Tag Archives: arsitek masjid

Masjid Baitussy Syafaah Madiun

Luas bangunan : 698 m2
Lokasi : Madiun
Tahun 2020

1. Filosofi Warna: Freshness and Spirituality
Penggunaan warna Turquoise (Hijau Toska) yang dominan memberikan kesan yang menyegarkan, modern, dan menenangkan. Warna ini melambangkan kejernihan pikiran dan kedamaian spiritual, membedakannya dari masjid tradisional namun tetap mempertahankan nilai-nilai religius.
2. Fasad Multi-Layered Arches
Elemen utama bangunan ini adalah permainan lengkungan berlapis (nested arches) yang tegas:
– Frame Putih Kontras: Bingkai putih pada setiap lengkungan memberikan garis batas yang bersih dan menonjolkan bentuk arsitektur.
– Ornamen GRC Filigree: Panel dekoratif putih dengan motif geometris yang halus memberikan tekstur yang kaya dan berfungsi sebagai elemen peneduh yang artistik.
3. Komposisi Kubah: Diamond Pattern
Bangunan ini memiliki tiga kubah (satu utama dan dua pendamping) dengan detail pola belah ketupat/mozaik:
– Aksen biru & Putih: Pola pada kubah memberikan karakter yang dinamis dan memastikan kubah tetap menjadi titik fokus bangunan.
– Menara Integrasi: Menara rendah di sisi kanan dan kiri yang menyatu dengan badan bangunan memberikan kesan kokoh dan simetris.

Tampak Depan

4. Materialitas: Modern Meets Natural
Fasad bagian tengah menggunakan pelapis batu alam (Travertine/Sandstone) berwarna krem hangat:
– Kontras Tekstur: Tekstur alami batu alam menyeimbangkan warna toska yang solid, memberikan kesan bangunan yang mewah namun tetap membumi.
– Logo Kaligrafi: Penempatan elemen kaligrafi modern tepat di tengah portal utama menegaskan fungsi bangunan sebagai rumah ibadah.
5. Konektivitas Bangunan: The Auxiliary Wing
Adanya bangunan sayap (asrama atau ruang kantor) yang terpisah namun memiliki gaya desain yang selaras (menggunakan motif lengkung dan warna yang sama) menciptakan satu kesatuan kompleks islami yang harmonis. Desain ini memungkinkan pembagian fungsi ruang yang jelas antara area ibadah utama dan area pendukung.

Tampak Samping
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Masjid Al-Lathif Muaro Bungo Jambi

Luas bangunan : 940 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Muaro Bungo, Jambi
Tahun 2020

1. Filosofi Fasad: The Softness of Faith
Sesuai namanya, Al-Lathif (Yang Maha Lembut), fasad bangunan ini menonjolkan komposisi warna krem lembut dan putih. Penggunaan material pelapis batu alam memberikan kesan kokoh namun tetap hangat, menciptakan atmosfer ibadah yang tenang dan inklusif.
2. Aksen Lengkung Striped-Ablaq
Salah satu elemen paling ikonik adalah penggunaan lengkungan berpola garis (belang) pada area selasar lantai dua.
– Inspirasi: Merujuk pada teknik Ablaq klasik, pola ini memberikan karakter kuat dan dinamis pada bangunan.
– Visual: Garis-garis tersebut membingkai area balkon, menciptakan kedalaman visual (depth) yang menarik bagi siapa pun yang memandangnya.

Tampak Depan

3. Simbolisme Bintang Segi Delapan (Rub el Hizb)
Pada kedua menara samping, terdapat jendela besar berbentuk bintang segi delapan.
– Identitas: Simbol ini adalah penanda universal arsitektur Islam yang melambangkan kesempurnaan dan keseimbangan.
– Fungsi: Selain nilai estetika, lubang ini berfungsi sebagai sirkulasi udara alami dan pencahayaan artistik bagi area tangga menara.

4. Komposisi Menara dan Kubah Turquoise
Bangunan ini menggunakan menara kembar yang terintegrasi dengan badan bangunan untuk menciptakan siluet yang stabil dan megah.
– Kubah Belah Ketupat: Pola geometris pada kubah berwarna hijau toska memberikan sentuhan warna yang segar di tengah dominasi warna bumi (earth tones).
– Linearitas: Bentuk menara yang kotak memberikan kesan modern yang kontras namun harmonis dengan bentuk kubah yang melengkung.

