1. Filosofi Desain
“Pilar Pengetahuan, Cahaya Peradaban”
Gedung ini dirancang dengan filosofi bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan sebuah institusi yang membangun peradaban.
-Lengkungan Berulang (Rhythmic Arches): Melambangkan kesinambungan ilmu pengetahuan yang diajarkan secara turun-temurun dan konsistensi dalam menuntut ilmu.
– Arah Vertikal yang Tegas: Menyimbolkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta (Hablum Minallah) sebagai fondasi utama pendidikan karakter Islam.
2. Konsep Arsitektur
a. Neo-Islamic Classic & Modern Fusion
Gedung ini menggabungkan kemegahan arsitektur Islam klasik dengan efisiensi bangunan modern bertingkat.
-Fasad Lengkungan (Pointed & Horseshoe Arches): Menjadi identitas visual yang sangat kuat, memberikan karakter sekolah Islam yang autentik dan anggun.
– Ornamen Krawangan (Mashrabiya): Panel ukiran geometri Islam pada pilar utama berfungsi sebagai elemen estetika sekaligus penegas identitas bangunan religius.
View Mata Burung
b. Arsitektur Tropis dan Fungsional
Desain ini sangat adaptif terhadap iklim tropis Indonesia.
– Koridor Terbuka (Veranda & Shaded Walkways): Setiap lantai dilengkapi dengan koridor lebar yang berfungsi sebagai penahan radiasi matahari langsung ke ruang kelas, sekaligus ruang interaksi sosial antar siswa.
– Ventilasi dan Pencahayaan Alami: Bukaan lengkungan yang masif memastikan udara mengalir bebas dan cahaya matahari masuk secara tidak langsung, menciptakan ruang kelas yang sejuk dan hemat energi.
c. Psikologi Warna yang Hangat dan Mengundang
Palet Warna Earth Tone (Kuning Mustard, Krem, Putih): Memancarkan energi positif, keceriaan khas dunia pendidikan, serta kehangatan yang membuat siswa merasa nyaman layaknya di rumah sendiri.
Desain Gedung KelasDesain Gedung KelasMasjid dan AulaMasjid dan AulaSelasar KelasRuang KelasMihrab Masjid
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Kab. Ponorogo
Tahun 2018
1. Filosofi Desain:
Masjid ini dirancang dengan filosofi “keterbukaan dan keterhubungan”. Penggunaan material transparan seperti kaca yang luas pada jendela memberikan pencahayaan alami dan ventilasi silang yang optimal, menciptakan suasana yang nyaman dan menenangkan. Elemen-elemen arsitektur seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sekaligus menciptakan ruang transisi antara area interior dan eksterior. Kehadiran ruang terbuka hijau seperti tanaman hijau di teras dan taman di area eksterior menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis, mengintegrasikan alam dan arsitektur.
Perspektif Tampak Depan
2. Konsep Arsitektur:
– Neo-Nusantara Modern: Gaya Neo-Nusantara modern diterapkan pada bentuk bangunan yang tegas dan geometris, sementara sentuhan lokal dihadirkan melalui penggunaan material seperti atap limasan, ukiran khas Bali, dan batu alam. Kontras ini menciptakan visual yang menarik dan dinamis.
– Fungsionalitas Optimal: Setiap ruang dirancang dengan fungsionalitas optimal, memaksimalkan penggunaan area yang terbatas. Tata letak yang efisien dan terbuka mempromosikan sirkulasi yang baik dan interaksi sosial yang hangat.
– Kenyamanan dan Kesejahteraan: Perhatian yang detail diberikan pada aspek kenyamanan dan kesejahteraan jemaat. Pencahayaan alami dan ventilasi silang memastikan sirkulasi udara yang baik dan kenyamanan termal. Elemen-elemen seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sementara ruang terbuka hijau menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis.
