Rumah Sakit Hadi Medika Bekasi

RUMAH SAKIT HADI MEDIKA BEKASI
(PROPOSAL DESIGN)

Lokasi : Bekasi
Tahun Pekerjaan : 2018
Luas Bangunan : 3.900 m2

1. Filosofi Bangunan: Healing and Hope (Kesembuhan dan Harapan)
Filosofi utama dari desain rumah sakit ini adalah mengubah stigma fasilitas medis dari tempat yang menakutkan menjadi tempat pemulihan yang menenangkan dan optimis.
– Palet Warna Hijau dan Jingga/Oranye: * Hijau: Melambangkan kehidupan, pertumbuhan, kesegaran alam, dan kedamaian (ketenangan psikologis pasien).
– Jingga/Oranye: Melambangkan kehangatan, keramahan, optimisme, dan energi kesembuhan yang aktif.
– Bukaan Kaca Besar di Fasad Depan: Melambangkan transparansi, kejujuran pelayanan medis, serta keterbukaan terhadap cahaya matahari sebagai sumber kehidupan alami.
– Kanopi Tiang Penyangga Berbentuk Huruf ‘V’ (Diagonal): Melambangkan dukungan (support system), stabilitas, dinamisme gerak cepat dalam pelayanan darurat.

View Mata Burung

2. Konsep Desain: Contemporary Healing Environment (Lingkungan Penyembuhan Kontemporer)
Konsep ini menitikberatkan pada arsitektur modern yang fungsional sekaligus ramah secara psikologis bagi pasien dan staf medis.
a. Fasad Geometris Ekspresif (Dynamic Geometric Facade)
Elemen jendela trapesium besar yang menjorok keluar memberikan identitas arsitektur modern yang kuat. Ini tidak hanya estetis, tetapi juga berfungsi mengoptimalkan pencahayaan alami (daylighting) ke area lobi atau ruang tunggu utama.
b. Efisiensi Sirkulasi Area Luar (Emergency and Drop-off Flow)
Desain area bawah kanopi (drop-off) dibuat luas dan terbuka tanpa dinding masif. Hal ini memudahkan manuver armada ambulans dan mempercepat akses penurunan pasien kritis.
Terpencar jalur yang jelas antara area lobi utama dan jalur penunjang di samping bangunan.
c. Arsitektur Ramah Iklim Tropis (Tropical Sustainable Design)
– Kanopi Panjang (Overhang/Cantilever): Melindungi area pedestrian dan pintu masuk dari tempias hujan dan terik matahari langsung yang ekstrem di iklim Indonesia.
– Rongga Jendela Teratur: Ventilasi visual dan cahaya alami pada sayap bangunan menjaga ruangan di dalam tetap terang tanpa harus bergantung penuh pada pencahayaan buatan di siang hari.
d. Penanda Visual yang Jelas (Clear Wayfinding/Signage)
Menara pilar bertuliskan “HADI MEDIKA” menjulang vertikal dengan kontras warna oranye-hijau. Ini sangat fungsional di dunia medis agar fasilitas mudah dikenali dari kejauhan oleh masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat.

View Tampak Depan

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Rumah Minimalis Modern 2 Lantai Bpk Puryadi

Lokasi : Kota Madiun – Jawa Timur
Tahun Pekerjaan : 2018
Luas Bangunan : 99 m2
Luas Lahan : 99 m2

1. Filosofi Bangunan: The Modern Sanctuary (Tempat Bernaung yang Modern)
Filosofi utama dari bangunan ini adalah menciptakan ketenangan di tengah dinamika perkotaan melalui kesederhanaan bentuk dan kejujuran material. Rumah ini dirancang sebagai tempat pulang yang menenangkan, stabil, dan melindungi.
– Bentuk Kubisme (Kotak Geometris): Melambangkan keteraturan, kejujuran berpikir, dan stabilitas hidup penghuninya.
– Elemen Batu Alam (Cokelat dan Hitam): Melambangkan kekuatan yang membumi (grounded), ketahanan terhadap waktu, dan koneksi dengan alam.
– Palet Warna Netral (Putih, Abu-abu, Krem): Melambangkan kejernihan pikiran, kesederhanaan, dan kelapangan jiwa.