Scene Malam Tampak Depan
Tampak Mata Burung
Interior Mihrab

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Masjid Putri Ponpes Walisongo Ngabar Ponorogo

Luas bangunan : 328 m2
Lokasi : Ponpes Walisongo Ngabar – Ponorogo
Tahun 2024

Bernuansa Puitis & Filosofis (Sangat Elegan)
“Menatap Langit, Membumi di Hati”
Bangunan ini mengusung konsep Modern Islamic Arch, di mana lengkungan runcing khas arsitektur klasik ditransformasikan menjadi gubahan fasad yang dinamis dan vertikal. Pengulangan lengkungan ini melambangkan kekhusyukan doa yang terus dipanjatkan ke atas. Dipadukan dengan balutan ornamen krawangan (mashrabiya) bermotif geometri Islam, bangunan ini menciptakan harmoni visual antara privasi, estetika cahaya, dan kemegahan spiritual.

Tampak Depan

Deskriptif Arsitektural (Profesional & Teknis)
“Simfoni Geometri dan Tropis Modern”
Konsep bangunan ini menitikberatkan pada gubahan massa yang tegas namun anggun. Penggunaan sirip fasad berbentuk lengkungan runcing (pointed arch) berfungsi ganda: sebagai identitas visual yang ikonik sekaligus sebagai secondary skin untuk mereduksi panas matahari langsung. Ornamen krawangan di bagian tengah memberikan sirkulasi udara alami dan permainan bayangan (shadow casting) yang estetik di dalam ruangan. Pemilihan palet warna putih bersih dan oren pastel memberikan kesan hangat, ramah, namun tetap agung.

Tampak Samping
Perspektif Mata Burung
Perspektif Mata Burung Depan
Tampak lengkungan Masjid
Mihrab Masjid
Mihrab Masjid

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Konsep Awal Masjid Putri PP Walisongo Ngabar Ponorogo

Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Kab. Ponorogo
Tahun 2018

1. Filosofi Desain:

Masjid ini dirancang dengan filosofi “keterbukaan dan keterhubungan”. Penggunaan material transparan seperti kaca yang luas pada jendela memberikan pencahayaan alami dan ventilasi silang yang optimal, menciptakan suasana yang nyaman dan menenangkan. Elemen-elemen arsitektur seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sekaligus menciptakan ruang transisi antara area interior dan eksterior. Kehadiran ruang terbuka hijau seperti tanaman hijau di teras dan taman di area eksterior menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis, mengintegrasikan alam dan arsitektur.

Perspektif Tampak Depan

2. Konsep Arsitektur:
– Neo-Nusantara Modern: Gaya Neo-Nusantara modern diterapkan pada bentuk bangunan yang tegas dan geometris, sementara sentuhan lokal dihadirkan melalui penggunaan material seperti atap limasan, ukiran khas Bali, dan batu alam. Kontras ini menciptakan visual yang menarik dan dinamis.
– Fungsionalitas Optimal: Setiap ruang dirancang dengan fungsionalitas optimal, memaksimalkan penggunaan area yang terbatas. Tata letak yang efisien dan terbuka mempromosikan sirkulasi yang baik dan interaksi sosial yang hangat.
– Kenyamanan dan Kesejahteraan: Perhatian yang detail diberikan pada aspek kenyamanan dan kesejahteraan jemaat. Pencahayaan alami dan ventilasi silang memastikan sirkulasi udara yang baik dan kenyamanan termal. Elemen-elemen seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sementara ruang terbuka hijau menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis.

Perspektif Tampak Samping
View Mata Burung

MULTIDESAIN ARSITEK – 0811-3057-880
masjid putri ngabar, pondok pesantren walisongo ngabar, desain masjid ngabar, desain masjid mediteran, desain masjid, arsitek masjid, arsitek ponorogo, kontraktor madiun, kontraktor ponorogo

Masjid akhsan d’lon karanganyar

Luas Bangunan : 540 m2
Lokasi : Kab. Karanganyar
Tahun 2018

A. Filosofi Bangunan: Hablum Minallah Wa Hablum Minannas
Filosofi utama dari rumah ibadah ini adalah merayakan hubungan vertikal yang khusyuk dengan Sang Pencipta, sekaligus menciptakan ruang horizontal yang ramah bagi sesama manusia.
1. Kubah Utama Bermotif Ketupat Geometris: Melambangkan keesaan Allah (Tauhid) yang menjadi pusat dari segala kehidupan. Pola anyaman geometris melambangkan keterikatan dan persatuan umat.
2. Serambi Terbuka yang Luas (Arcade): Melambangkan keterbukaan Islam dalam menyambut siapa saja (Rahmatan lil ‘Alamin), serta menjadi ruang peneduh sosial bagi masyarakat sekitar.
3. Menara Tinggi yang Ramping: Melambangkan seruan azan yang mengangkasa, pengingat waktu, dan mercusuar spiritual bagi lingkungan sekitarnya.