Perspektif Tampak SampingView Mata Burung
MULTIDESAIN ARSITEK – 0811-3057-880
masjid putri ngabar, pondok pesantren walisongo ngabar, desain masjid ngabar, desain masjid mediteran, desain masjid, arsitek masjid, arsitek ponorogo, kontraktor madiun, kontraktor ponorogo
Client : Yayasan Majlisu Riyasatil Ma’had
Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar
Lokasi : Ngabar Kab. Ponorogo Jawa Timur
Tahun : 2016
Ukuran Dasar : 18 x 45 m
Luas Bangunan Masjid : 1.279 m2
Luas Area Sholat : 1.015 m2
Kapasitas Jemaah : 1.400 jemaah
Tinggi Masjid hingga Kubah : 18 m
Diameter Kubah Utama : 14 m
Diameter Kubah Anak : 5 m
Konsep Desain Masjid merupakan Perpaduan antara Modern dan Timur TengahSirip-sirip lengkung pada samping masjid yang berfungsi untuk menahan tampias air hujan dan menyaring sinar matahari
LOKASI, LAMBANG & SEJARAH
Pondok Pesantren Wali Songo ini terletak di desa Ngabar, kecamatan Siman, kabupaten Ponorogo provinsi Jawa Timur, pada kilometer tujuh arah selatan pusat kabupaten Ponorogo. Pemilihan Wali Songo sebagai nama pondok ini bukan tanpa alasan. Para wali dianggap berjasa besar dalam penyebaran agama Islam khusus di pulau Jawa. Perjuangan para wali ini sangat berkesan di hati pendiri Pondok Ngabar hingga memberi nama Wali Songo. Nama itu juga didorong dua hal. Pertama, keinginan mengingat jasa-jasa para wali dalam bidang dakwah Islam di Indonesia. Kedua, keinginan mewarisi sekaligus meneruskan semangat dan usaha para wali dalam menyebarluaskan ajaran agama Islam. Selain itu, kebetulan santri pertama yang datang ke pesantren ini ada sembilan orang dari berbagai daerah di Indonesia.
Lambang PP Walisongo NgabarDesain Masjid dan Plaza Ngabar
KONSEP & FILOSOFI DESAIN
Masjid ini memiliki konsep arsitektur Mediteran (Gaya Timur Tengah) dengan sedikit ada sentuhan modern. Bentuk simetris tengah dengan profil dan lengkungan, dengan dominasi kerawang motif Islam, menjadi ciri yang khas. Penggunaan material terbaru (tren), mulai dari luar hingga dalam sebagai respons dari perkembangan zaman, mewarisi ciri dakwah Wali Songo yang senantiasa menyesuaikan diri dengan kultur dan budaya masyarakat pada zamannya.
Untuk menguatkan konsep mediteran, warna masjid dibuat dominan krem muda, kuning, coklat, dengan aksentuasi emas di beberapa tempat, termasuk warna kubah. Bagian depan tengah masjid tertera lafadz Allah dengan ukuran cukup besar dengan cahaya yang memancar di sekelilingnya. Lafadz ini akan terlihat jelas di malam hari. Lafadz Allah sebagai focus point masjid ini sebagai perlambang bahwa segala niat, gerak, dan tujuan adalah semata-mata karena Allah dan untuk Allah.
Melalui permainan pencahayaan, Masjid ini lebih hidup di waktu Shubuh, Petang dan Malam hari karena pada saat-saat itulah banyak diadakan kegiatan-kegiatan pondok, baik dilakukan di dalam masjid maupun di pelataran depan masjid.
Suasana masjid akan lebih dramastis pada malam hari, dikarenakan malam hari merupakan puncak kegiatan santri.
