Tag Archives: arsitek ponorogo

Gedung Asrama Pondok Pesantren di Ponorogo

Luas bangunan : 1018 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Tahun 2020

1. Filosofi Fasad: Luminous Integrity
Warna hijau muda yang dominan melambangkan kesegaran, pertumbuhan, dan ketenangan jiwa. Dikombinasikan dengan panel putih bersih, fasad ini mencerminkan integritas santri yang haus akan ilmu namun tetap berpijak pada kesucian hati.
2. Ornamen Mashrabiya Modern
Penggunaan panel vertikal bermotif geometris islami (Islamic pattern) bukan sekadar dekorasi, melainkan berfungsi sebagai:
– Second Skin: Melindungi bangunan dari panas matahari langsung tanpa menutup sirkulasi udara.
– Privasi: Menjaga area balkon santri agar tetap privat namun tetap terlihat estetis dari luar.
– Identitas: Menegaskan karakter religius melalui detail ornamen yang repetitif dan presisi.

Tampak Depan

3. Tipografi sebagai Landmark
Tulisan “MADINAH” yang besar di bagian tengah bukan hanya penanda nama gedung, tetapi simbol doa. Madinah bermakna “Kota”, merujuk pada pusat peradaban Islam. Penempatannya yang sentral menjadikannya titik fokus (vocal point) yang membanggakan bagi penghuninya.
4. Sirkulasi dan Keterbukaan
Desain ini mengutamakan Open Corridor System, di mana setiap lantai memiliki selasar terbuka. Hal ini memastikan:
– Cross Ventilation: Udara alami masuk dengan bebas ke setiap kamar, menciptakan lingkungan belajar yang sehat.
– Konektivitas Sosial: Ruang selasar memungkinkan interaksi antar santri terjalin lebih erat secara visual maupun sosial.
5. Struktur Kokoh dan Berulang
Penggunaan kolom-kolom vertikal yang tegas memberikan kesan Wibawa dan Stabilitas. Repetisi (pengulangan) elemen arsitektur dari ujung ke ujung menciptakan harmoni dan keteraturan, mencerminkan kedisiplinan hidup di dalam pondok pesantren.

Tampak Depan
Tampak Mata Burung
Tampak Depan
Tampak Depan

Rumah Bpk IS di Madiun

Luas bangunan : 163 m2
Lokasi : Madiun
Tahun 2020

1. Komposisi Massa: Stacked Geometric
Bangunan ini menggunakan pendekatan bentuk geometris yang tegas dan bersih. Permainan maju-mundur bidang pada fasad memberikan kedalaman visual (dimensi) sehingga rumah tidak terlihat kaku, sekaligus menciptakan area balkon dan teras yang terlindungi secara alami.
2. Palet Material: Earth Tone & Texture
Konsep ini mengedepankan keharmonisan dengan alam melalui pemilihan material:
– Stone Cladding: Penggunaan batu alam pada sebagian dinding memberikan tekstur kasar yang kontras dengan dinding halus, menciptakan kesan kokoh dan elegan.
– Warm Tones: Dominasi warna cokelat muda, krem, dan abu-abu gelap memberikan atmosfer yang hangat dan menenangkan bagi penghuninya.
3. Pencahayaan: Dramatic Ambience
Salah satu kekuatan utama desain ini adalah lighting concept yang terencana:
– Up-Down Wall Lights: Lampu pilar yang menyorot ke atas dan bawah memberikan efek dramatis pada tekstur dinding di malam hari.
– Interior Glow: Penggunaan jendela kaca besar memungkinkan cahaya lampu interior memancar keluar, memberikan kesan hunian yang “hidup” dan ramah.

Tampak Depan
Tampak Depan
Tampak Depan
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK CP/WA : 0811-3057-880

Perumahan D’ Residence Irigasi Palembang

Luas bangunan : 105 m2
Lokasi : Perumahan D’ Residence Irigasi Palembang
Tahun 2020

1. Siluet Ikonik: The Geometric Gable
Ciri khas utama desain ini adalah penggunaan bentuk atap pelana tanpa teritisan (frameless gable). Garis putih tegas yang membingkai atap hingga ke dinding menciptakan siluet yang bersih dan modern, memberikan identitas visual yang kuat pada deretan hunian.
2. Permainan Tekstur: Natural & Industrial Mix
Konsep ini memadukan beberapa elemen material untuk menciptakan kedalaman visual:
– Wood/Travertine Finish: Bagian fasad atas menggunakan material bertekstur serat kayu atau batu alam berwarna krem yang memberikan kesan hangat dan natural.
– Dark Accents: Kontras warna cokelat tua dan abu-abu gelap pada area jendela serta pilar memberikan sentuhan industrial yang elegan.
– White Frames: Bingkai putih tebal berfungsi sebagai penyatu keseluruhan elemen desain.

