Luas bangunan : 1190 m2
Lokasi : Kalimantan Timur
Tahun 2021








MULTIDESAIN ARSITEK. WA: 0811-3057-880
Luas bangunan : 383 m2
Lokasi : Madiun
Tahun 2022
Konsep: “The Green Oasis of Nabawi”
Desain masjid ini mengambil inspirasi kuat dari arsitektur klasik Masjid Nabawi, yang kemudian diadaptasi dengan palet warna yang melambangkan identitas keislaman di Nusantara.
1. Karakteristik Fasad (Arcade Elegance)
– Lengkungan Ikonik: Penggunaan arch atau lengkungan setengah lingkaran yang berulang pada selasar masjid mengadopsi gaya arsitektur Islam klasik. Pola selang-seling warna hijau dan krem pada lengkungan memberikan ritme visual yang dinamis namun tetap menenangkan.
– Portal Utama (The Grand Entrance): Bagian tengah bangunan dibuat lebih tinggi dan menonjol sebagai fasad utama. Penggunaan panel hijau solid dengan kaligrafi memberikan penegasan bahwa ini adalah titik pusat spiritual bangunan.

2. Ornamen dan Detail (Islamic Geometry)
– Mashrabiya Modern: Penggunaan panel dekoratif dengan motif bintang segi delapan (Islamic geometric pattern) pada bagian atas lengkungan berfungsi sebagai ventilasi alami sekaligus penyaring cahaya. Hal ini menciptakan permainan bayangan yang indah di dalam ruang selasar.
– Tipografi Spiritual: Penempatan kaligrafi “Allah” dan “Muhammad” yang strategis di sisi depan portal utama memberikan pengingat visual yang kuat bagi setiap jamaah yang datang.

3. Simbolisme Warna dan Bentuk
– Palet Hijau & Krem: Warna hijau melambangkan keteduhan, kedamaian, dan surga, sementara warna krem/putih memberikan kesan bersih dan suci. Kombinasi ini menciptakan suasana yang ramah dan “sejuk” dipandang mata.
Atap Limasan Kontemporer: Meskipun fasad bernuansa Timur Tengah, penggunaan struktur atap yang cenderung limas pada bagian belakang menunjukkan adaptasi terhadap iklim tropis, memastikan pembuangan air hujan yang efektif.


Luas bangunan : 267 m2
Lokasi : Madiun
Tahun 2022
1. Kubah Berpola Catur Hijau-Putih: Pola catur hijau-putih yang dinamis pada kubah menjadi vocal point yang menyimbolkan harmoni, keseimbangan, dan keberagaman dalam kesatuan umat. Hijau zamrud mewakili kehidupan dan alam, sementara putih mewakili kesucian dan kebersihan.
2. Menara Modern dengan Puncak Emas: Menara ramping berlapis emas di puncaknya bukan hanya penanda waktu shalat, tetapi juga melambangkan aspirasi spiritual yang tinggi dan cahaya petunjuk bagi umat.
3. Fasad Megah dengan Lengkungan Runcing: Jajaran jendela dengan lengkungan runcing khas arsitektur Islam klasik memberikan ritme dan keanggunan pada fasad. Warna kuning cerah pada bingkai jendela memberikan sentuhan modern dan ceria.

4. Teras Berbintang Emas: Area teras yang megah dengan barisan pilar yang kokoh, dihiasi dengan pola bintang delapan dan kaligrafi keemasan yang menawan. Ini adalah ruang transisi yang tenang dan mengundang jamaah untuk menyiapkan hati.
5. Taman Minimalis dengan Bunga Berwarna-Warni: Taman kecil yang asri dengan bunga-bunga kuning dan ungu di depan masjid memberikan kesan “membumi” dan memberikan kesejukan visual.


