Category Archives: Gedung

Asrama Khadijah PP Walisongo Ngabar

Luas bangunan : 932 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Tahun 2021

Desain gedung asrama putri ini mengusung tema Neo-Islamic Modernism. Bangunan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan hunian yang tidak hanya fungsional sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang yang menginspirasi ketenangan, kedisiplinan, dan kemuliaan akhlak bagi para santriwati.
1. Identitas Visual “Khadijah”:
Penggunaan nama “Khadijah” pada fasad atas dengan tipografi kufi modern memberikan identitas yang kuat. Sosok Siti Khadijah disimbolkan melalui ketegasan struktur namun tetap memiliki kelembutan melalui detail ornamen, mencerminkan sosok wanita yang mandiri, cerdas, dan religius.
2. Fasad Geometris Islami (The Arch Rhythm):
Elemen dominan berupa deretan lengkungan lancip (pointed arches) yang berulang menciptakan ritme visual yang harmonis. Bentuk lengkungan ini mengadopsi arsitektur klasik Timur Tengah yang disederhanakan secara minimalis untuk memberikan kesan bersih dan kontemporer.

Tampak Depan

3. Aksen Menara Ornamen (Ornamental Totem):
Di kedua ujung bangunan terdapat elemen vertikal menyerupai menara pipih yang diisi dengan pola Arabesque/Mashrabiya. Detail ini berfungsi sebagai penyeimbang visual agar gedung tidak terlihat monoton, sekaligus memberikan tekstur artistik yang menawan saat terkena cahaya matahari.
4.Permainan Warna “Freshness & Purity”:
Warna hijau limau (lime green) yang dominan melambangkan kesegaran, pertumbuhan, dan kehidupan. Dipadukan dengan warna putih bersih pada bingkai struktur, kombinasi ini menciptakan atmosfer yang ceria dan energik, sangat cocok untuk psikologi remaja putri agar tetap semangat dalam menuntut ilmu.

Tampak Depan
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK CP/WA : 0811-3057-880

Gedung Asrama Pondok Pesantren di Ponorogo

Luas bangunan : 1018 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Tahun 2020

1. Filosofi Fasad: Luminous Integrity
Warna hijau muda yang dominan melambangkan kesegaran, pertumbuhan, dan ketenangan jiwa. Dikombinasikan dengan panel putih bersih, fasad ini mencerminkan integritas santri yang haus akan ilmu namun tetap berpijak pada kesucian hati.
2. Ornamen Mashrabiya Modern
Penggunaan panel vertikal bermotif geometris islami (Islamic pattern) bukan sekadar dekorasi, melainkan berfungsi sebagai:
– Second Skin: Melindungi bangunan dari panas matahari langsung tanpa menutup sirkulasi udara.
– Privasi: Menjaga area balkon santri agar tetap privat namun tetap terlihat estetis dari luar.
– Identitas: Menegaskan karakter religius melalui detail ornamen yang repetitif dan presisi.

Tampak Depan

3. Tipografi sebagai Landmark
Tulisan “MADINAH” yang besar di bagian tengah bukan hanya penanda nama gedung, tetapi simbol doa. Madinah bermakna “Kota”, merujuk pada pusat peradaban Islam. Penempatannya yang sentral menjadikannya titik fokus (vocal point) yang membanggakan bagi penghuninya.
4. Sirkulasi dan Keterbukaan
Desain ini mengutamakan Open Corridor System, di mana setiap lantai memiliki selasar terbuka. Hal ini memastikan:
– Cross Ventilation: Udara alami masuk dengan bebas ke setiap kamar, menciptakan lingkungan belajar yang sehat.
– Konektivitas Sosial: Ruang selasar memungkinkan interaksi antar santri terjalin lebih erat secara visual maupun sosial.
5. Struktur Kokoh dan Berulang
Penggunaan kolom-kolom vertikal yang tegas memberikan kesan Wibawa dan Stabilitas. Repetisi (pengulangan) elemen arsitektur dari ujung ke ujung menciptakan harmoni dan keteraturan, mencerminkan kedisiplinan hidup di dalam pondok pesantren.

Tampak Depan
Tampak Mata Burung
Tampak Depan
Tampak Depan

Masjid Putri Ponpes Walisongo Ngabar Ponorogo

Luas bangunan : 328 m2
Lokasi : Ponpes Walisongo Ngabar – Ponorogo
Tahun 2024

Bernuansa Puitis & Filosofis (Sangat Elegan)
“Menatap Langit, Membumi di Hati”
Bangunan ini mengusung konsep Modern Islamic Arch, di mana lengkungan runcing khas arsitektur klasik ditransformasikan menjadi gubahan fasad yang dinamis dan vertikal. Pengulangan lengkungan ini melambangkan kekhusyukan doa yang terus dipanjatkan ke atas. Dipadukan dengan balutan ornamen krawangan (mashrabiya) bermotif geometri Islam, bangunan ini menciptakan harmoni visual antara privasi, estetika cahaya, dan kemegahan spiritual.

