Category Archives: Pondok Pesantren

Gedung Makan Putri Bergaya Modern

Luas bangunan : 688 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Putri Ponorogo
Tahun 2022

1. Arsitektur:
Desain bangunan ini menonjolkan gaya arsitektur industrial yang fungsional dengan sentuhan estetika kontemporer. Fasad bangunan didominasi oleh perpaduan material bata merah ekspos yang memberikan kesan hangat dan autentik, serta struktur beton putih yang kokoh dan modern. Atap berbentuk kubah memberikan identitas visual yang kuat dan memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik di dalam ruangan.
2. Konsep Terbuka:
Lantai bawah restoran ini didesain dengan konsep terbuka sepenuhnya, menghilangkan batasan antara ruang dalam dan ruang luar. Hal ini memberikan kebebasan bagi para tamu untuk menikmati suasana alam sekitar sambil bersantap, menciptakan suasana yang terang dan nyaman.

Tampak Depan

3. Sentuhan Alam:
Adanya tanaman hijau yang ditempatkan di area balkon dan taman kecil di depan restoran memberikan kesan asri dan menyegarkan. Hal ini juga membantu menciptakan suasana yang lebih damai dan santai bagi para tamu.
4. Area Duduk Bervariasi:
Bangunan restoran ini menawarkan berbagai jenis area duduk, mulai dari area komunal yang santai di lantai bawah hingga area makan yang lebih pribadi di lantai atas. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi para tamu untuk memilih tempat duduk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Tampak Samping
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK CP/WA : 0811-3057-880

Gedung Maryam PP Walisongo Ngabar

Luas bangunan : 845 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Putri Ponorogo
Tahun 2022

Bangunan ini menampilkan desain arsitektur yang simetris dan monumental, memadukan estetika modern yang bersih dengan elemen dekoratif Islam tradisional. Fokus utamanya adalah pada pengulangan pola dan harmoni antara bentuk geometris dan warna yang cerah, menciptakan identitas visual yang unik.

Poin-Poin Utama Konsep:
1. Simetri dan Pengulangan yang Monumental: Desain fasad mengutamakan simetri yang sempurna dengan tujuh modul arsitektur yang berulang. Pengulangan ini menciptakan kesan teratur, stabil, dan agung. Pilar-pilar vertikal yang kokoh membingkai setiap modul, menekankan ketinggian dan karakter bangunan.
2. Arsitektur Islam Neo-Klasik: Bangunan ini menggabungkan bentuk lengkungan lancip (pointed arches) yang ikonik pada lantai atas dengan struktur geometris yang lebih modern pada lantai-lantai di bawahnya. Lengkungan ini tidak hanya dekoratif tetapi juga berfungsi untuk memberikan pandangan yang luas dan mengundang cahaya alami ke dalam.
3. Identitas Warna yang Berani: Penggunaan warna hijau limau (lime green) yang cerah dan menonjol pada elemen-elemen struktur utama memberikan karakter yang kuat dan menyegarkan. Warna ini kontras dengan warna putih bersih pada dinding dan pilar, serta warna cokelat alami pada pintu-pintu kayu, menciptakan komposisi visual yang dinamis dan seimbang.

Tampak Depan

4. Cahaya dan Zikir sebagai Elemen Fungsional dan Estetik:
– Cahaya Alami: Penggunaan jendela-jendela besar berbentuk lengkungan lancip di lantai atas dan panel kisi-kisi pada lantai-lantai di bawahnya memastikan masuknya cahaya alami yang maksimal ke dalam bangunan. Ini tidak hanya hemat energi tetapi juga menciptakan suasana yang terang, lapang, dan nyaman bagi pengguna.
– Panel Kisi-Kisi Mashrabiya: Panel kisi-kisi geometris yang rumit (terinspirasi dari mashrabiya) pada balkon dan lantai dasar memberikan privasi, menyaring cahaya matahari yang terik, serta memungkinkan sirkulasi udara alami.
– Pagar dengan Tulisan Zikir: Pagar balkon pada lantai tengah menampilkan detail yang sangat istimewa: bentuk tulisan zikir atau kaligrafi Arab yang dieksekusi dengan font modern yang bersih. Ini bukan sekadar dekorasi, melainkan pengingat spiritual yang menyatu dalam desain.
5. Identitas dan Penamaan yang Jelas: Penulisan nama bangunan “AL – DZIKRA” dengan huruf kapital di bagian paling atas fasad memastikan identitas bangunan dapat dikenali dengan jelas dan monumental dari kejauhan.

Tampak Depan
Tampak Depan
Tampak Samping
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK CP/WA : 0811-3057-880

Gerbang Utama PP Walisongo Ngabar Putri

Luas bangunan : – m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Putri Ponorogo
Tahun 2021

Desain gerbang Pondok Pesantren Ngabar Putri ini tampil berani dengan pendekatan arsitektur kontemporer metaforis. Gerbang ini tidak hanya berfungsi sebagai pembatas fisik, tetapi juga sebagai simbol transisi menuju dunia pendidikan yang modern namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman.