Luas bangunan : 267 m2
Lokasi : SMPN 1 Karangploso Malang
Tahun 2022
Konsep Arsitektur: “Harmoni Tradisi dan Modernitas dalam Cahaya Kebajikan”
Desain masjid ini mengusung pendekatan modern-kontemporer yang dipadukan dengan elemen ornamen Islam klasik, menciptakan tampilan yang elegan, bersih, dan mengundang. Konsep utamanya berfokus pada keseimbangan antara bentuk geometris yang tegas dan detail dekoratif yang rumit.
Poin-Poin Utama Konsep:
1. Fasad Simetris yang Ikonik: Masjid ini memiliki struktur fasad yang sangat simetris, memberikan kesan stabil, agung, dan formal. Bagian tengah yang menonjol (portal utama) menjadi fokus visual, dipertegas oleh pola geometris segi delapan (bintang) yang besar dengan kaligrafi “Allah” di pusatnya, melambangkan keesaan dan pusat keimanan.
2. Harmoni Material dan Warna: Penggunaan skema warna netral dan hangat—seperti warna krem/putih tulang pada dinding utama yang kontras dengan warna cokelat tanah/terakota pada menara dan bingkai portal—memberikan kesan tenang, bersahabat, namun tetap berwibawa. Tekstur dinding dibuat halus untuk menonjolkan detail mashrabiya.

3. Filosofi “Cahaya Menembus Ruang”: Bagian paling menonjol dari desain ini adalah penggunaan panel kisi-kisi ukiran laser (mashrabiya) yang luas di sisi kiri dan kanan portal utama, serta pada dinding pagar samping. Panel-panel ini bukan hanya dekoratif, tetapi memiliki fungsi:
4. Pencahayaan Alami (Siang): Di siang hari, panel ini memungkinkan cahaya matahari masuk ke area selasar, menciptakan pola bayangan yang artistik dan dinamis di lantai dan dinding, sekaligus memberikan penghawaan alami.
5. Pencahayaan Estetik (Malam/Senja): Seperti terlihat dalam visual, di senja hari, pencahayaan dari dalam menembus keluar melalui panel kisi-kisi ini, menciptakan efek “lentera” yang hangat dan mengundang. Ini menyimbolkan bahwa masjid adalah sumber cahaya spiritual bagi lingkungan sekitarnya.

6. Menara Kembar yang Proporsional: Dua menara ramping di bagian atas dirancang dengan elemen tradisional seperti pilar-pilar kecil (arcades) dan kubah kerucut kecil yang serasi dengan skema warna cokelat. Menara ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda visual masjid dari kejauhan, tetapi juga secara estetika membingkai portal utama di tengah.
7. Gerbang Terbuka dan Ramah: Pintu masuk utama yang terang benderang dan terbuka lebar mencerminkan konsep masjid yang inklusif dan ramah bagi siapa saja yang ingin beribadah. Kehadiran figur manusia dalam visual menekankan skala bangunan yang monumental namun tetap dalam jangkauan manusiawi.


Luas bangunan : 197 m2
Lokasi : Bandung
Tahun 2021
Masjid Miftahul Falah ini mengusung gaya Mediteran Modern Kontemporer. Desainnya menonjolkan keberanian dalam permainan warna dan eksplorasi bentuk menara yang unik, menciptakan sebuah rumah ibadah yang ikonik, segar, dan relevan dengan gaya hidup masyarakat modern tanpa meninggalkan esensi spiritualnya.
Poin-Poin Utama Konsep:
1. Palet Warna “Aquatic Zen”:
Penggunaan gradasi warna Tosca (Turquoise) dan Hijau Teal memberikan nuansa yang sangat menyejukkan, tenang, dan jernih. Warna ini melambangkan kedalaman spiritual dan ketenangan hati, yang sangat kontras namun harmonis dengan elemen putih bersih dan aksen krem pada batu alam.
2. Menara Kontemporer “Lighthouse of Faith”:
Bentuk menara masjid ini sangat tidak konvensional. Menggunakan struktur kotak masif yang dikombinasikan dengan panel GRC Cutting Laser yang tinggi di bagian atas. Saat malam hari, menara ini berfungsi seperti mercusuar (lentera) cahaya, menyebarkan pola geometris ke sekelilingnya, menyimbolkan petunjuk jalan menuju kebaikan (kemenangan).
3.Aksen Kubah Geometris:
Kubah utama tidak dibiarkan polos, melainkan diberi pola zigzag/chevron dengan perpaduan warna hijau tua dan muda. Pola ini memberikan kesan dinamis dan modern, sekaligus memperkuat identitas visual bangunan dari kejauhan.