Tampak Depan

Deskriptif Arsitektural (Profesional & Teknis)
“Simfoni Geometri dan Tropis Modern”
Konsep bangunan ini menitikberatkan pada gubahan massa yang tegas namun anggun. Penggunaan sirip fasad berbentuk lengkungan runcing (pointed arch) berfungsi ganda: sebagai identitas visual yang ikonik sekaligus sebagai secondary skin untuk mereduksi panas matahari langsung. Ornamen krawangan di bagian tengah memberikan sirkulasi udara alami dan permainan bayangan (shadow casting) yang estetik di dalam ruangan. Pemilihan palet warna putih bersih dan oren pastel memberikan kesan hangat, ramah, namun tetap agung.

Tampak Samping
Perspektif Mata Burung
Perspektif Mata Burung Depan
Tampak lengkungan Masjid
Mihrab Masjid
Mihrab Masjid

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Balai latihan kerja luar negeri di madiun

Client : PT. Putra Indo Sejahtera
Lokasi: Kota Madiun
Luas Bangunan : 740 m2
Tahun 2018

1. Filosofi Desain
“Pilar Kredibilitas dan Gerbang Masa Depan”
Gedung ini dirancang untuk merepresentasikan visi sebuah lembaga yang mencetak sumber daya manusia unggul, profesional, dan siap bersaing di kancah internasional.
– Lima Pilar Korintia yang Gagah: Melambangkan lima nilai utama lembaga: integritas, profesionalisme, kompetensi, ketahanan, dan kesuksesan. Pilar tinggi yang menopang atap menyimbolkan proses pelatihan yang mengangkat harkat martabat dan masa depan para peserta didik.
– Simetri yang Sempurna: Menunjukkan keteraturan, keadilan, kedisiplinan, dan fokus yang menjadi modal utama dalam dunia kerja profesional.

2. Konsep Arsitektur
a. Elegansi Neoklasik Modern (Modern Neoclassical)
Gedung ini mengambil pakem klasik romawi/yunani kuno namun dieksekusi dengan sentuhan modern yang bersih.
– Kolom Korintia (Corinthian Columns): Menjadi daya tarik utama (focal point) fasad. Detail ukiran hiasan daun (acanthus) pada kapital kolom memberikan sentuhan kemewahan artistik tradisional.
– Fasad Geometris Bersih: Pengulangan jendela kotak bergaya kolonial memberikan kesan formal, rapi, dan administratif yang kuat sebagai area perkantoran.

Perspektif Tampak Depan

b. Tata Pencahayaan Dramatis (Architectural Lighting)
Desain fasad dioptimalkan untuk visual malam hari yang menawan.
– Sorotan Lampu Bawah (Uplighting): Lampu sorot dari dasar pilar ke atas menegaskan tekstur silinder kolom, memberikan efek dramatis yang menambah kemegahan gedung di malam hari.
– Cahaya Hangat (Warm White): Memberikan impresi gedung yang ramah, hangat, dan mengundang bagi setiap tamu maupun peserta pelatihan yang datang.
c. Fungsionalitas Area Publik (Grand Entrance)
Trap Anak Tangga yang Lebar: Berfungsi sebagai area penyambutan (welcoming area) yang megah sebelum memasuki lobi utama atau aula pelatihan.

Plafon Tinggi (High Ceiling Lobby): Area teras depan yang tinggi memberikan sirkulasi udara luar yang sejuk dan kesan lapang bagi para pengunjung.

View Mata Burung
Ruang Aula untuk pertemuan di lantai 2
Ruang kelas untuk pengajaran teori, ruang fleksible tanpa sekat permanen
Ruang tempat latihan menyeterika baju
Ruang latihan merawat bayi bagi calon baby sister
Taman indoor di void tengah, berfungsi untuk sirkulasi udara dan pencahayaan matahari
Ruang praktek merapikan tempat tidur. Semua ruangan terhubung tanpa sekat permanen (dinamis)
Konsep Klasik pada Tampak Depan, mencerminkan kewibawaan institusi pendidikan. Walaupun hanya buruh di negara orang, namun kehormatan & harga diri mereka musti dijaga dan dilindungi.