View Tampak Depan

2. Konsep Desain: Geometric Tropical Modernism
Konsep ini meleburkan kepraktisan gaya hidup modern yang fungsional dengan adaptasi lingkungan tropis yang nyaman.
a. Komposisi Massa dan Bingkai Geometris (Framing)
Desain ini menggunakan teknik framing (pembingkaian) kotak putih tebal pada lantai dua dan area pintu masuk (entrance). Pembingkaian ini memberikan kedalaman visual (depth) dan bayangan peneduh yang estetik.
b. Kolase Tekstur Material (Material Collage)
Fasad ini adalah permainan tekstur yang kaya:
– Halus: Dinding plester putih dan abu-abu yang bersih.
– Kasar Ringan: Batu alam susun sirih cokelat hangat pada pilar kiri.
– Kasar Berat: Tempelan batu alam tekstur tebal (batu palimanan/karang) di sisi kanan yang menjulang tinggi, serta aksen batu hitam di tengah.
Kombinasi ini mencegah bangunan terlihat monoton meski bentuk dasarnya adalah kotak minimalis.
c. Bukaan Vertikal Maksimal (Light & Air)
Penggunaan jendela kaca sudut (corner window) dan jendela vertikal tinggi memastikan cahaya alami masuk secara melimpah ke dalam rumah, menciptakan kesan interior yang luas dan sehat.
d. Lanskap yang Menyatu (Integrated Greenery)
Keberadaan taman mungil di depan dan pohon palem di sudut memberikan kontras warna hijau yang menyegarkan, melembutkan ketegasan garis-garis arsitektur bangunan.

View Mata Burung

Rumah ini berada di lahan dengan ukuran terbatas, yakni 9 x 11 m dengan sisi kanan kiri dan belakang diapit oleh bangunan tetangga. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana agar rumah ini tetap nyaman, tidak terasa sempit ketika dihuni serta tetap mendapatkan sirkulasi udara dan pencahayaan.

Rumah ini berkonsep minimalis modern, menggunakan genteng beton flat minimalis dengan atap limas dan tonjolan dinding yang vertikal dan horizontal. Aplikasi cat dinding ekseterior warna putih, abu–abu, coklat muda yang dikombinasikan dengan batu alam menjadikan rumah terlihat natural dan modern. Untuk sirkulasi dan pencahayaan dibuatkan taman indoor di bagian belakang.

View Tampak Depan

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Gedung Makan/ Kantin Putra Pondok Ngabar Ponorogo

Client : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Lokasi : Desa Ngabar – Ponorogo
Tahun : 2018
Luas Bangunan : 770 m2 (ukuran 13,5×57 m, 1 lantai)

Bentuk Lahan yang kaku memanjang disikapi dengan Fasade depan yang dinamis, yakni dinding melengkung yang berlapis bata terakota dan permainan garis horizontal diantara batu alam andesit. Material bata yang hangat juga akan menetralisir kesan dingin pada konstruksi atap besi. Aplikasi terakota pada tampak depan juga akan membuat kesan WELCOME, ramah kepada siapapun. Walaupun ini bukan cafe, namun akan menjadi tempat singgah para wali santri, juga merepresentasikan Ngabar sebagai pondok pesantren modern yang inklusif bagi semua kalangan masyarakat
Dinding kantin menggunakan material bata exposed. Perpaduan dengan Struktur besi, memberikan kesan modern namun etnik
Kantilever samping dibuat lebar 2 m untuk mengantisipasi tampias air hujan. Gedung Makan ini dibuat untuk kapasitas 1000 santri Putra.
Finish
interior
malam hari

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Gedung Makan/ Kantin Putri Pondok Ngabar Ponorogo

Client : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Lokasi : Desa Ngabar – Ponorogo
Tahun : 2018
Luas Bangunan : 840 m2 (ukuran 14×30 m, 2 lantai)

