Lokasi : Kota Madiun – Jawa Timur
Tahun Pekerjaan : 2018
Luas Bangunan : 259 m2
Luas Lahan : 1000 m2
Tampak Depan
Rumah ini dibangun di lahan yang cukup luas yaitu 1000 m2, dikelilingi oleh sawah dan cukup jauh dengan tetangga. Oleh sebab itu, eksplorasi desain bisa menampilkan 2 sudut pandang. Penggunaan kaca sudut dan batu alam disudut depan rumah menjadi focal point dari bangunan ini. Overstek/ kantilever atap yang panjang memberi kesan dramastis sekaligus dinamis. Warna yang digunakan adalah warna lembut dengan sebagian meng–expose beberapa material alam.
Pada bagian tampak selatan rumah terdapat sun screen berupa laser cutting dengan motif unik. Hal ini sekaligus sebagai representasi dari pemilik rumah yang memiliki usaha yang begerak di bidang desain dan advertising. Teras dan ruang tamu yang luas bagian depan menjadi zona publik yang memisahkan dari zona privat. Denah rumah ini berbentuk “U” dengan taman di tengahnya. Dengan demikian semua ruang akan mendapatkan pemandangan ke arah taman, sirkulasi udara dan sinar matahari.
Desain masjid ini mengusung gaya arsitektur Islam Modern dengan sentuhan kontemporer. Hal ini mencerminkan sistem pendidikan modern yg diterapkan di ponpes ini. Yakni perpaduan kurikulum Kemenag, Kemendikbud, dan kurikulum lokal (pesantren).
Gerbang depan yang berbentuk seperti Ujung Pena, melambangkan ilmu pengetahuan, ketajaman berpikir, intelektualitas, dan kreativitas. Ujung pena yang tajam ke atas merepresentasikan optimisme, aspirasi tinggi, dan peran penting santri dalam menuliskan masa depan.
Masjid ini dibuat terbuka tanpa AC, dengan menggunakan metode ventilasi silang untuk mendukung Eco Pesantren dengan menghemat energi secara signifikan. Atap yang tinggi serta pencahayaan alami, selaras dengan prinsip Green Mosque yang memaksimalkan efisiensi energi, mengurangi jejak karbon, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Struktur nya dibuat bentang lebar tanpa kolom satupun di tengah karena fungsinya selain sebagai tempat sholat, juga digunakan sebagai ruang pertemuan dan pengajian Akbar.
Filosofi Desain: “Gerbang Ilmu dan Cahaya”
Desain masjid ini tidak hanya berdiri sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol pusat peradaban dan pendidikan (Pondok Pesantren) yang kokoh namun terbuka.
1. Fasad Melengkung: Dekapan Ukhuwah
Bentuk fasad utama yang melengkung lebar (busur) melambangkan keterbukaan dan perlindungan. Ini menggambarkan bahwa
masjid adalah tempat yang inklusif, merangkul seluruh santri dan jemaah dalam satu dekapan ukhuwah islamiyah yang
hangat.
2. Menara Kembar: Keseimbangan Ilmu dan Amal
– Dua menara kokoh di sisi kanan dan kiri yang mengapit bangunan utama melambangkan keseimbangan (tawazun).
– Satu sisi merepresentasikan Ilmu Pengetahuan, dan sisi lainnya merepresentasikan Amal Ibadah.
– Kubah kecil di atas menara dengan aksen pola geometris emas menunjukkan bahwa ilmu dan amal harus selalu bermuara
pada kemuliaan nilai-nilai ketuhanan.
3. Deretan Lengkungan Geometris: Langkah Menuju Kesucian
Penggunaan pola lengkungan lancip yang repetitif pada dinding bangunan melambangkan konsistensi dan istiqomah. Pola ini membimbing mata menuju pintu utama, filosofinya adalah setiap langkah yang diambil di lingkungan pesantren merupakan proses pembersihan jiwa menuju kedekatan dengan Sang Pencipta.
