Luas bangunan : 331 m2
Lokasi : Kota Madiun
Tahun 2021
1. Filosofi: “Harmony in Asymmetry” (Harmoni dalam Ketidaksamaan)
Bangunan ini merepresentasikan gaya hidup modern yang fleksibel dan berani keluar dari bentuk-bentuk konvensional.
– Dualitas Massa Bangunan: Penggunaan dua bentuk atap pelana (gable roof) dengan ketinggian dan kemiringan yang berbeda
melambangkan keseimbangan antara dua hal yang kontras. Ini bisa diartikan sebagai pemisahan fungsi (seperti area
publik dan area privat) yang tetap berada dalam satu kesatuan harmoni.
– Kehangatan yang Menyambut: Penggunaan unsur kayu dan lampu berwarna hangat (warm light) di area pintu masuk dan
langit-langit balkon memberikan filosofi keramahtamahan. Meskipun bentuknya modern dan tajam, rumah ini tetap
memancarkan kesan nyaman dan mengundang bagi siapa pun yang datang.
– Kejujuran Bentuk: Garis-garis tegas tanpa ornamen rumit mencerminkan filosofi kejujuran dan efisiensi, di mana
keindahan muncul dari kekuatan struktur dan pemilihan material itu sendiri.
2. Konsep Arsitektur: “The Interlocking Gables”
Secara teknis, hunian ini menggunakan pendekatan arsitektur kontemporer yang diadaptasi untuk kenyamanan tropis.

A. Dinamika Fasad
– Permainan Bidang: Fasad didominasi oleh bidang vertikal yang menggunakan material kayu (atau kisi-kisi motif kayu)
yang kontras dengan dinding putih bersih. Hal ini memberikan tekstur dan kedalaman pada bangunan agar tidak terlihat
datar.
– Kanopi Kantilever: Adanya kanopi lebar yang tampak “melayang” di area carport tidak hanya berfungsi sebagai pelindung
kendaraan, tetapi juga mempertegas garis horizontal bangunan yang memberikan kesan modern dan futuristik.

B. Pencahayaan dan Atmosfer
– Night Expression: Desain ini sangat mengandalkan pencahayaan buatan di malam hari untuk menonjolkan tekstur kayu dan
bentuk atap. Lampu yang tersembunyi (hidden lighting) di bagian bawah plafon menciptakan efek visual yang mewah dan
dramatis.
– Bukaan Luas: Penggunaan jendela-jendela besar memastikan koneksi visual antara interior dan eksterior tetap terjaga,
sekaligus memaksimalkan cahaya alami pada siang hari.

C. Materialitas Modern-Tropis
– Kombinasi Material: Perpaduan antara beton putih, kaca gelap, rangka besi hitam, dan unsur kayu menciptakan palet
material yang timeless (abadi).
– Adaptasi Atap: Meskipun terlihat sangat modern, bentuk atap miring tetap dipertahankan untuk memastikan aliran air
hujan yang cepat, sangat sesuai untuk iklim dengan curah hujan tinggi.



MULTIDESAIN ARSITEK. WA: 0811-3057-880