Luas bangunan : 162 m2
Lokasi : Pringgodani – Madiun
Tahun 2020
1. Filosofi Desain:
Rumah ini dirancang dengan filosofi “keterbukaan dan keterhubungan”. Penggunaan material transparan seperti kaca yang luas pada jendela dan pintu memberikan pencahayaan alami dan ventilasi silang yang optimal, menciptakan suasana yang nyaman dan menenangkan. Elemen-elemen arsitektur seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sekaligus menciptakan ruang transisi antara area interior dan eksterior. Kehadiran ruang terbuka hijau seperti taman dan kolam air menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis, mengintegrasikan alam dan arsitektur.
Tampak Depan
2. Konsep Arsitektur:
– Modern Industrial Minimalis: Gaya modern minimalis diterapkan pada bentuk bangunan yang tegas dan geometris, sementara sentuhan industrial dihadirkan melalui penggunaan material seperti bata merah, beton, dan besi hitam. Kontras ini menciptakan visual yang menarik dan dinamis.
– Fungsionalitas Optimal: Setiap ruang dirancang dengan fungsionalitas optimal, memaksimalkan penggunaan area yang terbatas. Tata letak yang efisien dan terbuka mempromosikan sirkulasi yang baik dan interaksi sosial yang hangat.
– Kenyamanan dan Kesejahteraan: Perhatian yang detail diberikan pada aspek kenyamanan dan kesejahteraan penghuni. Pencahayaan alami dan ventilasi silang memastikan sirkulasi udara yang baik dan kenyamanan termal. Elemen-elemen seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sementara ruang terbuka hijau menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis.
View Mata BurungInterior Ruang KeluargaInterior Ruang MakanInterior Dapur
Luas bangunan : 343 m2
Lokasi : Surabaya
Tahun 2024
1. Filosofi dan Konsep Desain Rumah Ini:
Desain rumah ini mewujudkan perpaduan harmonis antara arsitektur tropis minimalis dan keterbukaan lingkungan, menciptakan ruang huni yang estetis, fungsional, dan berkelanjutan. Fasad bangunan didominasi oleh panel putih minimalis yang halus dan dinding bertekstur kasar seperti batu alam, menciptakan kontras visual yang menarik. Elemen-elemen seperti kisi-kisi kayu dan tanaman hijau di teras memberikan sentuhan alami yang hangat dan mengundang.
Tampak Depan 1
2. Konsep Arsitektur:
– Tropis Minimalis: Gaya tropis minimalis diterapkan pada bentuk bangunan yang tegas dan geometris, sementara sentuhan alami dihadirkan melalui penggunaan material seperti batu alam, kayu, dan tanaman hijau. Kontras ini menciptakan visual yang menarik dan dinamis.
– Fungsionalitas Optimal: Setiap ruang dirancang dengan fungsionalitas optimal, memaksimalkan penggunaan area yang terbatas. Tata letak yang efisien dan terbuka mempromosikan sirkulasi yang baik dan interaksi sosial yang hangat.
– Kenyamanan dan Kesejahteraan: Perhatian yang detail diberikan pada aspek kenyamanan dan sejahtera penghuni. Pencahayaan alami dan ventilasi silang memastikan sirkulasi udara yang baik dan kenyamanan termal. Elemen-elemen seperti kisi-kisi kayu dan kanopi memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sementara ruang terbuka hijau menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis.
Luas bangunan : 121 m2
Lokasi : Ponorogo
Tahun 2024
1. Filosofi dan Konsep Desain Rumah Ini:
Desain rumah ini mewujudkan perpaduan harmonis antara arsitektur Gotik Eropa Barat yang megah dan ornamentasi Islam yang rumit, menciptakan ruang huni yang estetis, fungsional, dan berkelanjutan. Fasad bangunan didominasi oleh bentuk lengkungan yang tegas dan ukiran yang rumit, menciptakan kontras visual yang menarik. Elemen-elemen seperti ornamen krawangan (mashrabiya) dan ukiran geometris khas Islam memberikan sentuhan tradisional yang hangat dan mengundang.