A. Filosofi Bangunan: Guyub Lan Sehat (Kebersamaan yang Sehat)
Filosofi utama dari desain kantin komunal ini adalah menciptakan ruang interaksi sosial yang hangat, transparan, dan mendukung kesehatan fisik serta mental para santriwati. Kantin bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang jeda (sanctuary) dari padatnya aktivitas belajar.
– Material Batu Bata Merah Terbuka (Ekspos): Melambangkan kesederhanaan, kejujuran nilai, dan kehangatan rasa kekeluargaan yang erat di pesantren.
– Struktur Baja Hitam Terbuka: Melambangkan keteguhan prinsip, kemandirian, kekuatan karakter, dan efisiensi fungsional.
– Elemen Hijau Tanaman (Biofilik): Melambangkan kesegaran pikiran, pertumbuhan rohani, kesuburan, dan ketenangan jiwa.

Gedung makan berkapasitas 1000 santri ini menggunakan konsep modern industrial bercampur dengan nuansa etnik

B. Konsep Desain: Semi-Open Industrial Tropical Dining Hall
Konsep ini mengawinkan kepraktisan struktur industrial modern dengan adaptasi iklim tropis yang terbuka lebar.
1. Sistem Ventilasi dan Pencahayaan Alami Maksimal (Open Air Pavilion)
Bangunan dirancang tanpa dinding masif di sekelilingnya (konsep paviliun terbuka). Hal ini sangat krusial untuk sirkulasi udara di area dapur dan kantin agar asap masakan tidak terjebak, serta memaksimalkan angin alami untuk mendinginkan ruangan secara pasif.
2. Lanskap Biofilik Bertingkat (Planter Box Facade)
Penempatan kotak tanaman (planter box) bata ekspos di lantai satu dan pembatas balkon lantai dua memberikan kesegaran visual. Tanaman ini juga berfungsi sebagai filter debu alami dan penyejuk sirkulasi udara yang masuk ke area makan.
3. Kejujuran Material (Brutal-Industrial Aesthetics)
Fasad bangunan didominasi oleh perpaduan material mentah yang estetis: bata merah ekspos, baja struktural ekspos warna hitam, lantai keramik motif tegel lokal, dan atap lengkung fungsional. Ini menekan biaya finishing cat sekaligus menciptakan perawatan bangunan yang mudah dalam jangka panjang.
4. Zonasi Fungsional Komunal (Zoning for Mass Capacity)
– Desain meja panjang dan bangku komunal yang efisien untuk menampung banyak santriwati sekaligus.
– Area wastafel cuci tangan diletakkan strategis di bagian luar/depan akses masuk, mendorong budaya hidup bersih dan higienis sebelum dan sesudah makan.

Gedung Makan yang didesain seperti cafe ini diharapkan dapat memberikan kenyaman dan kesan cozy.
Kombinasi antara material struktur baja WF, besi pipa melengkung, dan terakota, memberikan kesan etnik tapi modern
Ruang dalam yang lapang dan luas juga dapat dimanfaatkan sebagai Aula atau Pusat Kegiatan Santri Putri
Hasil jadi gedung kantin putri. Kapasitas sekitar 1000 santriwati
Ruangan lantai 2 ini juga digunakan sesekali sebagai gedung pertemuan.
Tampak depan Gedung Kantin Putri yang langsung menghadap masjid. Konsep ruang makan yang terbuka ini diharapkan memberikan kenyamanan pada santriwati. Selain itu juga menjadi bangunan yang ramah lingkungan
Bordes Tangga yang memperlihatkan Paduan Konsep antara Modernitas dan Ethnic, melalui permainan komposisi material
suasana shubuh

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Masjid akhsan d’lon karanganyar

Luas Bangunan : 540 m2
Lokasi : Kab. Karanganyar
Tahun 2018

A. Filosofi Bangunan: Hablum Minallah Wa Hablum Minannas
Filosofi utama dari rumah ibadah ini adalah merayakan hubungan vertikal yang khusyuk dengan Sang Pencipta, sekaligus menciptakan ruang horizontal yang ramah bagi sesama manusia.
1. Kubah Utama Bermotif Ketupat Geometris: Melambangkan keesaan Allah (Tauhid) yang menjadi pusat dari segala kehidupan. Pola anyaman geometris melambangkan keterikatan dan persatuan umat.
2. Serambi Terbuka yang Luas (Arcade): Melambangkan keterbukaan Islam dalam menyambut siapa saja (Rahmatan lil ‘Alamin), serta menjadi ruang peneduh sosial bagi masyarakat sekitar.
3. Menara Tinggi yang Ramping: Melambangkan seruan azan yang mengangkasa, pengingat waktu, dan mercusuar spiritual bagi lingkungan sekitarnya.