4. Warna Terakota dan Krem: Keteduhan Bumi
Pemilihan warna-warna tanah (earthy tones) seperti krem dan cokelat terakota melambangkan kerendahhatian (tawadhu). Meskipun bangunan tampil megah secara visual, penggunaan warna ini mengingatkan bahwa manusia berasal dari tanah dan harus selalu berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan yang rendah hati.
5. Ornamen Mashrabiya: Transparansi Spiritual
Detail pola bintang dan geometri pada bagian menara berfungsi sebagai jalur cahaya dan udara. Secara filosofis, ini menggambarkan transparansi dan kejujuran intelektual yang menjadi dasar pendidikan di Darunnajah; di mana cahaya kebenaran harus dibiarkan masuk dan menyinari setiap relung hati manusia.
Tampak Depan 1Tampak SampingPerspektif Mata BurungTampak Depan 1Tampak Depan 2Tampak SampingInterior Mihrab Masjid 1Interior Mihrab Masjid 2Interior Mihrab Masjid 3Interior Mihrab Masjid 3Perspektif Mata BurungInterior Tempat Wudhu 2Interior Tempat Wudhu 3Tampak Depan Tempat Wudhu VIPTampak Samping Tempat Wudhu VIPPerspektif Mata Burung Tempat Wudhu VIP
1. Filosofi: “The Canvas of Light” (Kanvas Cahaya)
Filosofi utama rumah ini adalah menjadikan bangunan sebagai media seni yang dinamis. Fasad atas yang putih bersih berfungsi seperti kanvas kosong yang “dilukis” oleh cahaya.
– Abstraksi & Ekspresi: Bukaan jendela berbentuk garis miring yang asimetris melambangkan pemikiran yang out-of-the
box, dinamis, dan tidak kaku.
– Keberanian dalam Kontras: Perpaduan warna putih masif di atas dan merah bata (terakota) di bawah melambangkan
hubungan antara idealisme dan realitas.
2. Konsep Arsitektur
Rumah ini menggunakan pendekatan Geometris Abstrak dengan elemen dekoratif fungsional.
A. Dominasi Fasad “Layar”
– Massa Atas yang Masif: Lantai dua didominasi oleh dinding putih besar tanpa jendela konvensional. Ini menciptakan
privasi total sekaligus menjadi ikon visual yang kuat di lingkungan sekitar.
– Bukaan Linear (Slit Windows): Alih-alih jendela kotak biasa, rumah ini menggunakan celah cahaya miring yang artistik.
Pada malam hari, lampu dari dalam interior akan membuat garis-garis ini tampak menyala, memberikan efek futuristik.
Tampak Depan
B. Tekstur & Material (Brutalisme Halus)
– Bata Ekspos/Roster Merah: Bagian bawah menggunakan material terakota yang disusun dengan pola berlubang (roster). Ini
berfungsi sebagai ventilasi alami sekaligus memberikan tekstur yang kontras dengan dinding lantai atas yang mulus.
– Finishing Acian: Pagar pembatas menggunakan panel beton ekspos dengan detail lubang baut yang khas, memperkuat kesan
industrial modern yang rapi.
Tampak Samping
C. Permainan Cahaya (Lighting Design)
– Up lighting: Lampu sorot dari bawah ke arah pagar beton menciptakan kedalaman visual dan kesan megah di malam hari.
– Backlit Effect: Pencahayaan dari dalam celah jendela lantai dua memberikan identitas unik yang berbeda antara
tampilan siang dan malam.
Luas bangunan : 193 m2
Lokasi : Jl. Salak Madiun
Tahun 2022
1. Filosofi: “Transparansi & Kedalaman”
– Filosofi utama rumah ini adalah keterbukaan jiwa yang tetap memiliki ruang refleksi pribadi. Penggunaan kaca besar
yang mendominasi fasad mencerminkan gaya hidup yang transparan dan jujur.
