih. Ini menciptakan kedalaman visual dan kesan ‘membumi’ yang menyeimbangkan formalitas gaya klasik.
3. Konsep ‘Tropical-Neoclassical’ (Neoklasik Tropis): Ini adalah sentuhan penting untuk konteks tropis. Meskipun gayanya klasik Eropa, atap genteng merah bergaya ‘hip’ (perisai) yang curam, tanaman hijau (palem, semak) di halaman depan, dan jendela-jendela besar (casement windows) menunjukkan adaptasi terhadap iklim tropis yang membutuhkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang baik.

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880