Tampak Depan 1
2. Konsep Arsitektur:
– Gotik Tropis Modern: Gaya Gotik tropis modern diterapkan pada bentuk bangunan yang tegas dan geometris, sementara sentuhan Islam dihadirkan melalui penggunaan material seperti ornamen krawangan (mashrabiya) dan ukiran geometris khas Islam. Kontras ini menciptakan visual yang menarik dan dinamis.
– Fungsionalitas Optimal: Setiap ruang dirancang dengan fungsionalitas optimal, memaksimalkan penggunaan area yang terbatas. Tata letak yang efisien dan terbuka mempromosikan sirkulasi yang baik dan interaksi sosial yang hangat.
– Kenyamanan dan Kesejahteraan: Perhatian yang detail diberikan pada aspek kenyamanan dan kesejahteraan penghuni. Pencahayaan alami dan ventilasi silang memastikan sirkulasi udara yang baik dan kenyamanan termal. Elemen-elemen seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sementara ruang terbuka hijau menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis.
Tampak Depan 2Tampak Depan 3Tampak Mata BurungInterior dapurInterior dapurInterior dapur
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Kab. Ponorogo
Tahun 2018
1. Filosofi Desain:
Masjid ini dirancang dengan filosofi “keterbukaan dan keterhubungan”. Penggunaan material transparan seperti kaca yang luas pada jendela memberikan pencahayaan alami dan ventilasi silang yang optimal, menciptakan suasana yang nyaman dan menenangkan. Elemen-elemen arsitektur seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sekaligus menciptakan ruang transisi antara area interior dan eksterior. Kehadiran ruang terbuka hijau seperti tanaman hijau di teras dan taman di area eksterior menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis, mengintegrasikan alam dan arsitektur.
Perspektif Tampak Depan
2. Konsep Arsitektur:
– Neo-Nusantara Modern: Gaya Neo-Nusantara modern diterapkan pada bentuk bangunan yang tegas dan geometris, sementara sentuhan lokal dihadirkan melalui penggunaan material seperti atap limasan, ukiran khas Bali, dan batu alam. Kontras ini menciptakan visual yang menarik dan dinamis.
– Fungsionalitas Optimal: Setiap ruang dirancang dengan fungsionalitas optimal, memaksimalkan penggunaan area yang terbatas. Tata letak yang efisien dan terbuka mempromosikan sirkulasi yang baik dan interaksi sosial yang hangat.
– Kenyamanan dan Kesejahteraan: Perhatian yang detail diberikan pada aspek kenyamanan dan kesejahteraan jemaat. Pencahayaan alami dan ventilasi silang memastikan sirkulasi udara yang baik dan kenyamanan termal. Elemen-elemen seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sementara ruang terbuka hijau menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis.
Perspektif Tampak SampingView Mata Burung
MULTIDESAIN ARSITEK – 0811-3057-880
masjid putri ngabar, pondok pesantren walisongo ngabar, desain masjid ngabar, desain masjid mediteran, desain masjid, arsitek masjid, arsitek ponorogo, kontraktor madiun, kontraktor ponorogo
Client : Yayasan Majlisu Riyasatil Ma’had
Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar
Lokasi : Ngabar Kab. Ponorogo Jawa Timur
Tahun : 2016
Ukuran Dasar : 18 x 45 m
Luas Bangunan Masjid : 1.279 m2
Luas Area Sholat : 1.015 m2
Kapasitas Jemaah : 1.400 jemaah
Tinggi Masjid hingga Kubah : 18 m
Diameter Kubah Utama : 14 m
Diameter Kubah Anak : 5 m
Konsep Desain Masjid merupakan Perpaduan antara Modern dan Timur TengahSirip-sirip lengkung pada samping masjid yang berfungsi untuk menahan tampias air hujan dan menyaring sinar matahari
LOKASI, LAMBANG & SEJARAH
Pondok Pesantren Wali Songo ini terletak di desa Ngabar, kecamatan Siman, kabupaten Ponorogo provinsi Jawa Timur, pada kilometer tujuh arah selatan pusat kabupaten Ponorogo. Pemilihan Wali Songo sebagai nama pondok ini bukan tanpa alasan. Para wali dianggap berjasa besar dalam penyebaran agama Islam khusus di pulau Jawa. Perjuangan para wali ini sangat berkesan di hati pendiri Pondok Ngabar hingga memberi nama Wali Songo. Nama itu juga didorong dua hal. Pertama, keinginan mengingat jasa-jasa para wali dalam bidang dakwah Islam di Indonesia. Kedua, keinginan mewarisi sekaligus meneruskan semangat dan usaha para wali dalam menyebarluaskan ajaran agama Islam. Selain itu, kebetulan santri pertama yang datang ke pesantren ini ada sembilan orang dari berbagai daerah di Indonesia.