4. Portal Utama yang Tegas (The Entrance):
Pintu masuk utama dibingkai dengan struktur kotak berwarna tosca gelap yang menonjol keluar. Di dalamnya terdapat lengkungan lancip (arch) dengan panel ornamen mashrabiya yang rumit. Desain ini menciptakan transisi yang dramatis antara dunia luar dengan kekhusyukan ruang dalam masjid.
5. Irama Lengkungan Mediteran:
Sisi samping bangunan dihiasi dengan deretan lengkungan tinggi berwarna putih yang menjadi ciri khas arsitektur Mediteran. Ini memberikan kesan bangunan yang kokoh, berwibawa, namun tetap estetis.
6. Simbolisme Bulan Sabit dan Bintang:
Penempatan ornamen bulan sabit dan bintang yang berwarna kuning emas di puncak menara memberikan sentuhan klasik sebagai penanda identitas Islam, yang dipertegas dengan pencahayaan (lampu neon box) pada nama masjid.


MULTIDESAIN_ARSITEK CP/WA : 0811-3057-880
Luas bangunan : 327 m2
Lokasi : Sulawesi Selatan
Tahun 2021
1. Filosofi Warna: Earthly Devotion
Penggunaan warna terakota/cokelat bumi yang dominan menciptakan kesan hangat, membumi, dan kokoh. Warna ini melambangkan kerendahan hati manusia di hadapan Sang Pencipta, sekaligus memberikan kontras yang elegan dengan aksen putih bersih yang melambangkan kesucian.
2. Fasad Grand Entrance: Pintu Menuju Cahaya
Elemen utama bangunan ini adalah portal raksasa di bagian tengah yang menonjol ke depan:
– Lengkung Multi-Layer: Bentuk lengkungan khas bangunan Timur Tengah yang dimodifikasi menjadi lebih kaku dan modern, memberikan kesan berlapis (layering) yang dinamis.
– Panel GRC: Penggunaan Kerawang GRC bermotif islami memberikan tekstur pada bangunan sekaligus berfungsi sebagai lubang cahaya dan ventilasi alami.
3. Simbolisme Kaligrafi Fokus
Penempatan lafaz “Allah” tepat di tengah fasad bukan sekadar estetika, melainkan sebagai pengingat utama (reminder) bagi setiap orang yang datang bahwa pusat dari segala aktivitas di rumah Tahfidz ini adalah untuk mengabdi kepada-Nya.

4. Mahkota Bangunan: Kubah Geometris
Berbeda dengan kubah polos pada umumnya, desain ini menggunakan tiga kubah dengan pola mozaik geometris.
– Kubah Utama & Pendamping: Menciptakan hierarki visual yang seimbang.
– Pola Mozaik: Memberikan sentuhan artistik yang kuat tanpa terlihat berlebihan, mencerminkan kerumitan sekaligus keindahan ayat-ayat Al-Qur’an yang dipelajari di dalamnya.