B. Konsep Desain: Neo-Vernacular Islamic Architecture
Konsep desain ini menggabungkan pakem arsitektur masjid nusantara dan Timur Tengah, lalu disederhanakan dengan pendekatan modern kontemporer yang bersih.
1. Reinterpretasi Lengkungan Klasik (Modern Arch)
Masjid ini menggunakan deretan lengkungan (arches) khas arsitektur Islam klasik pada area selasar/teritisan luar. Lengkungan ini tidak kaku, melainkan dibuat mulus dan bersih tanpa ukiran yang terlalu rumit, memberikan kesan modern namun tetap khidmat.
2. Atap Tumpang Nusantara & Kubah Hibrida
Menggunakan atap limasan tumpang (khas Nusantara) yang adaptif terhadap curah hujan tropis tinggi, yang kemudian di mahkotai oleh kubah bawang modern di puncaknya. Kombinasi ini sangat kontekstual untuk wilayah Karanganyar/Solo.

Tampak Depan

3. Palet Warna Bumi yang Menenangkan (Earthy & Warm Palette)
– Pemilihan warna cokelat mocha, krem hangat, dan putih bersih memberikan suasana tenang, teduh, dan khusyuk yang sangat dibutuhkan untuk area beribadah.
– Penambahan ornamen roster/krawangan berpola bintang segi delapan (Islamic pattern) pada dinding samping memberikan detail bayangan estetik sekaligus sirkulasi udara alami.
4. Batas Visual yang Ramah (Low Boundary Fencing)
Desain pagar depan dibuat rendah dengan ritme garis vertikal modern. Pagar ini memberikan fungsi pengamanan area halaman masjid, namun tidak menutup keindahan bangunan dari jalan raya utama.

Tampak Samping
View Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Rumah Minimalis Modern Bpk Jahid di Madiun

Lokasi : Kota Madiun – Jawa Timur
Tahun Pekerjaan : 2018
Luas Bangunan : 129 m2
Luas Lahan : 72 m2

A. Filosofi
Filosofi utama dari desain ini adalah menciptakan rumah sebagai oase kehangatan keluarga di tengah dinamika aktivitas urban yang padat. Rumah ini dirancang untuk menyambut kepulangan penghuninya dengan atmosfer yang menenangkan dan ceria.
1. Atap Pelana Bertingkat (Layered Gable Roof): Melambangkan perlindungan yang kokoh terhadap cuaca tropis, sekaligus penghormatan terhadap bentuk atap tradisional nusantara yang tak lekang oleh waktu.
2. Palet Warna Kuning Mustard, Krem, dan Putih: Melambangkan kegembiraan, optimisme, kecerahan pikiran, dan energi positif di dalam rumah.
3. Pilar Vertikal Cokelat: Melambangkan pohon-pohon di alam—tegak, kuat, menopang, dan memberikan kestabilan bagi seluruh struktur bangunan.

B. Konsep Desain: Dynamic Tropical Minimalism
Konsep ini menggabungkan efisiensi tata ruang minimalis dengan ekspresi fasad yang dinamis untuk merespons iklim tropis.
1. Geometri Fasad yang Dinamis & Ekspresif
– Rumah ini tidak kaku. Adanya permainan sudut serong (bevel/angled corner) pada kanopi lantai dua di atas balkon memberikan karakter arsitektur yang unik dan tidak monoton.
– Kotak jendela menjorok (protruding window box) di sisi kanan lantai dua memberikan aksen visual modern yang tegas.
2. Kolase Tekstur dan Aksen Komposisi
Fasad ini memadukan berbagai bahasa visual yang kaya:
– Batu Alam Susun Sirih: Memberikan tekstur alami yang membumi di tengah dinding plesteran halus.
– Roster Beton: Memberikan aksen bayangan dan ventilasi udara pasif.
– Panel Pola Catur (Checkered Wall): Bidang dekoratif kotak-kotak di atas garasi samping sebagai elemen kejutan (surprise element) modern yang memecah kebosanan dinding masif.