Lambang PP Walisongo NgabarDesain Masjid dan Plaza Ngabar
KONSEP & FILOSOFI DESAIN
Masjid ini memiliki konsep arsitektur Mediteran (Gaya Timur Tengah) dengan sedikit ada sentuhan modern. Bentuk simetris tengah dengan profil dan lengkungan, dengan dominasi kerawang motif Islam, menjadi ciri yang khas. Penggunaan material terbaru (tren), mulai dari luar hingga dalam sebagai respons dari perkembangan zaman, mewarisi ciri dakwah Wali Songo yang senantiasa menyesuaikan diri dengan kultur dan budaya masyarakat pada zamannya.
Untuk menguatkan konsep mediteran, warna masjid dibuat dominan krem muda, kuning, coklat, dengan aksentuasi emas di beberapa tempat, termasuk warna kubah. Bagian depan tengah masjid tertera lafadz Allah dengan ukuran cukup besar dengan cahaya yang memancar di sekelilingnya. Lafadz ini akan terlihat jelas di malam hari. Lafadz Allah sebagai focus point masjid ini sebagai perlambang bahwa segala niat, gerak, dan tujuan adalah semata-mata karena Allah dan untuk Allah.
Melalui permainan pencahayaan, Masjid ini lebih hidup di waktu Shubuh, Petang dan Malam hari karena pada saat-saat itulah banyak diadakan kegiatan-kegiatan pondok, baik dilakukan di dalam masjid maupun di pelataran depan masjid.
Suasana masjid akan lebih dramastis pada malam hari, dikarenakan malam hari merupakan puncak kegiatan santri.
KONSEP WALISONGO
Ukuran dasar masjid adalah sekitar 18 x 45 m. Angka 18 m (lebar masjid) jika dijumlah (1 + 8 = 9). Demikian juga panjang 45 m (4 + 5 = 9 m). Ketinggian Lantai 1 ke Lantai 2 adalah 4,5 m. Ketinggian Lantai 2 ke Lantai atap juga 4,5 m. Jika dijumlahkan 4,5 + 4,5 = 9 m. Demikian juga tinggi kubah berikut leher kubah sekitar 9 m. Jadi tinggi total masjid dari lantai dasar masjid adalah 9 + 9 = 18 m. Jika angka 1 dan 8 dijumlah akan ketemu angka 9. Bagian depan masjid tedapat portal lengkung vertikal, mirip huruf V terbalik yang berjumlah 8. Ditambah dengan portal tengah masjid, maka jumlahnya adalah 9.
Tampak Depan Masjid. Ke-9 Profil yang membingkai kerawang ataupun kaca mencerminkan makna Walisongo
Lampu Gantung di bawah kubah memiliki 2 tingkat. Masing-masing tingkatan memiliki lengan lampu. Tingkat bagian atas memiliki 9 lengan dan lampu, sedangkan tingkat bawah memiliki 18 lengan dan lampu (1 dan 8 jika dijumlahkan 9)
Lampu Gantung bawah kubah yang melambangkan walisongo
KONSEP INKLUSIF
Pesantren Walisongo Ngabar adalah lembaga pendidikan yang mengambil konsep Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Yang artinya bahwa Islam diturunkan oleh Allah sebagai rahmat bagi semua manusia dan seluruh alam semesta. Islam tidak hanya untuk golongan tertentu saja. Konsep dakwah inklusif inilah yang dibawa oleh Wali Songo pada zamannya. Hal ini tercermin pada konsep masjid terbuka tanpa pintu dan jendela. Konsep masjid terbuka seperti ini masuk akal karena konstektual dengan lokasinya yang berada di tengah pesantren, sehingga keamanan terjamin dan debu sangat minim karena jauh dari jalan raya.