KONSEP WALISONGO
Ukuran dasar masjid adalah sekitar 18 x 45 m. Angka 18 m (lebar masjid) jika dijumlah (1 + 8 = 9). Demikian juga panjang 45 m (4 + 5 = 9 m). Ketinggian Lantai 1 ke Lantai 2 adalah 4,5 m. Ketinggian Lantai 2 ke Lantai atap juga 4,5 m. Jika dijumlahkan 4,5 + 4,5 = 9 m. Demikian juga tinggi kubah berikut leher kubah sekitar 9 m. Jadi tinggi total masjid dari lantai dasar masjid adalah 9 + 9 = 18 m. Jika angka 1 dan 8 dijumlah akan ketemu angka 9. Bagian depan masjid tedapat portal lengkung vertikal, mirip huruf V terbalik yang berjumlah 8. Ditambah dengan portal tengah masjid, maka jumlahnya adalah 9.
Tampak Depan Masjid. Ke-9 Profil yang membingkai kerawang ataupun kaca mencerminkan makna Walisongo
Lampu Gantung di bawah kubah memiliki 2 tingkat. Masing-masing tingkatan memiliki lengan lampu. Tingkat bagian atas memiliki 9 lengan dan lampu, sedangkan tingkat bawah memiliki 18 lengan dan lampu (1 dan 8 jika dijumlahkan 9)
Lampu Gantung bawah kubah yang melambangkan walisongo
KONSEP INKLUSIF
Pesantren Walisongo Ngabar adalah lembaga pendidikan yang mengambil konsep Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Yang artinya bahwa Islam diturunkan oleh Allah sebagai rahmat bagi semua manusia dan seluruh alam semesta. Islam tidak hanya untuk golongan tertentu saja. Konsep dakwah inklusif inilah yang dibawa oleh Wali Songo pada zamannya. Hal ini tercermin pada konsep masjid terbuka tanpa pintu dan jendela. Konsep masjid terbuka seperti ini masuk akal karena konstektual dengan lokasinya yang berada di tengah pesantren, sehingga keamanan terjamin dan debu sangat minim karena jauh dari jalan raya.
Foto seorang jemaah di lantai 2 masjid dengan latar belang kerawang GRC sebagai dinding, sekaligus jendela masjid ini.
ENVIRONMENTALLY FRIENDLY BUILDING
Bangunan masjid ini menggunakan konsep bangunan ramah lingkungan karena mengurangi pemakaian AC (penyebab berkurangnya lapisan ozon), juga mengurangi pemakaian lampu pada siang hari. Konsep dinding kerawang GRC yang berlubang, memungkinkan terjadinya ventilasi silang (cross ventilation) dan sinar alami yang masuk lembut tersaring sehingga berpengaruh besar terhadap kenyamanan jemaah dan pengguna di dalamnya.
KONSEP IMAM, SAF & MIHRAB
Foto Masjid Walisongo Ngabar pertama kali digunakan untuk sholat Jum’at pada tanggal 18 Mei 2018
IMAM
Tidak seperti lazimnya, masjid ini tidak menyediakan ruangan Imam secara khusus. Namun kedudukan Imam ikut menyatu bersama ma’mum. Ada 3 alasan mengapa desain dibuat demikian. Yang pertama, Imam akan mudah mengatur saf ma’mum karena semuanya terlihat bahkan yang di pojok/ ujung, Yang kedua, khotib terlihat dari semua arah, bahkan oleh ma’mum di pojok depan. Yang ketiga adalah makna Islam bahwa Allah tidak memandang seseorang dikarenakan kedudukan dan jabatannya. Semua manusia di hadapan Allah sama, yang membedakan hanya ketakwaannya.
Saf pertama dan kedua masjid.
SHAF
Shaf pertama, kedua dan ketiga musti dibuat paling nyaman (pencahayaan & sirkulasi udara), paling lebar (jarak dengan dinding depannya), paling empuk (karpetnya), paling enak suara sound sistemnya, juga paling banyak fasilitasnya (ada ruang lebih di depan untuk menaruh barang). Hal ini karena Shaf pertama adalah shaf yang paling utama kedudukannya, baik di mata manusia, lebih lagi di mata Allah.
“Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari 580)
Desain Interior Mihrab
MIHRAB
Mihrab merupakan salah satu terpenting dari sebuah masjid. Desain Mihrab masjid ini dilambangkan dengan Ka’bah, yang juga merupakan lambang/ logo dari Pondok Pesantren Walisongo Ngabar. Background mihrab berwarna gelap (coklat tua) melambangkan malam hari. Lalu garis-garis vertikal acak menggambarkan hujan. Ka’bah menggambarkan kiblat ibadah, sedangkan cahaya yang mengelilinginya menggambarkan nur hidayah Allah. Lafadz Allah dan Muhammad menggambarkan syahadat, juga sebagai ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam. Di kanan kiri mihrab terdapat kerawang GRC yang berlafadz Assalamu’alaikum warohmatullahi barokatuh (Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah kepada kalian)
Jika dijabarkan seperti berikut:
“Islam turun pada zaman kegelapan (jahiliyah). Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya lah (digambarkan hujan), kemudian manusia mendapatkan nur hidayah (cahaya sekeliling ka’bah) yang akhirnya mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya iman. Iman tersebut kemudian yang membimbing manusia untuk beribadat kepada Alah (lambang ka’bah), juga menebar kasih sayang dan manfaat kepada sesama manusia (lafadz Assalamu’alaikum). Dengan demikian, manusia akan hidup mulia baik di dunia maupun di akhirat dengan naungan kebesaran dan kemuliaan Allah (dome berwarna emas di atas mihrab).”
Dome kubah berwarna emas yang menggambarkan naungan kebesaran dan kemuliaan AllahProgress 45 % Pembangunan Masjid NgabarTempat Wudhu Masjid Walisongo Ngabar. Langit-langit yang menggambarkan dinamika pendidikan dan semangat baru dalam perubahan menuju yang lebih baikLantai 2 MasjidMasjid saat ada acara Syukuran Peresmian PertamaSuasana Depan Masjid saat ShubuhSuasana malam hariView dari belakang masjidAyat kursi di leher kubah. Ayat-ayat yang menerangkan kebesaran Allah.
MULTI DESAIN ARSITEK 2016 – 0811-3057-880
Tags : desain masjid, desain pesantren, arsitektur masjid, arsitektur pesantren, masjid pesantren, pesantren ponorogo, pesantren walisongo ngabar, konsep pesantren, konsep desain masjid, tampak depan masjid, arsitek madiun, arsitek ponorogo, arsitek ngawi, arsitek magetan, arsitek solo, arsitek malang, arsitek surabaya, mosque design, islamic boarding school, mosque in ponorogo, indonesian architect
Luas Bangunan : 540 m2
Lokasi : Kab. Karanganyar
Tahun 2018
A. Filosofi Bangunan: Hablum Minallah Wa Hablum Minannas
Filosofi utama dari rumah ibadah ini adalah merayakan hubungan vertikal yang khusyuk dengan Sang Pencipta, sekaligus menciptakan ruang horizontal yang ramah bagi sesama manusia.
1. Kubah Utama Bermotif Ketupat Geometris: Melambangkan keesaan Allah (Tauhid) yang menjadi pusat dari segala kehidupan. Pola anyaman geometris melambangkan keterikatan dan persatuan umat.
2. Serambi Terbuka yang Luas (Arcade): Melambangkan keterbukaan Islam dalam menyambut siapa saja (Rahmatan lil ‘Alamin), serta menjadi ruang peneduh sosial bagi masyarakat sekitar.
3. Menara Tinggi yang Ramping: Melambangkan seruan azan yang mengangkasa, pengingat waktu, dan mercusuar spiritual bagi lingkungan sekitarnya.
B. Konsep Desain: Neo-Vernacular Islamic Architecture
Konsep desain ini menggabungkan pakem arsitektur masjid nusantara dan Timur Tengah, lalu disederhanakan dengan pendekatan modern kontemporer yang bersih.
1. Reinterpretasi Lengkungan Klasik (Modern Arch)
Masjid ini menggunakan deretan lengkungan (arches) khas arsitektur Islam klasik pada area selasar/teritisan luar. Lengkungan ini tidak kaku, melainkan dibuat mulus dan bersih tanpa ukiran yang terlalu rumit, memberikan kesan modern namun tetap khidmat.
