Luas bangunan : 60 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Tahun 2019
1. Konsep Perumahan Minimalis Kompak
– Rumah ini mengusung konsep “Efficient Bright Living”, sebuah desain hunian deret yang mengutamakan keterbukaan cahaya dan keteraturan visual.
– Rhythmic Continuity: Desain fasad yang berulang secara harmonis menciptakan kesan lingkungan yang rapi, teratur, dan eksklusif bagi para penghuninya.
– Optimal Natural Light: Penggunaan jendela horizontal yang lebar dan panel kaca di atas pintu memastikan interior rumah selalu terang secara alami, mengurangi penggunaan listrik di siang hari.
– Natural Texture: Aksen batu alam pada pilar fasad memberikan sentuhan kemewahan organik yang membumi, menyeimbangkan dinding abu-abu yang modern.
– Vibrant Roof Profile: Penggunaan atap merah yang kontras dengan dinding netral memberikan kesan hunian yang bersemangat dan hangat, mencerminkan energi positif bagi keluarga muda.
Luas bangunan : 809 m2
Lokasi : MI Mambaul Huda PP Walisongo Ngabar Ponorogo
Tahun 2022
1. Fasad Geometris: “The Pattern of Knowledge”
– Elemen paling menonjol dari bangunan ini adalah permainan pola segitiga pada fasad lantai atas.
– Komposisi Mozaik: Penggunaan panel kaca dan dinding berbentuk segitiga dengan gradasi warna biru, kuning, dan putih menciptakan tampilan visual yang dinamis dan energik, mencerminkan semangat belajar siswa.
– Ornamen Arabesque: Di dalam pola-pola segitiga tersebut terdapat detail laser cut bermotif bintang/geometris Islami yang memberikan identitas religius secara halus dan modern.
Tampak Depan
2. Tipografi Arsitektural & Identitas
– Kalligrafi Kufi: Pada dinding lantai dasar, terdapat deretan kaligrafi bergaya Kufi yang diintegrasikan sebagai elemen dekoratif fasad. Hal ini mempertegas fungsi gedung sebagai tempat menimba ilmu agama.
– Branding yang Terintegrasi: Pemasangan logo dan nama madrasah dilakukan dengan gaya minimalis menggunakan channel letter yang bersih, memberikan kesan profesional dan rapi.
Tampak Depan
3. Struktur Modern & Terbuka
– Konsep Cantilever: Lantai atas yang tampak sedikit menjorok keluar memberikan perlindungan (teritisan) alami bagi selasar di lantai bawah dari panas matahari dan hujan.
– Flat Roof Design: Penggunaan atap datar (dak beton) dengan aksen warna oranye di bagian bawahnya memperkuat kesan arsitektur kontemporer yang sedang tren saat ini.
– Open Ground Floor: Area lantai bawah didesain dengan banyak bukaan dan pilar-pilar putih, menciptakan ruang sirkulasi yang luas untuk interaksi siswa di luar kelas.
Tampak Mata BurungTampak DepanTampak DepanTampak DepanTampak Samping
Luas bangunan : 1317 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Putri Ponorogo
Tahun 2022
1. Gedung Pendidikan Al-Kautsar 2 (GEDUNG-ZAENAB2.jpg)
– Bangunan ini mengusung konsep “Luminous Islamic Modernism”, yang menonjolkan kecerahan dan pertumbuhan.
– Vibrant Identity: Penggunaan warna hijau limau (lime green) yang dominan melambangkan kesegaran, pertumbuhan, dan energi muda yang positif di lingkungan pendidikan.
– Vertical Ornamentation: Panel dekoratif laser-cut bermotif bintang geometris yang menjulang vertikal memberikan aksen estetika Islami sekaligus mempertegas ketinggian gedung.
– Efficient Multistory: Struktur empat lantai dengan koridor terbuka memastikan kapasitas ruang kelas yang maksimal dengan sirkulasi udara yang lancar bagi para siswa.
Tampak DepanTampak DepanTampak SampingTampak Mata Burung
Luas bangunan : 688 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Putri Ponorogo
Tahun 2022
1. Arsitektur:
Desain bangunan ini menonjolkan gaya arsitektur industrial yang fungsional dengan sentuhan estetika kontemporer. Fasad bangunan didominasi oleh perpaduan material bata merah ekspos yang memberikan kesan hangat dan autentik, serta struktur beton putih yang kokoh dan modern. Atap berbentuk kubah memberikan identitas visual yang kuat dan memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik di dalam ruangan.
2. Konsep Terbuka:
Lantai bawah restoran ini didesain dengan konsep terbuka sepenuhnya, menghilangkan batasan antara ruang dalam dan ruang luar. Hal ini memberikan kebebasan bagi para tamu untuk menikmati suasana alam sekitar sambil bersantap, menciptakan suasana yang terang dan nyaman.