Foto seorang jemaah di lantai 2 masjid dengan latar belang kerawang GRC sebagai dinding, sekaligus jendela masjid ini.
ENVIRONMENTALLY FRIENDLY BUILDING
Bangunan masjid ini menggunakan konsep bangunan ramah lingkungan karena mengurangi pemakaian AC (penyebab berkurangnya lapisan ozon), juga mengurangi pemakaian lampu pada siang hari. Konsep dinding kerawang GRC yang berlubang, memungkinkan terjadinya ventilasi silang (cross ventilation) dan sinar alami yang masuk lembut tersaring sehingga berpengaruh besar terhadap kenyamanan jemaah dan pengguna di dalamnya.
KONSEP IMAM, SAF & MIHRAB
Foto Masjid Walisongo Ngabar pertama kali digunakan untuk sholat Jum’at pada tanggal 18 Mei 2018
IMAM
Tidak seperti lazimnya, masjid ini tidak menyediakan ruangan Imam secara khusus. Namun kedudukan Imam ikut menyatu bersama ma’mum. Ada 3 alasan mengapa desain dibuat demikian. Yang pertama, Imam akan mudah mengatur saf ma’mum karena semuanya terlihat bahkan yang di pojok/ ujung, Yang kedua, khotib terlihat dari semua arah, bahkan oleh ma’mum di pojok depan. Yang ketiga adalah makna Islam bahwa Allah tidak memandang seseorang dikarenakan kedudukan dan jabatannya. Semua manusia di hadapan Allah sama, yang membedakan hanya ketakwaannya.
Saf pertama dan kedua masjid.
SHAF
Shaf pertama, kedua dan ketiga musti dibuat paling nyaman (pencahayaan & sirkulasi udara), paling lebar (jarak dengan dinding depannya), paling empuk (karpetnya), paling enak suara sound sistemnya, juga paling banyak fasilitasnya (ada ruang lebih di depan untuk menaruh barang). Hal ini karena Shaf pertama adalah shaf yang paling utama kedudukannya, baik di mata manusia, lebih lagi di mata Allah.
“Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari 580)
Desain Interior Mihrab
MIHRAB
Mihrab merupakan salah satu terpenting dari sebuah masjid. Desain Mihrab masjid ini dilambangkan dengan Ka’bah, yang juga merupakan lambang/ logo dari Pondok Pesantren Walisongo Ngabar. Background mihrab berwarna gelap (coklat tua) melambangkan malam hari. Lalu garis-garis vertikal acak menggambarkan hujan. Ka’bah menggambarkan kiblat ibadah, sedangkan cahaya yang mengelilinginya menggambarkan nur hidayah Allah. Lafadz Allah dan Muhammad menggambarkan syahadat, juga sebagai ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam. Di kanan kiri mihrab terdapat kerawang GRC yang berlafadz Assalamu’alaikum warohmatullahi barokatuh (Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah kepada kalian)
Jika dijabarkan seperti berikut:
“Islam turun pada zaman kegelapan (jahiliyah). Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya lah (digambarkan hujan), kemudian manusia mendapatkan nur hidayah (cahaya sekeliling ka’bah) yang akhirnya mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya iman. Iman tersebut kemudian yang membimbing manusia untuk beribadat kepada Alah (lambang ka’bah), juga menebar kasih sayang dan manfaat kepada sesama manusia (lafadz Assalamu’alaikum). Dengan demikian, manusia akan hidup mulia baik di dunia maupun di akhirat dengan naungan kebesaran dan kemuliaan Allah (dome berwarna emas di atas mihrab).”
Dome kubah berwarna emas yang menggambarkan naungan kebesaran dan kemuliaan AllahProgress 45 % Pembangunan Masjid NgabarTempat Wudhu Masjid Walisongo Ngabar. Langit-langit yang menggambarkan dinamika pendidikan dan semangat baru dalam perubahan menuju yang lebih baikLantai 2 MasjidMasjid saat ada acara Syukuran Peresmian PertamaSuasana Depan Masjid saat ShubuhSuasana malam hariView dari belakang masjidAyat kursi di leher kubah. Ayat-ayat yang menerangkan kebesaran Allah.