MULTIDESAIN_ARSITEK CP/WA : 0811-3057-880
Luas bangunan : 797 m2
Lokasi : Kota Madiun
Tahun 2020
1. Filosofi Fasad: The Rhythm of Worship
Elemen paling menonjol pada bangunan ini adalah deretan archway (lengkungan) tinggi yang berulang.
– Simbolisme: Repetisi lengkungan ini melambangkan keteraturan dalam ibadah dan barisan shaf yang rapi.
– Estetika: Bentuk lengkung yang ramping memberikan kesan bangunan yang “tumbuh” ke atas (vertikalitas), menciptakan kemegahan visual meskipun berdiri di lahan yang terbatas.
2. Ornamen Geometris Berlapis (Layered Pattern)
Bangunan ini menggunakan detail dekoratif yang kaya namun tetap terlihat bersih:
– GRC Cut-Out: Panel bermotif bintang segi delapan (Islamic star) pada area balkon berfungsi sebagai penghalau silau matahari sekaligus menciptakan permainan bayangan yang artistik di selasar.
– Aksen Emas/Kuning: Penempatan ornamen kecil berwarna emas di antara tiang memberikan sentuhan mewah dan menjadi titik perhatian (accent point) yang elegan.

3. Menara Kembar dan Kubah Simetris
Penggunaan dua menara rendah di sisi kanan dan kiri yang menyatu dengan badan bangunan menciptakan keseimbangan simetris.
– Kubah Mozaik: Kubah dengan pola garis cokelat diagonal memberikan karakter modern dan dinamis, menjauh dari kesan kubah polos tradisional.
– Hierarki Visual: Menara ini membingkai tulisan nama masjid di tengah, memastikan identitas bangunan terbaca dengan jelas dari kejauhan.
4. Palet Warna: Desert Sand & Earthy Tones
Warna-warna yang dipilih diambil dari elemen alam Timur Tengah:
– Krem dan Cokelat Muda: Memberikan kesan hangat, tenang, dan abadi (timeless).
– Batu Alam: Penggunaan tekstur batu pada pilar utama menambah kesan kokoh dan menyatu dengan lingkungan sekitar.

5. Sirkulasi Udara dan Pencahayaan Alami
Desain balkon terbuka di lantai dua dan koridor yang lebar di lantai dasar memastikan:
– Ventilasi Alami: Udara dapat mengalir bebas ke dalam ruang utama, menjaga suhu tetap sejuk tanpa ketergantungan penuh pada pendingin ruangan.
– Interaksi Sosial: Ruang selasar yang luas memungkinkan jamaah untuk berinteraksi dengan nyaman sebelum atau sesudah waktu shalat.

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880
Luas bangunan : 698 m2
Lokasi : Madiun
Tahun 2020
1. Filosofi Warna: Freshness and Spirituality
Penggunaan warna Turquoise (Hijau Toska) yang dominan memberikan kesan yang menyegarkan, modern, dan menenangkan. Warna ini melambangkan kejernihan pikiran dan kedamaian spiritual, membedakannya dari masjid tradisional namun tetap mempertahankan nilai-nilai religius.
2. Fasad Multi-Layered Arches
Elemen utama bangunan ini adalah permainan lengkungan berlapis (nested arches) yang tegas:
– Frame Putih Kontras: Bingkai putih pada setiap lengkungan memberikan garis batas yang bersih dan menonjolkan bentuk arsitektur.
– Ornamen GRC Filigree: Panel dekoratif putih dengan motif geometris yang halus memberikan tekstur yang kaya dan berfungsi sebagai elemen peneduh yang artistik.
3. Komposisi Kubah: Diamond Pattern
Bangunan ini memiliki tiga kubah (satu utama dan dua pendamping) dengan detail pola belah ketupat/mozaik:
– Aksen biru & Putih: Pola pada kubah memberikan karakter yang dinamis dan memastikan kubah tetap menjadi titik fokus bangunan.
– Menara Integrasi: Menara rendah di sisi kanan dan kiri yang menyatu dengan badan bangunan memberikan kesan kokoh dan simetris.

