Tag Archives: desain masjid klasik

Masjid Klasik Bernuansa Timur Tengah

Luas bangunan : 2498 m2
Lokasi : Riau
Tahun 2020

Filosofi & Konsep Desain: “Cahaya Sang Pembela”
Nama Zubair Bin Awam diambil dari salah satu sepupu Nabi Muhammad SAW yang dijuluki Hawari (pembela) menjadikan inspirasi utama dalam membangun karakter visual yang gagah, berani di masjid ini.
Masjid ini mengusung konsep Mediterania Modern dengan mengadopsi sebagian ornamen dari masjid Nabawi. Masjid ini bisa menampung lebih dari 4.000 jemaah dalam sekali sholat.
1. Menara Utama: Poros Tauhid yang Menjulang
Menara yang dirancang sangat tinggi dengan detail geometri yang kompleks melambangkan tegaknya kalimat Tauhid. Bentuknya yang bertingkat mencerminkan derajat keimanan dan konsistensi seorang Muslim dalam menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Tampak Depan

2. Lengkungan Pointed Arch: Gerbang Menuju Rahmat
Penggunaan deretan lengkungan lancip (pointed arches) yang bercahaya di sepanjang fasad melambangkan keterbukaan dan rendah hati.
– Warna Emas & Hijau: Aksen cahaya hijau dan emas pada lengkungan menciptakan atmosfer surgawi yang menenangkan,
melambangkan kehidupan dan kemuliaan ibadah.
– Simetri: Menunjukkan keteraturan dan keseimbangan hidup duniawi dan akhirat.

Tampak Depan

3. Kubah Sentral: Wadah Persatuan Umat
Kubah berbentuk setengah bola di bagian tengah merupakan simbol perlindungan dan persatuan. Ukurannya yang proporsional di antara menara-menara melambangkan fungsi masjid sebagai pusat perlindungan spiritual bagi umat, di mana semua perbedaan melebur dalam satu sujud di bawah naungan doa yang sama.

Tampak Depan Area Wudhu

4. Payung Peneduh: Estetika Mediteran
Adanya elemen payung terbuka di sisi samping serupa dengan arsitektur Masjid Nabawi yang menonjolkan konsep pelayanan dan kenyamanan. Ini melambangkan bahwa masjid adalah tempat yang ramah bagi musafir dan jemaah, memberikan keteduhan dari panasnya dunia baik secara harfiah maupun kiasan.

Tampak Mata Burung

5. Material & Cahaya: Modernitas dalam Tradisi
Perpaduan dinding putih bersih dengan sistem pencahayaan fasad yang dramatis mencerminkan filosofi bahwa Islam selalu relevan dengan zaman. Penggunaan elemen klasik (ornamen islami) yang dikemas dengan teknologi modern (LED & struktur beton) melambangkan jati diri Muslim moder yang berwawasan maju namun tetap berpijak kuat pada akar sejarah dan syariat.

Interior Mihrab
Interior Ruang Jamaah
Interior Tempat Wudhu lt. 1
Interior Tempat Wudhu lt. 2

Kontak (WA) Desain & Bangun Hub. 0811-3057-880

Masjid Burhanuddin Madiun

Luas bangunan : 383 m2
Lokasi : Madiun
Tahun 2022

Konsep: “The Green Oasis of Nabawi”
Desain masjid ini mengambil inspirasi kuat dari arsitektur klasik Masjid Nabawi, yang kemudian diadaptasi dengan palet warna yang melambangkan identitas keislaman di Nusantara.
1. Karakteristik Fasad (Arcade Elegance)
– Lengkungan Ikonik: Penggunaan arch atau lengkungan setengah lingkaran yang berulang pada selasar masjid mengadopsi gaya arsitektur Islam klasik. Pola selang-seling warna hijau dan krem pada lengkungan memberikan ritme visual yang dinamis namun tetap menenangkan.
– Portal Utama (The Grand Entrance): Bagian tengah bangunan dibuat lebih tinggi dan menonjol sebagai fasad utama. Penggunaan panel hijau solid dengan kaligrafi memberikan penegasan bahwa ini adalah titik pusat spiritual bangunan.

Tampak Depan

2. Ornamen dan Detail (Islamic Geometry)
– Mashrabiya Modern: Penggunaan panel dekoratif dengan motif bintang segi delapan (Islamic geometric pattern) pada bagian atas lengkungan berfungsi sebagai ventilasi alami sekaligus penyaring cahaya. Hal ini menciptakan permainan bayangan yang indah di dalam ruang selasar.
– Tipografi Spiritual: Penempatan kaligrafi “Allah” dan “Muhammad” yang strategis di sisi depan portal utama memberikan pengingat visual yang kuat bagi setiap jamaah yang datang.

Tampak Depan

3. Simbolisme Warna dan Bentuk
– Palet Hijau & Krem: Warna hijau melambangkan keteduhan, kedamaian, dan surga, sementara warna krem/putih memberikan kesan bersih dan suci. Kombinasi ini menciptakan suasana yang ramah dan “sejuk” dipandang mata.
Atap Limasan Kontemporer: Meskipun fasad bernuansa Timur Tengah, penggunaan struktur atap yang cenderung limas pada bagian belakang menunjukkan adaptasi terhadap iklim tropis, memastikan pembuangan air hujan yang efektif.