Tampak Depan
3. Sentuhan Alam:
Adanya tanaman hijau yang ditempatkan di area balkon dan taman kecil di depan restoran memberikan kesan asri dan menyegarkan. Hal ini juga membantu menciptakan suasana yang lebih damai dan santai bagi para tamu.
4. Area Duduk Bervariasi:
Bangunan restoran ini menawarkan berbagai jenis area duduk, mulai dari area komunal yang santai di lantai bawah hingga area makan yang lebih pribadi di lantai atas. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi para tamu untuk memilih tempat duduk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Luas bangunan : – m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Putri Ponorogo
Tahun 2021
Desain gerbang Pondok Pesantren Ngabar Putri ini tampil berani dengan pendekatan arsitektur kontemporer metaforis. Gerbang ini tidak hanya berfungsi sebagai pembatas fisik, tetapi juga sebagai simbol transisi menuju dunia pendidikan yang modern namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman.
Poin-Poin Utama Konsep:
1. Metafora “Bambu dan Pertumbuhan”:
Elemen vertikal berwarna hijau yang menyerupai batang bambu di sisi kiri dan kanan melambangkan proses pertumbuhan para santriwati. Bambu dikenal sebagai tanaman yang memiliki akar kuat namun tetap fleksibel, mencerminkan karakter santri yang teguh prinsip tetapi adaptif terhadap perubahan zaman.
2. Struktur Atap Melengkung yang Dinamis :
Bentuk lengkungan putih raksasa yang saling bersilangan (cross-arch) menciptakan kesan futuristik dan dinamis. Lengkungan ini melambangkan keterbukaan wawasan dan perlindungan bagi siapa pun yang menuntut ilmu di dalamnya. Bentuk ini juga memberikan vocal point yang sangat kuat secara visual.
3. Palet Warna “Eco-Islamic”:
Dominasi warna hijau limau dan putih menciptakan kesan segar, bersih, dan asri. Warna hijau secara tradisional identik dengan Islam dan alam, sementara putih melambangkan kesucian niat dalam belajar.
Tampak Depan
4. Integrasi Ornamen Geometris dan Floral:
Pada dinding pagar, terdapat panel cutting laser dengan pola floral dan lengkungan khas arsitektur Islam. Perpaduan ini memberikan sentuhan feminin yang elegan, selaras dengan identitas pondok “Putri”, sekaligus menjaga kesinambungan dengan desain gedung utama di latar belakang.
5. Tipografi yang Megah:
Penempatan tulisan “NGABAR PUTRI” dengan warna emas di atas lengkungan utama memberikan penegasan identitas yang prestisius. Warna emas dipilih untuk memberikan kesan kemuliaan ilmu pengetahuan.
6. Lanskap Tropis yang Harmonis:
Kehadiran tanaman perdu dan pohon palem di sekitar struktur gerbang melembutkan kesan kaku dari beton dan besi, menciptakan lingkungan masuk yang ramah (welcoming) dan menyejukkan mata.
Luas bangunan : 932 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Tahun 2021
Desain gedung asrama putri ini mengusung tema Neo-Islamic Modernism. Bangunan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan hunian yang tidak hanya fungsional sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang yang menginspirasi ketenangan, kedisiplinan, dan kemuliaan akhlak bagi para santriwati.
1. Identitas Visual “Khadijah”:
Penggunaan nama “Khadijah” pada fasad atas dengan tipografi kufi modern memberikan identitas yang kuat. Sosok Siti Khadijah disimbolkan melalui ketegasan struktur namun tetap memiliki kelembutan melalui detail ornamen, mencerminkan sosok wanita yang mandiri, cerdas, dan religius.
2. Fasad Geometris Islami (The Arch Rhythm):
Elemen dominan berupa deretan lengkungan lancip (pointed arches) yang berulang menciptakan ritme visual yang harmonis. Bentuk lengkungan ini mengadopsi arsitektur klasik Timur Tengah yang disederhanakan secara minimalis untuk memberikan kesan bersih dan kontemporer.
Tampak Depan
3. Aksen Menara Ornamen (Ornamental Totem):
Di kedua ujung bangunan terdapat elemen vertikal menyerupai menara pipih yang diisi dengan pola Arabesque/Mashrabiya. Detail ini berfungsi sebagai penyeimbang visual agar gedung tidak terlihat monoton, sekaligus memberikan tekstur artistik yang menawan saat terkena cahaya matahari.
4.Permainan Warna “Freshness & Purity”:
Warna hijau limau (lime green) yang dominan melambangkan kesegaran, pertumbuhan, dan kehidupan. Dipadukan dengan warna putih bersih pada bingkai struktur, kombinasi ini menciptakan atmosfer yang ceria dan energik, sangat cocok untuk psikologi remaja putri agar tetap semangat dalam menuntut ilmu.