Poin-Poin Utama Konsep:
1. Metafora “Bambu dan Pertumbuhan”:
Elemen vertikal berwarna hijau yang menyerupai batang bambu di sisi kiri dan kanan melambangkan proses pertumbuhan para santriwati. Bambu dikenal sebagai tanaman yang memiliki akar kuat namun tetap fleksibel, mencerminkan karakter santri yang teguh prinsip tetapi adaptif terhadap perubahan zaman.
2. Struktur Atap Melengkung yang Dinamis :
Bentuk lengkungan putih raksasa yang saling bersilangan (cross-arch) menciptakan kesan futuristik dan dinamis. Lengkungan ini melambangkan keterbukaan wawasan dan perlindungan bagi siapa pun yang menuntut ilmu di dalamnya. Bentuk ini juga memberikan vocal point yang sangat kuat secara visual.
3. Palet Warna “Eco-Islamic”:
Dominasi warna hijau limau dan putih menciptakan kesan segar, bersih, dan asri. Warna hijau secara tradisional identik dengan Islam dan alam, sementara putih melambangkan kesucian niat dalam belajar.

Tampak Depan

4. Integrasi Ornamen Geometris dan Floral:
Pada dinding pagar, terdapat panel cutting laser dengan pola floral dan lengkungan khas arsitektur Islam. Perpaduan ini memberikan sentuhan feminin yang elegan, selaras dengan identitas pondok “Putri”, sekaligus menjaga kesinambungan dengan desain gedung utama di latar belakang.
5. Tipografi yang Megah:
Penempatan tulisan “NGABAR PUTRI” dengan warna emas di atas lengkungan utama memberikan penegasan identitas yang prestisius. Warna emas dipilih untuk memberikan kesan kemuliaan ilmu pengetahuan.
6. Lanskap Tropis yang Harmonis:
Kehadiran tanaman perdu dan pohon palem di sekitar struktur gerbang melembutkan kesan kaku dari beton dan besi, menciptakan lingkungan masuk yang ramah (welcoming) dan menyejukkan mata.

Tampak Samping
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK CP/WA : 0811-3057-880

Gedung Asrama Pondok Pesantren di Ponorogo

Luas bangunan : 1018 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Tahun 2020

1. Filosofi Fasad: Luminous Integrity
Warna hijau muda yang dominan melambangkan kesegaran, pertumbuhan, dan ketenangan jiwa. Dikombinasikan dengan panel putih bersih, fasad ini mencerminkan integritas santri yang haus akan ilmu namun tetap berpijak pada kesucian hati.
2. Ornamen Mashrabiya Modern
Penggunaan panel vertikal bermotif geometris islami (Islamic pattern) bukan sekadar dekorasi, melainkan berfungsi sebagai:
– Second Skin: Melindungi bangunan dari panas matahari langsung tanpa menutup sirkulasi udara.
– Privasi: Menjaga area balkon santri agar tetap privat namun tetap terlihat estetis dari luar.
– Identitas: Menegaskan karakter religius melalui detail ornamen yang repetitif dan presisi.

Tampak Depan

3. Tipografi sebagai Landmark
Tulisan “MADINAH” yang besar di bagian tengah bukan hanya penanda nama gedung, tetapi simbol doa. Madinah bermakna “Kota”, merujuk pada pusat peradaban Islam. Penempatannya yang sentral menjadikannya titik fokus (vocal point) yang membanggakan bagi penghuninya.
4. Sirkulasi dan Keterbukaan
Desain ini mengutamakan Open Corridor System, di mana setiap lantai memiliki selasar terbuka. Hal ini memastikan:
– Cross Ventilation: Udara alami masuk dengan bebas ke setiap kamar, menciptakan lingkungan belajar yang sehat.
– Konektivitas Sosial: Ruang selasar memungkinkan interaksi antar santri terjalin lebih erat secara visual maupun sosial.
5. Struktur Kokoh dan Berulang
Penggunaan kolom-kolom vertikal yang tegas memberikan kesan Wibawa dan Stabilitas. Repetisi (pengulangan) elemen arsitektur dari ujung ke ujung menciptakan harmoni dan keteraturan, mencerminkan kedisiplinan hidup di dalam pondok pesantren.

Tampak Depan
Tampak Mata Burung
Tampak Depan
Tampak Depan

Masjid Putri Ponpes Walisongo Ngabar Ponorogo

Luas bangunan : 328 m2
Lokasi : Ponpes Walisongo Ngabar – Ponorogo
Tahun 2024

Bernuansa Puitis & Filosofis (Sangat Elegan)
“Menatap Langit, Membumi di Hati”
Bangunan ini mengusung konsep Modern Islamic Arch, di mana lengkungan runcing khas arsitektur klasik ditransformasikan menjadi gubahan fasad yang dinamis dan vertikal. Pengulangan lengkungan ini melambangkan kekhusyukan doa yang terus dipanjatkan ke atas. Dipadukan dengan balutan ornamen krawangan (mashrabiya) bermotif geometri Islam, bangunan ini menciptakan harmoni visual antara privasi, estetika cahaya, dan kemegahan spiritual.

Tampak Depan

Deskriptif Arsitektural (Profesional & Teknis)
“Simfoni Geometri dan Tropis Modern”
Konsep bangunan ini menitikberatkan pada gubahan massa yang tegas namun anggun. Penggunaan sirip fasad berbentuk lengkungan runcing (pointed arch) berfungsi ganda: sebagai identitas visual yang ikonik sekaligus sebagai secondary skin untuk mereduksi panas matahari langsung. Ornamen krawangan di bagian tengah memberikan sirkulasi udara alami dan permainan bayangan (shadow casting) yang estetik di dalam ruangan. Pemilihan palet warna putih bersih dan oren pastel memberikan kesan hangat, ramah, namun tetap agung.

Tampak Samping
Perspektif Mata Burung
Perspektif Mata Burung Depan
Tampak lengkungan Masjid
Mihrab Masjid
Mihrab Masjid

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880