2. Atap Tumpang Nusantara & Kubah Hibrida
Menggunakan atap limasan tumpang (khas Nusantara) yang adaptif terhadap curah hujan tropis tinggi, yang kemudian di mahkotai oleh kubah bawang modern di puncaknya. Kombinasi ini sangat kontekstual untuk wilayah Karanganyar/Solo.
Tampak Depan
3. Palet Warna Bumi yang Menenangkan (Earthy & Warm Palette)
– Pemilihan warna cokelat mocha, krem hangat, dan putih bersih memberikan suasana tenang, teduh, dan khusyuk yang sangat dibutuhkan untuk area beribadah.
– Penambahan ornamen roster/krawangan berpola bintang segi delapan (Islamic pattern) pada dinding samping memberikan detail bayangan estetik sekaligus sirkulasi udara alami.
4. Batas Visual yang Ramah (Low Boundary Fencing)
Desain pagar depan dibuat rendah dengan ritme garis vertikal modern. Pagar ini memberikan fungsi pengamanan area halaman masjid, namun tidak menutup keindahan bangunan dari jalan raya utama.
Client: Yayasan Daarul Quran Nusantara
Luas Lahan : 2 Ha
Lokasi : Tempino Jambi
Tahun 2014
Master PLan Daarul Quran Jambi
Tempino berjarak hanya 27 km dari kota Jambi, persimpangan menuju Propinsi Sumatera Selatan dan Propinsi Sumatera barat. Jalan mulus beraspal ditempuh hanya dalam waktu 30 menit saja dari kota Jambi. Diharapkan tahun 2018 Pesantren ini akan segera dibuka setelah pembangunan fisik yang diperkirakan menelan biaya 50 Milyar tuntas. Demikian pula dengan kesiapan pengadaan para pengajar yang akan di tempatkan disalah satu bagian pesantren. Bangunan seluas 2 Hektar ini akan terdiri dari beberapa bangunan utama, diantaranya Masjid yang mampu menampung 2000 jamaah. Selain itu di bangun pula ruang kelas pembelajaran, ruang mondok santri serta perpustakaan. Ditengah pesantren akan di bangun danau sebagai resapan air yang akan mempercantik dan memperindah lingkungan Pesantren.
Suasana Kantor Masjid Kelas Daarul Quran JambiMasjid Daarul Quran JambiKantor PPPA Kelas Daarul Quran JambiKolam Gazeebo Kantin Daarul Quran JambiDesain Gerbang Utama
Pembangunan pesantren di Jambi ini sebagai bagian dari program It’s All About a Hundred yang digulirkan oleh Daarul Quran yang memiliki mimpi membangun 100 pesantren tahfidz di seluruh Indonesia. Kehadiran pesantren ini Insya Allah akan menciptakan para profesional yang juga tidak kehilangan semangat ibadah dan mencintai Al-Quran.
Peletakan Batu Pertama Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Jambi – NOvember 2014Progress 15% Pembangunan Gerbang UtamaProgress 50% PembangunanProgress pekerjaan pondasi masjid Al LathifProgress 20% Pembangunan Masjid Al LathifHasil Jadi Pembangunan Gerbang Masuk
Tags : desain masjid, desain pesantren, arsitektur masjid, arsitektur pesantren, masjid pesantren, pesantren jambi, konsep pesantren, konsep desain masjid, tampak depan masjid, arsitek madiun, arsitek ponorogo, arsitek ngawi, arsitek magetan, arsitek solo, arsitek malang, arsitek surabaya, mosque design, islamic boarding school, mosque in ponorogo, indonesian architect, desain masjid, desain pesantren, arsitek masjid, arsitek pesantren, rumah minimalis, desain rumah, gambar rumah, gambar rumah minimalis, desain rumah minimalis, Pesantren Tahfidz, Daarul Quran Tempino Jambi