– Visi yang Jelas: Jendela berbentuk pelana (pitched roof) yang sepenuhnya kaca melambangkan kejernihan pandangan dan
keterhubungan antara penghuni dengan alam (langit dan cahaya).
– Kehangatan di Tengah Modernitas: Penggunaan material bata merah yang membingkai area beton melambangkan bahwa di
balik kemajuan teknologi dan desain modern, kehangatan keluarga (simbol bata tradisional) tetap menjadi inti dari
rumah.
2. Konsep Arsitektur
Rumah ini menggunakan pendekatan Neo-Vernakular Modern, di mana bentuk atap tradisional disederhanakan menjadi garis-garis geometris yang bersih.
A. Tipologi “A Frame” Modern
– Atap: Bentuk segitiga pada lantai atas adalah interpretasi modern dari atap pelana. Dengan menghilangkan teritisan
(overstek), bangunan terlihat lebih sleek, minimalis, dan sangat khas gaya Nordik/Skandinavia.
– Dinding Trapezoide: Permainan sudut miring pada bingkai dinding di sebelah kiri memberikan efek kedalaman (depth) dan
perspektif yang unik, menciptakan bayangan yang berubah-ubah sepanjang hari.
Tampak Depan
B. Materialitas Kontras
– Bata Ekspos & Tekstur Semen: Kombinasi bata merah yang kasar dengan dinding semen bertekstur menciptakan palet warna
bumi yang maskulin namun tetap terasa akrab.
– Grid Hitam pada Kaca: Bingkai jendela berwarna hitam memberikan garis penegas (kontur) yang kuat, memastikan bangunan
terlihat kokoh meski didominasi elemen kaca.
Tampak Belakang
C. Privasi Berlapis
– Pagar Wood-Plastic Composite (WPC): Penggunaan pagar dengan elemen kayu horizontal memberikan privasi pada lantai
dasar tanpa membuat rumah terlihat tertutup sepenuhnya.
– Pencahayaan Fasad: Lampu dinding (sconce) yang menyorot ke atas dan ke bawah pada panel semen memberikan dimensi
tekstur yang dramatis saat senja
Luas bangunan : 154 m2
Lokasi : Ponorogo
Tahun 2023
1. Konsep Arsitektur
Desain ini mengadopsi gaya Minimalis Tropis yang sangat adaptif terhadap iklim Indonesia yang panas dan lembap.
A. Tipologi Atap & Sirkulasi Udara
– Atap Pelana Eksponensial: Bentuk atap segitiga yang curam tidak hanya ikonik secara visual, tetapi juga sangat
fungsional untuk mengalirkan air hujan dengan cepat dan memberikan volume ruang plafon yang tinggi (high ceiling)
agar interior tetap sejuk.
– Kisi-kisi Kayu (Secondary Skin): Deretan kayu vertikal pada bagian atas berfungsi sebagai penghalau panas matahari
langsung (sun shading) tanpa menutup aliran udara masuk ke dalam rumah.
B. Eksplorasi Material & Fasad
– Dinding Bata Ekspos: Penggunaan bata merah tanpa plester memberikan karakter rustic yang kuat dan menjadi titik fokus
(focal point) yang kontras dengan dinding beton putih di sekitarnya.
– Roster (Ventilasi Blok): Penggunaan roster bata di lantai dua memberikan tekstur geometris yang cantik sekaligus
menjadi jalan masuk udara alami, menciptakan efek permainan cahaya dan bayangan di dalam ruangan.
Tampak Depan 1
C. Lansekap & Pembatasan Ruang
– Dinding Privasi Berlapis: Penggunaan pagar rendah berbahan batu alam abu-abu dengan aksen garis vertikal memberikan
batas privasi yang elegan tanpa membuat rumah terasa terisolasi dari lingkungan.