MULTI DESAIN ARSITEK 2016 – 0811-3057-880
Tags : desain masjid, desain pesantren, arsitektur masjid, arsitektur pesantren, masjid pesantren, pesantren ponorogo, pesantren walisongo ngabar, konsep pesantren, konsep desain masjid, tampak depan masjid, arsitek madiun, arsitek ponorogo, arsitek ngawi, arsitek magetan, arsitek solo, arsitek malang, arsitek surabaya, mosque design, islamic boarding school, mosque in ponorogo, indonesian architect
Lokasi : Ponorogo
Tahun Pekerjaan : 2016
Luas Bangunan : 600 m2
Luas Lahan : 1.800 m2
A. Filosofi Bangunan
1. Keabadian dan Warisan (Timelessness & Heritage): Penggunaan pilar-pilar besar (order Korintus) dan pedimen (segitiga di atas pilar) adalah simbol kuat dari arsitektur klasik (seperti di Roma dan Yunani kuno). Hal ini menunjukkan keinginan agar bangunan ini tidak lekang dimakan waktu, memancarkan aura keabadian, dan menghargai nilai-nilai warisan sejarah yang agung.
2. Keberhasilan dan Prestise (Success & Prestige): Skala bangunan yang masif, tinggi, dan ornamen yang rumit melambangkan pencapaian dan status sosial pemiliknya. Pencahayaan emas yang hangat mempertegas kesan kemewahan dan kesuksesan yang ingin ditampilkan kepada publik.
3. Cahaya dan Pencerahan (Light & Enlightenment): Kubah kuning menyala di puncaknya bukan sekadar penutup atap, tetapi simbol ‘Mahkota’ atau ‘Puncak Pencerahan’. Ini menunjukkan aspirasi pemilik untuk mencapai tingkat pemahaman atau pencapaian tertinggi, baik secara spiritual maupun material.
Tampak Depan dengan 4 pilar CorinthianTampak Samping
B. Konsep Bangunan
1. Neo-Klasik yang Megah (Grand Neo-Classical): Ini adalah konsep utama. Bangunan ini mengambil elemen-elemen klasik (pilar, pedimen, kubah) tetapi diterapkan pada konteks hunian atau gedung modern yang besar. Gaya ini menciptakan kesan formal, simetris, dan ‘berkuasa’.
2. Integrasi Kehidupan Mewah Modern (Integration of Modern Luxury):
– Elemen Hunian: Atap genteng merah yang terlihat di samping pilar menunjukkan bahwa ini adalah bangunan fungsional (kemungkinan hunian mewah atau kantor) dan bukan sekadar monumen atau museum.
– Kenyamanan Modern: Kehadiran mobil mewah (sedan perak) yang terparkir di depan, taman yang tertata rapi, dan pencahayaan eksterior yang canggih menunjukkan konsep kehidupan modern yang berkelas tinggi.
Tampak Belakan dengan Drop Off MobilTampak Samping. Di tengah terdapat void dengan Kolam RenangDisini desain semua Ruangan menghadap kolam renang yang berupa void di tengah bangunan. Kolam renang terdiri dari kolam untuk anak-anak yang berupa lingkaran dan kolam air dalamDesain rumah dan kolam mencerminkan gaya klasik Timur TengahKolam renang dilengkapi dengan water slide yang meluncur dari lantai 2 menembus melewati tirai air terjun yang berbentuk setengah lingkaranDesain Interior Ruang TamuDesain Interior Ruang TamuDesain Interior Ruang MakanDesain Interior Ruang KeluargaProgress Pembangunan Rumah Klasik di Jl. MT Haryono Ponorogo
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Luas Bangunan : 600 m2
Tahun Pekerjaan : 2016
A. Filosofi Bangunan
1. Keabadian dan Warisan (Timelessness & Heritage): Penggunaan pilar-pilar masif (order Korintus) dan pedimen (segitiga di atas pilar) adalah simbol kuat dari arsitektur klasik (seperti di Roma dan Yunani kuno). Hal ini menunjukkan keinginan agar bangunan ini tidak lekang dimakan waktu, memancarkan aura keabadian, dan menghargai nilai-nilai warisan sejarah yang agung.