Client : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Lokasi : Desa Ngabar – Ponorogo
Tahun : 2018
Luas Bangunan : 770 m2 (ukuran 13,5×57 m, 1 lantai)
Bentuk Lahan yang kaku memanjang disikapi dengan Fasade depan yang dinamis, yakni dinding melengkung yang berlapis bata terakota dan permainan garis horizontal diantara batu alam andesit. Material bata yang hangat juga akan menetralisir kesan dingin pada konstruksi atap besi. Aplikasi terakota pada tampak depan juga akan membuat kesan WELCOME, ramah kepada siapapun. Walaupun ini bukan cafe, namun akan menjadi tempat singgah para wali santri, juga merepresentasikan Ngabar sebagai pondok pesantren modern yang inklusif bagi semua kalangan masyarakatDinding kantin menggunakan material bata exposed. Perpaduan dengan Struktur besi, memberikan kesan modern namun etnikKantilever samping dibuat lebar 2 m untuk mengantisipasi tampias air hujan. Gedung Makan ini dibuat untuk kapasitas 1000 santri Putra.Finishinteriormalam hari
Client : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Lokasi : Desa Ngabar – Ponorogo
Tahun : 2018
Luas Bangunan : 840 m2 (ukuran 14×30 m, 2 lantai)
A. Filosofi Bangunan: Guyub Lan Sehat (Kebersamaan yang Sehat)
Filosofi utama dari desain kantin komunal ini adalah menciptakan ruang interaksi sosial yang hangat, transparan, dan mendukung kesehatan fisik serta mental para santriwati. Kantin bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang jeda (sanctuary) dari padatnya aktivitas belajar.
– Material Batu Bata Merah Terbuka (Ekspos): Melambangkan kesederhanaan, kejujuran nilai, dan kehangatan rasa kekeluargaan yang erat di pesantren.
– Struktur Baja Hitam Terbuka: Melambangkan keteguhan prinsip, kemandirian, kekuatan karakter, dan efisiensi fungsional.
– Elemen Hijau Tanaman (Biofilik): Melambangkan kesegaran pikiran, pertumbuhan rohani, kesuburan, dan ketenangan jiwa.
Gedung makan berkapasitas 1000 santri ini menggunakan konsep modern industrial bercampur dengan nuansa etnik
B. Konsep Desain: Semi-Open Industrial Tropical Dining Hall
Konsep ini mengawinkan kepraktisan struktur industrial modern dengan adaptasi iklim tropis yang terbuka lebar.
1. Sistem Ventilasi dan Pencahayaan Alami Maksimal (Open Air Pavilion)
Bangunan dirancang tanpa dinding masif di sekelilingnya (konsep paviliun terbuka). Hal ini sangat krusial untuk sirkulasi udara di area dapur dan kantin agar asap masakan tidak terjebak, serta memaksimalkan angin alami untuk mendinginkan ruangan secara pasif.
2. Lanskap Biofilik Bertingkat (Planter Box Facade)
Penempatan kotak tanaman (planter box) bata ekspos di lantai satu dan pembatas balkon lantai dua memberikan kesegaran visual. Tanaman ini juga berfungsi sebagai filter debu alami dan penyejuk sirkulasi udara yang masuk ke area makan.
3. Kejujuran Material (Brutal-Industrial Aesthetics)
Fasad bangunan didominasi oleh perpaduan material mentah yang estetis: bata merah ekspos, baja struktural ekspos warna hitam, lantai keramik motif tegel lokal, dan atap lengkung fungsional. Ini menekan biaya finishing cat sekaligus menciptakan perawatan bangunan yang mudah dalam jangka panjang.
4. Zonasi Fungsional Komunal (Zoning for Mass Capacity)
– Desain meja panjang dan bangku komunal yang efisien untuk menampung banyak santriwati sekaligus.
– Area wastafel cuci tangan diletakkan strategis di bagian luar/depan akses masuk, mendorong budaya hidup bersih dan higienis sebelum dan sesudah makan.
Gedung Makan yang didesain seperti cafe ini diharapkan dapat memberikan kenyaman dan kesan cozy.Kombinasi antara material struktur baja WF, besi pipa melengkung, dan terakota, memberikan kesan etnik tapi modern Ruang dalam yang lapang dan luas juga dapat dimanfaatkan sebagai Aula atau Pusat Kegiatan Santri PutriHasil jadi gedung kantin putri. Kapasitas sekitar 1000 santriwatiRuangan lantai 2 ini juga digunakan sesekali sebagai gedung pertemuan.Tampak depan Gedung Kantin Putri yang langsung menghadap masjid. Konsep ruang makan yang terbuka ini diharapkan memberikan kenyamanan pada santriwati. Selain itu juga menjadi bangunan yang ramah lingkunganBordes Tangga yang memperlihatkan Paduan Konsep antara Modernitas dan Ethnic, melalui permainan komposisi materialsuasana shubuh