B. Konsep Desain: Neo-Vernacular Islamic Architecture
Konsep desain ini menggabungkan pakem arsitektur masjid nusantara dan Timur Tengah, lalu disederhanakan dengan pendekatan modern kontemporer yang bersih.
1. Reinterpretasi Lengkungan Klasik (Modern Arch)
Masjid ini menggunakan deretan lengkungan (arches) khas arsitektur Islam klasik pada area selasar/teritisan luar. Lengkungan ini tidak kaku, melainkan dibuat mulus dan bersih tanpa ukiran yang terlalu rumit, memberikan kesan modern namun tetap khidmat.
2. Atap Tumpang Nusantara & Kubah Hibrida
Menggunakan atap limasan tumpang (khas Nusantara) yang adaptif terhadap curah hujan tropis tinggi, yang kemudian di mahkotai oleh kubah bawang modern di puncaknya. Kombinasi ini sangat kontekstual untuk wilayah Karanganyar/Solo.

Tampak Depan

3. Palet Warna Bumi yang Menenangkan (Earthy & Warm Palette)
– Pemilihan warna cokelat mocha, krem hangat, dan putih bersih memberikan suasana tenang, teduh, dan khusyuk yang sangat dibutuhkan untuk area beribadah.
– Penambahan ornamen roster/krawangan berpola bintang segi delapan (Islamic pattern) pada dinding samping memberikan detail bayangan estetik sekaligus sirkulasi udara alami.
4. Batas Visual yang Ramah (Low Boundary Fencing)
Desain pagar depan dibuat rendah dengan ritme garis vertikal modern. Pagar ini memberikan fungsi pengamanan area halaman masjid, namun tidak menutup keindahan bangunan dari jalan raya utama.

Tampak Samping
View Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Dapur Umum Pesantren Walisongo Ngabar

Client: PP Walisongo Ngabar
Luas : 175 m2
Tahun : 2017

View Tampak Depan
View Tampak Depan
View Mata Burung
Interior Dapur
Interior Dapur
Interior Dapur
menggunakan nama Ngabar Food. Diharapkan dari dapur ini, selain bisa memenuhi kebutuhan konsumsi semua santri dan ustadz. Juga sebagai pusat produksi makanan catering dan jajanan untuk kegiatan-kegiatan di pondok.
Konsep tampak depan yang minimalis dan simple. Dapur seluas 213 m2 ini memiliki lebih dari 10 orang juru masak
Bagian dalam dapur yang harus melayani sekitar 2000 orang, makan pagi, siang dan malam
Bentuk dan ukuran Pprabotan dapur masih menyesuaikan dengan sumber daya manusia nya yang rata-rata ibu-ibu yang sudah berumur