– Vegetasi Garis: Tanaman hijau rendah di depan pagar berfungsi sebagai transisi lembut antara jalan umum yang keras
dengan area hunian yang privat.
Tampak Depan 2Tampak BelakangPerspektif Mata Burung
Luas bangunan : 1587 m2
Lokasi : Palembang
Tahun 2023
1. Konsep Arsitektur & Fungsional
Bangunan ini memaksimalkan fungsi lahan dengan pembagian zona yang sangat jelas berdasarkan tingkat aktivitasnya.
A. Zonasi Vertikal (Vertical Zoning)
– Lantai Dasar : Digunakan untuk fungsi retail seperti minimarket (Alfamart) dan jasa laundry. Area ini dirancang
dengan aksesibilitas tinggi dan parkir luas untuk memudahkan perputaran konsumen.
– Lantai Atas (Lifestyle/Private Zone): Digunakan untuk fungsi yang lebih spesifik seperti Gym & Studio serta area
hunian/kos (D’Home). Pemisahan ini memberikan ketenangan bagi penghuni di atas tanpa mengganggu aktivitas bisnis
dibawah.
B. Estetika Kontemporer
– Fasad Kantilever (Overhang): Lantai dua memiliki bagian yang menjorok ke depan dengan langit-langit (ceiling)
bermotif kayu dan lampu downlight tanam. Ini memberikan perlindungan dari hujan bagi pejalan kaki di lantai bawah
sekaligus memberikan kesan mewah dan teduh.
– Permainan Material & Warna:
1. Krem & Putih: Warna dominan yang memberikan kesan bersih, profesional, dan luas.
2. Aksen Kuning: Memberikan energi dan identitas visual yang mencolok agar mudah dikenali dari kejauhan.
3. Panel Kayu: Memberikan sentuhan alami agar bangunan tidak terlihat terlalu kaku sebagai gedung komersial.
C. Efisiensi Ruang & Cahaya
– Bukaan Kaca Maksimal: Seluruh fasad depan menggunakan kaca besar untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan berfungsi
sebagai “display” hidup bagi bisnis di dalamnya.
– Balkon Linear: Penambahan balkon dengan railing hitam minimalis di lantai dua memberikan ruang terbuka bagi pengguna
gym atau penghuni kos untuk bersantai sejenak.
Tampak Depan 1Tampak Depan 2Tampak SampingPerspektif Mata Burung
1. Konsep Arsitektur
Bangunan ini menggunakan pendekatan High-Tech Modern yang menonjolkan estetika fasad sebagai identitas utama.
A. Fasad Geometris (The Signature Envelope)
– Pola Triangulasi: Lantai atas dibungkus dengan panel kaca yang memiliki aksen segitiga dengan gradasi warna abu-abu,
biru, dan kayu. Pola ini menciptakan efek visual tiga dimensi yang artistik dan futuristik.
– Permainan Warna & Material: Kombinasi warna biru dan kayu pada beberapa panel segitiga memberikan sentuhan hangat
(tropis) di tengah dominasi material kaca dan logam yang dingin.
B. Desain Kantilever & Atap (The Wing Roof)
– Atap Plat Datar: Atap dirancang lebar melampaui badan bangunan, memberikan perlindungan ekstra terhadap cuaca tropis
(hujan dan panas) sekaligus mempertegas garis horizontal bangunan agar terlihat lebih megah.
– Kanopi Kaca: Di atas pintu masuk utama, terdapat kanopi kaca minimalis yang memberikan perlindungan bagi tamu tanpa
menutupi keindahan fasad utama.
C. Kontras Tekstur pada Podium
– Lantai Dasar Masif: Berbeda dengan lantai atas yang transparan, lantai dasar menggunakan pelapis dinding batu alam
abu-abu dengan tekstur kasar. Hal ini secara visual “mengikat” bangunan ke tanah dan memberikan kontras yang menarik
dengan kehalusan kaca di atasnya.