Tampak Samping
Tampak Mata Burung

Masjid Klasik Bernuansa Timur Tengah di Bandung

Luas bangunan : 886 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Al Hilal Bandung
Tahun 2022

1. Lengkungan Ablaq (Arch of Harmony):
Ciri khas yang paling menonjol adalah penggunaan lengkungan tapal kuda (horseshoe arch) dengan pola selang-seling warna (teknik Ablaq). Pola ini tidak hanya berfungsi secara struktural, tetapi juga melambangkan harmoni dan keragaman dalam persatuan umat.
2. Fasad Mashrabiya & Geometris:
Penggunaan ornamen bintang delapan dan pola kisi-kisi pada jendela atas berfungsi sebagai elemen dekoratif sekaligus pengatur cahaya matahari yang masuk, menciptakan permainan bayangan yang puitis di dalam ruang utama.
3. Kaligrafi sebagai Mahkota:
Penempatan aksen kaligrafi tepat di atas gerbang utama memberikan identitas spiritual yang kuat, mengingatkan setiap pengunjung pada keagungan Sang Pencipta sebelum memasuki ruang suci.

Tampak Depan

4. Palet Warna Tanah & Keemasan:
Kombinasi warna krem dari material batu alam, cokelat tua pada dasar bangunan, serta aksen emas pada pilar, menciptakan kesan yang “membumi” namun tetap mewah (luxurious yet grounded).
5. Ritme Pilar yang Statis:
Barisan pilar yang berulang di area teras memberikan kesan kedalaman (depth) dan ruang transisi yang tenang antara dunia luar dengan area shalat, memberikan waktu bagi jamaah untuk menyiapkan hati.

Tampak Depan
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK CP/WA : 0811-3057-880

Masjid Baitussy Syafaah Madiun

Luas bangunan : 698 m2
Lokasi : Madiun
Tahun 2020

1. Filosofi Warna: Freshness and Spirituality
Penggunaan warna Turquoise (Hijau Toska) yang dominan memberikan kesan yang menyegarkan, modern, dan menenangkan. Warna ini melambangkan kejernihan pikiran dan kedamaian spiritual, membedakannya dari masjid tradisional namun tetap mempertahankan nilai-nilai religius.
2. Fasad Multi-Layered Arches
Elemen utama bangunan ini adalah permainan lengkungan berlapis (nested arches) yang tegas:
– Frame Putih Kontras: Bingkai putih pada setiap lengkungan memberikan garis batas yang bersih dan menonjolkan bentuk arsitektur.
– Ornamen GRC Filigree: Panel dekoratif putih dengan motif geometris yang halus memberikan tekstur yang kaya dan berfungsi sebagai elemen peneduh yang artistik.
3. Komposisi Kubah: Diamond Pattern
Bangunan ini memiliki tiga kubah (satu utama dan dua pendamping) dengan detail pola belah ketupat/mozaik:
– Aksen biru & Putih: Pola pada kubah memberikan karakter yang dinamis dan memastikan kubah tetap menjadi titik fokus bangunan.
– Menara Integrasi: Menara rendah di sisi kanan dan kiri yang menyatu dengan badan bangunan memberikan kesan kokoh dan simetris.

Tampak Depan

4. Materialitas: Modern Meets Natural
Fasad bagian tengah menggunakan pelapis batu alam (Travertine/Sandstone) berwarna krem hangat:
– Kontras Tekstur: Tekstur alami batu alam menyeimbangkan warna toska yang solid, memberikan kesan bangunan yang mewah namun tetap membumi.
– Logo Kaligrafi: Penempatan elemen kaligrafi modern tepat di tengah portal utama menegaskan fungsi bangunan sebagai rumah ibadah.
5. Konektivitas Bangunan: The Auxiliary Wing
Adanya bangunan sayap (asrama atau ruang kantor) yang terpisah namun memiliki gaya desain yang selaras (menggunakan motif lengkung dan warna yang sama) menciptakan satu kesatuan kompleks islami yang harmonis. Desain ini memungkinkan pembagian fungsi ruang yang jelas antara area ibadah utama dan area pendukung.

Tampak Samping
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Masjid Al-Lathif Muaro Bungo Jambi

Luas bangunan : 940 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Muaro Bungo, Jambi
Tahun 2020

1. Filosofi Fasad: The Softness of Faith
Sesuai namanya, Al-Lathif (Yang Maha Lembut), fasad bangunan ini menonjolkan komposisi warna krem lembut dan putih. Penggunaan material pelapis batu alam memberikan kesan kokoh namun tetap hangat, menciptakan atmosfer ibadah yang tenang dan inklusif.
2. Aksen Lengkung Striped-Ablaq
Salah satu elemen paling ikonik adalah penggunaan lengkungan berpola garis (belang) pada area selasar lantai dua.
– Inspirasi: Merujuk pada teknik Ablaq klasik, pola ini memberikan karakter kuat dan dinamis pada bangunan.
– Visual: Garis-garis tersebut membingkai area balkon, menciptakan kedalaman visual (depth) yang menarik bagi siapa pun yang memandangnya.

Tampak Depan

3. Simbolisme Bintang Segi Delapan (Rub el Hizb)
Pada kedua menara samping, terdapat jendela besar berbentuk bintang segi delapan.
– Identitas: Simbol ini adalah penanda universal arsitektur Islam yang melambangkan kesempurnaan dan keseimbangan.
– Fungsi: Selain nilai estetika, lubang ini berfungsi sebagai sirkulasi udara alami dan pencahayaan artistik bagi area tangga menara.

4. Komposisi Menara dan Kubah Turquoise
Bangunan ini menggunakan menara kembar yang terintegrasi dengan badan bangunan untuk menciptakan siluet yang stabil dan megah.
– Kubah Belah Ketupat: Pola geometris pada kubah berwarna hijau toska memberikan sentuhan warna yang segar di tengah dominasi warna bumi (earth tones).
– Linearitas: Bentuk menara yang kotak memberikan kesan modern yang kontras namun harmonis dengan bentuk kubah yang melengkung.

Scene Malam Tampak Depan
Tampak Mata Burung
Interior Mihrab

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880