Masjid Pesantren Walisongo Ngabar (desain awal) – Ponorogo

Lokasi : Ngabar Ponorogo
Tahun : 2016

Foto Eksisting Tampak Depan Masjid saat ini
Foto Eksisting Tampak Depan Masjid saat ini
Foto Eksisting Tampak Samping Masjid saat ini
Foto Eksisting Tampak Samping Masjid saat ini
Kondisi Mihrab Masjid saat ini
Kondisi Mihrab Masjid saat ini
Denah Lantai 1 Masjid
Denah Lantai 1 Masjid
Denah Lantai 2 Masjid
Denah Lantai 2 Masjid
Pintu Pilar di sisi depan ada 3, sedangkan di samping Masjid ada  6.  Jumlah dari 3 + 6 adalah 9, menggambarkan Wali Songo
Pintu Pilar di sisi depan ada 3, sedangkan di samping
Masjid ada 6.
Jumlah dari 3 + 6 adalah 9, menggambarkan Wali Songo
Tinggi Masjid 27 meter (2 + 7 = 9) Tinggi Tower 45 meter (4 + 5 = 9) Angka 9 melambangkan Wali  Songo
Tinggi Masjid 27 meter (2 + 7 = 9)
Tinggi Tower 45 meter (4 + 5 = 9)
Angka 9 melambangkan Wali Songo
Potongan Masjid 2 Lantai. Atap Kubah terbuat dari enamel galvalum dengan            rangka atap space truss bentang lebar tanpa kolom
Potongan Masjid 2 Lantai. Atap Kubah terbuat dari enamel galvalum dengan
rangka atap space truss bentang lebar tanpa kolom
Ruang Sholat Lantai 1
Ruang Sholat Lantai 1
Ruang Sholat Lantai 2
Ruang Sholat Lantai 2
Desain Ruang Wudhu. Atap ruang wudhu menggunakan Membrane Tensile. Sejenis payung  transparan yang  tahan air dan cuaca.
Desain Ruang Wudhu. Atap ruang wudhu menggunakan Membrane Tensile. Sejenis payung transparan yang tahan air dan cuaca.
Motif kaca gravir dan GRC berlafadz “Laa ila ha ilallah” menggunakan jenis kaligrafi kufi (bentuk kotak-kotak tanpa lengkung). Jenis kaligrafi tua yang berasal dari Kuffah yang kemudian menyebar ke Arab. Bentuk kotak-kotak saat ini mewakili modernitas minimalis.
Motif kaca gravir dan GRC berlafadz “Laa ila ha ilallah” menggunakan jenis kaligrafi kufi (bentuk kotak-kotak tanpa lengkung). Jenis kaligrafi tua yang berasal dari Kuffah yang kemudian menyebar ke Arab. Bentuk kotak-kotak saat ini mewakili modernitas minimalis.
Bentuk ka’bah di mihrab, berfungsi sebagai : Bagian dari logo pesantren Walisongo  yang diaktualisasikan dalam wujud bangunan; Menjadi keunikan tersendiri karena belum pernah ada di  masjid lain; Fungsi secara khusus, agar jemaah lebih khusyuk karena  seakan-akan sholat di depan ka’bah
Bentuk ka’bah di mihrab, berfungsi sebagai : Bagian dari logo pesantren Walisongo yang diaktualisasikan dalam wujud bangunan; Menjadi keunikan tersendiri karena belum pernah ada di masjid lain; Fungsi secara khusus, agar jemaah lebih khusyuk karena seakan-akan sholat di depan ka’bah
Lubang cahaya (matahari) di sekeliling ka’bah memiliki makna akan tujuan dan harapan semua manusia yang beriman, yakni mendapatkan rahmat dan bimbingan cahaya (hidayah) dari Allah. Cahaya tersebut menyelip di antara latar dinding  gelap (lambang kematian) dan ka’bah. Artinya Tujuan hidup kita adalah mati khusnul khotimah dan berjumpa dengan Allah, melalui jalan sholat yang khuyuk menghadap ka’bah.
Lubang cahaya (matahari) di sekeliling ka’bah memiliki makna akan tujuan dan harapan semua manusia yang beriman, yakni mendapatkan rahmat dan bimbingan cahaya (hidayah) dari Allah. Cahaya tersebut menyelip di antara latar dinding gelap (lambang kematian) dan ka’bah. Artinya Tujuan hidup kita adalah mati khusnul khotimah dan berjumpa dengan Allah, melalui jalan sholat yang khuyuk menghadap ka’bah.
Tiga Pilar kerucut yang makin mengecil memiliki Makna secara khusus, yakni melambangkan Islam, Iman dan Ihsan. Bentuk yang makin mengecil atau mem fokus artinya dalam mempelajari agama dimulai dari sesuatu yang umum dan mudah (yakni syariat atau ilmu fiqih), kemudian tauhid, dan terakhir adalah mendalami tasawuf (semakin fokus mengenal Allah)
Tiga Pilar kerucut yang makin mengecil memiliki Makna secara khusus, yakni melambangkan Islam, Iman dan Ihsan. Bentuk yang makin mengecil atau mem fokus artinya dalam mempelajari agama dimulai dari sesuatu yang umum dan mudah (yakni syariat atau ilmu fiqih), kemudian tauhid, dan terakhir adalah mendalami tasawuf (semakin fokus mengenal Allah)
Desain Akhir (Tampak Depan)
Desain Akhir (Tampak Depan)
Desain Akhir (Tampak Samping)
Desain Akhir (Tampak Samping)
Presentasi Arsitek Multi Desain di depan Bupati Ponorogo dan pimpinan SKPD serta Kyai-Kyai Pondok Pesantren di Ponorogo
Presentasi Arsitek Multi Desain di depan Bupati Ponorogo dan pimpinan SKPD serta Kyai-Kyai Pondok Pesantren di Ponorogo

MULTI DESAIN ARSITEK 2016 – 0811 3057 880

Tags : gambar rumah minimalis, desain rumah minimalis, arsitek indonesia, arsitek rumah minimalis, desain gambar rumah sedehana, desain kamar, gambar model rumah, konsultan perencana, kontraktor rumah, jasa kontraktor, jasa pemborong, pemborong rumah, kontraktor bangunan, bangunan rumah, bangunan gedung, arsitek madiun, arsitek jawa timur, desain masjid, desain pesantren, arsitektur masjid, arsitektur pesantren, masjid pesantren, pesantren ponorogo, pesantren walisongo