4. Materialitas: Modern Meets Natural
Fasad bagian tengah menggunakan pelapis batu alam (Travertine/Sandstone) berwarna krem hangat:
– Kontras Tekstur: Tekstur alami batu alam menyeimbangkan warna toska yang solid, memberikan kesan bangunan yang mewah namun tetap membumi.
– Logo Kaligrafi: Penempatan elemen kaligrafi modern tepat di tengah portal utama menegaskan fungsi bangunan sebagai rumah ibadah.
5. Konektivitas Bangunan: The Auxiliary Wing
Adanya bangunan sayap (asrama atau ruang kantor) yang terpisah namun memiliki gaya desain yang selaras (menggunakan motif lengkung dan warna yang sama) menciptakan satu kesatuan kompleks islami yang harmonis. Desain ini memungkinkan pembagian fungsi ruang yang jelas antara area ibadah utama dan area pendukung.


MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880
Luas bangunan : 940 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Muaro Bungo, Jambi
Tahun 2020
1. Filosofi Fasad: The Softness of Faith
Sesuai namanya, Al-Lathif (Yang Maha Lembut), fasad bangunan ini menonjolkan komposisi warna krem lembut dan putih. Penggunaan material pelapis batu alam memberikan kesan kokoh namun tetap hangat, menciptakan atmosfer ibadah yang tenang dan inklusif.
2. Aksen Lengkung Striped-Ablaq
Salah satu elemen paling ikonik adalah penggunaan lengkungan berpola garis (belang) pada area selasar lantai dua.
– Inspirasi: Merujuk pada teknik Ablaq klasik, pola ini memberikan karakter kuat dan dinamis pada bangunan.
– Visual: Garis-garis tersebut membingkai area balkon, menciptakan kedalaman visual (depth) yang menarik bagi siapa pun yang memandangnya.

3. Simbolisme Bintang Segi Delapan (Rub el Hizb)
Pada kedua menara samping, terdapat jendela besar berbentuk bintang segi delapan.
– Identitas: Simbol ini adalah penanda universal arsitektur Islam yang melambangkan kesempurnaan dan keseimbangan.
– Fungsi: Selain nilai estetika, lubang ini berfungsi sebagai sirkulasi udara alami dan pencahayaan artistik bagi area tangga menara.
4. Komposisi Menara dan Kubah Turquoise
Bangunan ini menggunakan menara kembar yang terintegrasi dengan badan bangunan untuk menciptakan siluet yang stabil dan megah.
– Kubah Belah Ketupat: Pola geometris pada kubah berwarna hijau toska memberikan sentuhan warna yang segar di tengah dominasi warna bumi (earth tones).
– Linearitas: Bentuk menara yang kotak memberikan kesan modern yang kontras namun harmonis dengan bentuk kubah yang melengkung.



MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880
Luas bangunan : 328 m2
Lokasi : Ponpes Walisongo Ngabar – Ponorogo
Tahun 2024
Bernuansa Puitis & Filosofis (Sangat Elegan)
“Menatap Langit, Membumi di Hati”
Bangunan ini mengusung konsep Modern Islamic Arch, di mana lengkungan runcing khas arsitektur klasik ditransformasikan menjadi gubahan fasad yang dinamis dan vertikal. Pengulangan lengkungan ini melambangkan kekhusyukan doa yang terus dipanjatkan ke atas. Dipadukan dengan balutan ornamen krawangan (mashrabiya) bermotif geometri Islam, bangunan ini menciptakan harmoni visual antara privasi, estetika cahaya, dan kemegahan spiritual.

Deskriptif Arsitektural (Profesional & Teknis)
“Simfoni Geometri dan Tropis Modern”
Konsep bangunan ini menitikberatkan pada gubahan massa yang tegas namun anggun. Penggunaan sirip fasad berbentuk lengkungan runcing (pointed arch) berfungsi ganda: sebagai identitas visual yang ikonik sekaligus sebagai secondary skin untuk mereduksi panas matahari langsung. Ornamen krawangan di bagian tengah memberikan sirkulasi udara alami dan permainan bayangan (shadow casting) yang estetik di dalam ruangan. Pemilihan palet warna putih bersih dan oren pastel memberikan kesan hangat, ramah, namun tetap agung.






MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880