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Gedung Aula Putri PP Walisongo Ponorogo

Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Luas Bangunan : 600 m2
Tahun Pekerjaan : 2016

A. Filosofi Bangunan
1. Keabadian dan Warisan (Timelessness & Heritage): Penggunaan pilar-pilar masif (order Korintus) dan pedimen (segitiga di atas pilar) adalah simbol kuat dari arsitektur klasik (seperti di Roma dan Yunani kuno). Hal ini menunjukkan keinginan agar bangunan ini tidak lekang dimakan waktu, memancarkan aura keabadian, dan menghargai nilai-nilai warisan sejarah yang agung.
2. Keberhasilan dan Prestise (Success & Prestige): Skala bangunan yang masif, tinggi, dan ornamen yang rumit melambangkan pencapaian dan status sosial pemiliknya. Pencahayaan emas yang hangat mempertegas kesan kemewahan dan kesuksesan yang ingin ditampilkan kepada publik.
3. Cahaya dan Pencerahan (Light & Enlightenment): Kubah kuning menyala di puncaknya bukan sekadar penutup atap, tetapi simbol ‘Mahkota’ atau ‘Puncak Pencerahan’. Ini menunjukkan aspirasi pemilik untuk mencapai tingkat pemahaman atau pencapaian tertinggi, baik secara spiritual maupun material.

Kaca Jendela yang menerus ke atas dan menghadap Timur ini berfungsi memaksimalkan pencahayaan siang hari

B. Konsep Bangunan
1. Neo-Klasik yang Megah (Grand Neo-Classical): Ini adalah konsep utama. Bangunan ini mengambil elemen-elemen klasik (pilar, pedimen, kubah) tetapi diterapkan pada konteks hunian atau gedung modern yang besar. Gaya ini menciptakan kesan formal, simetris, dan ‘berkuasa’.
2. Integrasi Kehidupan Mewah Modern (Integration of Modern Luxury):
– Elemen Hunian: Atap genteng merah yang terlihat di samping pilar menunjukkan bahwa ini adalah bangunan fungsional (kemungkinan hunian mewah atau kantor) dan bukan sekadar monumen atau museum.
– Kenyamanan Modern: Kehadiran mobil mewah (sedan perak) yang terparkir di depan, taman yang tertata rapi, dan pencahayaan eksterior yang canggih menunjukkan konsep kehidupan modern yang berkelas tinggi.
3. Konsep ‘Sintesis Langit dan Bumi’ (Celestial-Terrestrial Synthesis):
– Langit: Latar belakang langit malam berbintang yang sangat dramatis dan luas adalah elemen konsep yang kuat. Ini menghubungkan kemegahan buatan manusia (bangunan) dengan kemegahan alam semesta (kosmos).
– Bumi: Taman di bagian depan dengan tanaman hijau dan bunga-bunga berwarna-warni menjaga bangunan agar tetap membumi, memberikan sentuhan kehangatan alam yang kontras dengan formalitas batu bangunan.

Perspektif Tampak Depan. Aula dengan Gaya Klasik Timur Tengah
View Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Supermarket Konsep Mezzanine

Nama Toko : Famili Love
(Toko yang menjual perlengkapan rumah tangga, perlengkapan bayi dan kebutuhan lainnya)
Luas Bangunan : 800 m2
Lokasi : Madiun

Tampak Samping
Tampak Depan
Tampak depan dari Jalan Raya
Potongan Bangunan dengan Konsep Lantai Mezzanine
Potongan Bangunan dengan Konsep Lantai Mezzanine
Dinding yang menghadap Barat ini dibuat agak masif untuk mengurangi panasnya sinar matahari sore. Disikapi dengan aplikasi cat motif Mozaic warna-warni.
Bangunan yang terletak di Jl Diponegoro ini memiliki konsep lantai split level. Setiap lantai berfungsi sebagai mezanin. Keuntungannya setiap barang dagangan terlihat di setiap lantai, dan pengunjung toko tidak merasa lelah walaupun berjalan naik turun bangunan

Hotel Kos mewah dan Cafe

Client : Bpk. Hasyim Ali
Lokasi : Jambi
Tahun Pekerjaan : 2014
Luas Bangunan : 2.300 m2
Luas Lahan : 3.100 m2

Denah Kos n Cafe Lantai 1
Denah Kos n Cafe Lantai 1
Denah Kos n Cafe Lantai 2
Denah Kos n Cafe Lantai 2
Desain gedung kos dan cafe
Desain gedung kos dan cafe

Tags : rumah minimalis, desain rumah, gambar rumah, gambar rumah minimalis, desain rumah minimalis, arsitektur, arsitek indonesia, arsitek rumah minimalis, gambar arsitek, desain arsitek, jasa arsitek, arsitek desain rumah, arsitek rumah, desain gambar rumah, gambar desain rumah, rumah sederhana, desain rumah sederhana, gambar rumah sedehana, desain kamar, desain ruang, gambar model rumah, konsultan perencana, kontraktor rumah, jasa kontraktor, jasa pemborong, pemborong rumah, kontraktor bangunan, gambar bangunan, bangunan rumah, bangunan gedung, rumah sakit, doddy radityo, arsitek madiun, arsitek jawa timur