Tag Archives: gedung makan

Gedung Makan/ Kantin Putra Pondok Ngabar Ponorogo

Client : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Lokasi : Desa Ngabar – Ponorogo
Tahun : 2018
Luas Bangunan : 770 m2 (ukuran 13,5×57 m, 1 lantai)

Bentuk Lahan yang kaku memanjang disikapi dengan Fasade depan yang dinamis, yakni dinding melengkung yang berlapis bata terakota dan permainan garis horizontal diantara batu alam andesit. Material bata yang hangat juga akan menetralisir kesan dingin pada konstruksi atap besi. Aplikasi terakota pada tampak depan juga akan membuat kesan WELCOME, ramah kepada siapapun. Walaupun ini bukan cafe, namun akan menjadi tempat singgah para wali santri, juga merepresentasikan Ngabar sebagai pondok pesantren modern yang inklusif bagi semua kalangan masyarakat
Dinding kantin menggunakan material bata exposed. Perpaduan dengan Struktur besi, memberikan kesan modern namun etnik
Kantilever samping dibuat lebar 2 m untuk mengantisipasi tampias air hujan. Gedung Makan ini dibuat untuk kapasitas 1000 santri Putra.
Finish
interior
malam hari

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Gedung Makan/ Kantin Putri Pondok Ngabar Ponorogo

Client : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Lokasi : Desa Ngabar – Ponorogo
Tahun : 2018
Luas Bangunan : 840 m2 (ukuran 14×30 m, 2 lantai)

A. Filosofi Bangunan: Guyub Lan Sehat (Kebersamaan yang Sehat)
Filosofi utama dari desain kantin komunal ini adalah menciptakan ruang interaksi sosial yang hangat, transparan, dan mendukung kesehatan fisik serta mental para santriwati. Kantin bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang jeda (sanctuary) dari padatnya aktivitas belajar.
– Material Batu Bata Merah Terbuka (Ekspos): Melambangkan kesederhanaan, kejujuran nilai, dan kehangatan rasa kekeluargaan yang erat di pesantren.
– Struktur Baja Hitam Terbuka: Melambangkan keteguhan prinsip, kemandirian, kekuatan karakter, dan efisiensi fungsional.
– Elemen Hijau Tanaman (Biofilik): Melambangkan kesegaran pikiran, pertumbuhan rohani, kesuburan, dan ketenangan jiwa.

Gedung makan berkapasitas 1000 santri ini menggunakan konsep modern industrial bercampur dengan nuansa etnik

B. Konsep Desain: Semi-Open Industrial Tropical Dining Hall
Konsep ini mengawinkan kepraktisan struktur industrial modern dengan adaptasi iklim tropis yang terbuka lebar.
1. Sistem Ventilasi dan Pencahayaan Alami Maksimal (Open Air Pavilion)
Bangunan dirancang tanpa dinding masif di sekelilingnya (konsep paviliun terbuka). Hal ini sangat krusial untuk sirkulasi udara di area dapur dan kantin agar asap masakan tidak terjebak, serta memaksimalkan angin alami untuk mendinginkan ruangan secara pasif.
2. Lanskap Biofilik Bertingkat (Planter Box Facade)
Penempatan kotak tanaman (planter box) bata ekspos di lantai satu dan pembatas balkon lantai dua memberikan kesegaran visual. Tanaman ini juga berfungsi sebagai filter debu alami dan penyejuk sirkulasi udara yang masuk ke area makan.
3. Kejujuran Material (Brutal-Industrial Aesthetics)
Fasad bangunan didominasi oleh perpaduan material mentah yang estetis: bata merah ekspos, baja struktural ekspos warna hitam, lantai keramik motif tegel lokal, dan atap lengkung fungsional. Ini menekan biaya finishing cat sekaligus menciptakan perawatan bangunan yang mudah dalam jangka panjang.
4. Zonasi Fungsional Komunal (Zoning for Mass Capacity)
– Desain meja panjang dan bangku komunal yang efisien untuk menampung banyak santriwati sekaligus.
– Area wastafel cuci tangan diletakkan strategis di bagian luar/depan akses masuk, mendorong budaya hidup bersih dan higienis sebelum dan sesudah makan.

Gedung Makan yang didesain seperti cafe ini diharapkan dapat memberikan kenyaman dan kesan cozy.
Kombinasi antara material struktur baja WF, besi pipa melengkung, dan terakota, memberikan kesan etnik tapi modern
Ruang dalam yang lapang dan luas juga dapat dimanfaatkan sebagai Aula atau Pusat Kegiatan Santri Putri
Hasil jadi gedung kantin putri. Kapasitas sekitar 1000 santriwati
Ruangan lantai 2 ini juga digunakan sesekali sebagai gedung pertemuan.
Tampak depan Gedung Kantin Putri yang langsung menghadap masjid. Konsep ruang makan yang terbuka ini diharapkan memberikan kenyamanan pada santriwati. Selain itu juga menjadi bangunan yang ramah lingkungan
Bordes Tangga yang memperlihatkan Paduan Konsep antara Modernitas dan Ethnic, melalui permainan komposisi material
suasana shubuh

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880