3. Adaptasi Iklim Tropis (Climate Responsive)
Teritisan atap yang cukup lebar melindungi dinding dari paparan panas matahari langsung dan tempias hujan.
Bukaan jendela yang tinggi dan balkon luas di lantai dua dirancang untuk menangkap angin alami (cross ventilation) secara optimal.
4. Zonasi Fungsional Kompak
Pagar depan yang simpel menjaga privasi taman mungil tanpa memutus koneksi visual dengan tetangga.
Desain pintu lipat garasi putih yang praktis untuk kemudahan mobilitas harian kendaraan roda empat maupun roda dua di lahan perkotaan.

desain rumah minimalis modern bpk jahid di madiun oleh multi desain arsitek madiun

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

rumah minimalis modern 2 lantai di surabaya

Luas Bangunan:153 m2
Lokasi : Surabaya
Tahun 2019

A. Filosofi
Filosofi utama dari bangunan ini adalah menciptakan kemandirian ruang hidup yang menyegarkan di lahan perkotaan yang padat. Rumah ini dirancang untuk memberikan kebebasan bernapas, privasi, dan koneksi dengan alam bagi penghuninya.
1. Atap Miring Tunggal (Lean-to / Skillion Roof): Melambangkan visi masa depan yang progresif, dinamis, dan tidak konvensional.
2. Taman Terbuka Hijau di Depan: Melambangkan kerendahan hati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar (memberikan kontribusi oksigen dan estetika bagi kawasan jalan).
3. Balkon Terbuka yang Luas: Melambangkan kebebasan berpikir, ruang kontemplasi, dan keterbukaan terhadap dunia luar tanpa kehilangan rasa aman.

B. Konsep Desain: Asymmetric Split-Level Modernism
Konsep ini menitikberatkan pada permainan tinggi-rendah bangunan (asimetris) yang fungsional dan kaya akan variasi material visual.
1. Gubahan Massa Asimetris yang Berani
Arsitektur bangunan ini tidak monoton karena menggunakan konsep gubahan kotak bertingkat yang bergeser (shifting boxes).
– Atap miring ke satu sisi memberikan karakter modern-kontemporer yang sangat kuat dan membantu mengalirkan air hujan dengan cepat (sangat fungsional di iklim tropis).

View Mata Burung

2. Kolase Material Urban (Textural Urban Collage)
Fasad ini memadukan empat elemen visual utama yang saling menguatkan:
– Bata Merah Ekspos (Sisi Kanan): Memberikan kesan industrial yang hangat dan bernyawa.
– Batu Alam Slate Abu-abu/Hitam: Memberikan kesan kokoh, maskulin, dan modern pada pilar pembatas carport dan balkon.
– Dinding Putih dan Pastel Halus: Memberikan kesan bersih, luas, dan memantulkan cahaya matahari dengan baik.
– Kaca Jendela Vertikal: Memberikan transparansi visual.
3. Pemanfaatan Lahan Terbuka (Maximizing Outdoor Space)
Desain ini tidak menghabiskan seluruh lahan untuk beton. Sepertiga lahan digunakan untuk taman rumput hijau yang asri di lantai dasar.
Di atas area carport, dimanfaatkan menjadi dak beton terbuka (roof terrace) yang sangat luas untuk area hobi, kumpul keluarga, atau kebun atap (roof garden).
4. Pembingkaian Fasad yang Fokus (Architectural Framing)
Bingkai kotak putih di lantai dua memisahkan area istirahat (kamar tidur/balkon) dari elemen bata ekspos di sampingnya, menciptakan zonasi visual yang sangat rapi.

Perspektif Tampak Depan
Perspektif Tampak Depan

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880