2. Keberhasilan dan Prestise (Success & Prestige): Skala bangunan yang masif, tinggi, dan ornamen yang rumit melambangkan pencapaian dan status sosial pemiliknya. Pencahayaan emas yang hangat mempertegas kesan kemewahan dan kesuksesan yang ingin ditampilkan kepada publik.
3. Cahaya dan Pencerahan (Light & Enlightenment): Kubah kuning menyala di puncaknya bukan sekadar penutup atap, tetapi simbol ‘Mahkota’ atau ‘Puncak Pencerahan’. Ini menunjukkan aspirasi pemilik untuk mencapai tingkat pemahaman atau pencapaian tertinggi, baik secara spiritual maupun material.
Kaca Jendela yang menerus ke atas dan menghadap Timur ini berfungsi memaksimalkan pencahayaan siang hari
B. Konsep Bangunan
1. Neo-Klasik yang Megah (Grand Neo-Classical): Ini adalah konsep utama. Bangunan ini mengambil elemen-elemen klasik (pilar, pedimen, kubah) tetapi diterapkan pada konteks hunian atau gedung modern yang besar. Gaya ini menciptakan kesan formal, simetris, dan ‘berkuasa’.
2. Integrasi Kehidupan Mewah Modern (Integration of Modern Luxury):
– Elemen Hunian: Atap genteng merah yang terlihat di samping pilar menunjukkan bahwa ini adalah bangunan fungsional (kemungkinan hunian mewah atau kantor) dan bukan sekadar monumen atau museum.
– Kenyamanan Modern: Kehadiran mobil mewah (sedan perak) yang terparkir di depan, taman yang tertata rapi, dan pencahayaan eksterior yang canggih menunjukkan konsep kehidupan modern yang berkelas tinggi.
3. Konsep ‘Sintesis Langit dan Bumi’ (Celestial-Terrestrial Synthesis):
– Langit: Latar belakang langit malam berbintang yang sangat dramatis dan luas adalah elemen konsep yang kuat. Ini menghubungkan kemegahan buatan manusia (bangunan) dengan kemegahan alam semesta (kosmos).
– Bumi: Taman di bagian depan dengan tanaman hijau dan bunga-bunga berwarna-warni menjaga bangunan agar tetap membumi, memberikan sentuhan kehangatan alam yang kontras dengan formalitas batu bangunan.
Perspektif Tampak Depan. Aula dengan Gaya Klasik Timur TengahView Mata Burung
Client : Yayasan Majlisu Riyasatil Ma’had
Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar
Lokasi : Ngabar Kab. Ponorogo Jawa Timur
Tahun : 2016
Ukuran Lantai Dasar : 12 x 68 m
View Mata BurungPerspektif Tampak DepanHasil jadi setelah pembangunan. Tahap 1 dibangun separuh dulu dengan penyesuaian warna cat dengan warna khas pondokKonsep mediteran dengan perubahan pada warna tampak depan, menyesuaikan dengan bangunan sekitarnyaSuasana Pagi Hari mengawali kegiatan santriBangunan ini memiliki struktur 3 lantai. Walaupun saat ini masih 2 lantai tapi sudah siap untuk penambahan secara vertikalSelasar di Lantai 2Suasang Selasar pada pagi hari
Perspektif Tampak Depan View siang hariPerspektif Tampak Depan View malam hariProgress 45%Progress 70%Proses pembuatan railing mozaik untuk tampak depanPemasangan Batu Alam Tampak DepanProses pembuatan taman kolam ikan indoorProgress 100% Pembangunan rumah Bpk dr. Fakhrurrazi.Detail Batu Alam TerasDetail Profil Listplank dan Balkon
Denah EksistingDenah Renovasi Lantai 1Denah Renovasi Lantai 2Kondisi Rumah sebelum direnovasiDesain Baru (View Tampak Depan Siang Hari)Perspektif Mata BurungDesain Baru (View Tampak Depan Malam Hari)Hasil Renovasi