Tampak Depan

3. Optimasi Cahaya: Full-Height Windows
Penggunaan jendela kaca yang tinggi dan lebar di kedua lantai bukan hanya untuk estetika, tetapi bertujuan untuk:
– Maksimalisasi Daylight: Mengurangi penggunaan lampu di siang hari.
– Kesan Luas: Menghilangkan batasan antara ruang dalam dan luar, sehingga ruangan interior yang terbatas terasa jauh lebih lega.
4. Karakter Fasad: Asymmetrical Balance
Meskipun setiap unit memiliki pola yang sama, desain jendelanya dibuat tidak simetris (asymetris). Penempatan balkon dengan pagar besi minimalis hitam menciptakan keseimbangan dinamis yang membuat tampilan perumahan tidak membosankan saat dilihat secara berderet.

Tampak Depan
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK CP/WA : 0811-3057-880

Masjid Samsul Huda Kota Madiun

Luas bangunan : 797 m2
Lokasi : Kota Madiun
Tahun 2020

1. Filosofi Fasad: The Rhythm of Worship
Elemen paling menonjol pada bangunan ini adalah deretan archway (lengkungan) tinggi yang berulang.
– Simbolisme: Repetisi lengkungan ini melambangkan keteraturan dalam ibadah dan barisan shaf yang rapi.
– Estetika: Bentuk lengkung yang ramping memberikan kesan bangunan yang “tumbuh” ke atas (vertikalitas), menciptakan kemegahan visual meskipun berdiri di lahan yang terbatas.
2. Ornamen Geometris Berlapis (Layered Pattern)
Bangunan ini menggunakan detail dekoratif yang kaya namun tetap terlihat bersih:
– GRC Cut-Out: Panel bermotif bintang segi delapan (Islamic star) pada area balkon berfungsi sebagai penghalau silau matahari sekaligus menciptakan permainan bayangan yang artistik di selasar.
– Aksen Emas/Kuning: Penempatan ornamen kecil berwarna emas di antara tiang memberikan sentuhan mewah dan menjadi titik perhatian (accent point) yang elegan.

Tampak Depan

3. Menara Kembar dan Kubah Simetris
Penggunaan dua menara rendah di sisi kanan dan kiri yang menyatu dengan badan bangunan menciptakan keseimbangan simetris.
– Kubah Mozaik: Kubah dengan pola garis cokelat diagonal memberikan karakter modern dan dinamis, menjauh dari kesan kubah polos tradisional.
– Hierarki Visual: Menara ini membingkai tulisan nama masjid di tengah, memastikan identitas bangunan terbaca dengan jelas dari kejauhan.
4. Palet Warna: Desert Sand & Earthy Tones
Warna-warna yang dipilih diambil dari elemen alam Timur Tengah:
– Krem dan Cokelat Muda: Memberikan kesan hangat, tenang, dan abadi (timeless).
– Batu Alam: Penggunaan tekstur batu pada pilar utama menambah kesan kokoh dan menyatu dengan lingkungan sekitar.

Tampak Depan

5. Sirkulasi Udara dan Pencahayaan Alami
Desain balkon terbuka di lantai dua dan koridor yang lebar di lantai dasar memastikan:
– Ventilasi Alami: Udara dapat mengalir bebas ke dalam ruang utama, menjaga suhu tetap sejuk tanpa ketergantungan penuh pada pendingin ruangan.
– Interaksi Sosial: Ruang selasar yang luas memungkinkan jamaah untuk berinteraksi dengan nyaman sebelum atau sesudah waktu shalat.

Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Masjid Baitussy Syafaah Madiun

Luas bangunan : 698 m2
Lokasi : Madiun
Tahun 2020

1. Filosofi Warna: Freshness and Spirituality
Penggunaan warna Turquoise (Hijau Toska) yang dominan memberikan kesan yang menyegarkan, modern, dan menenangkan. Warna ini melambangkan kejernihan pikiran dan kedamaian spiritual, membedakannya dari masjid tradisional namun tetap mempertahankan nilai-nilai religius.
2. Fasad Multi-Layered Arches
Elemen utama bangunan ini adalah permainan lengkungan berlapis (nested arches) yang tegas:
– Frame Putih Kontras: Bingkai putih pada setiap lengkungan memberikan garis batas yang bersih dan menonjolkan bentuk arsitektur.
– Ornamen GRC Filigree: Panel dekoratif putih dengan motif geometris yang halus memberikan tekstur yang kaya dan berfungsi sebagai elemen peneduh yang artistik.
3. Komposisi Kubah: Diamond Pattern
Bangunan ini memiliki tiga kubah (satu utama dan dua pendamping) dengan detail pola belah ketupat/mozaik:
– Aksen biru & Putih: Pola pada kubah memberikan karakter yang dinamis dan memastikan kubah tetap menjadi titik fokus bangunan.
– Menara Integrasi: Menara rendah di sisi kanan dan kiri yang menyatu dengan badan bangunan memberikan kesan kokoh dan simetris.

Tampak Depan

4. Materialitas: Modern Meets Natural
Fasad bagian tengah menggunakan pelapis batu alam (Travertine/Sandstone) berwarna krem hangat:
– Kontras Tekstur: Tekstur alami batu alam menyeimbangkan warna toska yang solid, memberikan kesan bangunan yang mewah namun tetap membumi.
– Logo Kaligrafi: Penempatan elemen kaligrafi modern tepat di tengah portal utama menegaskan fungsi bangunan sebagai rumah ibadah.
5. Konektivitas Bangunan: The Auxiliary Wing
Adanya bangunan sayap (asrama atau ruang kantor) yang terpisah namun memiliki gaya desain yang selaras (menggunakan motif lengkung dan warna yang sama) menciptakan satu kesatuan kompleks islami yang harmonis. Desain ini memungkinkan pembagian fungsi ruang yang jelas antara area ibadah utama dan area pendukung.

Tampak Samping
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Masjid Al-Lathif Muaro Bungo Jambi

Luas bangunan : 940 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Muaro Bungo, Jambi
Tahun 2020

1. Filosofi Fasad: The Softness of Faith
Sesuai namanya, Al-Lathif (Yang Maha Lembut), fasad bangunan ini menonjolkan komposisi warna krem lembut dan putih. Penggunaan material pelapis batu alam memberikan kesan kokoh namun tetap hangat, menciptakan atmosfer ibadah yang tenang dan inklusif.
2. Aksen Lengkung Striped-Ablaq
Salah satu elemen paling ikonik adalah penggunaan lengkungan berpola garis (belang) pada area selasar lantai dua.
– Inspirasi: Merujuk pada teknik Ablaq klasik, pola ini memberikan karakter kuat dan dinamis pada bangunan.
– Visual: Garis-garis tersebut membingkai area balkon, menciptakan kedalaman visual (depth) yang menarik bagi siapa pun yang memandangnya.

Tampak Depan

3. Simbolisme Bintang Segi Delapan (Rub el Hizb)
Pada kedua menara samping, terdapat jendela besar berbentuk bintang segi delapan.
– Identitas: Simbol ini adalah penanda universal arsitektur Islam yang melambangkan kesempurnaan dan keseimbangan.
– Fungsi: Selain nilai estetika, lubang ini berfungsi sebagai sirkulasi udara alami dan pencahayaan artistik bagi area tangga menara.

4. Komposisi Menara dan Kubah Turquoise
Bangunan ini menggunakan menara kembar yang terintegrasi dengan badan bangunan untuk menciptakan siluet yang stabil dan megah.
– Kubah Belah Ketupat: Pola geometris pada kubah berwarna hijau toska memberikan sentuhan warna yang segar di tengah dominasi warna bumi (earth tones).
– Linearitas: Bentuk menara yang kotak memberikan kesan modern yang kontras namun harmonis dengan bentuk kubah yang melengkung.

Scene Malam Tampak Depan
Tampak Mata Burung
Interior Mihrab

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Rumah Scandinavian di Surabaya

Luas bangunan : 343 m2
Lokasi : Surabaya
Tahun 2024

1. Siluet Atap Pelana yang Ikonik (The Framed Gable)
Ciri khas utama bangunan ini adalah bentuk atap pelana (gable roof) yang dibingkai dengan garis hitam tebal dan tegas. Bingkai ini tidak hanya memperkuat struktur visual, tetapi juga memberikan identitas modern yang membedakannya dari rumah konvensional, menciptakan kesan “rumah di dalam bingkai”.
2. Palet Material Rich Texture
Desain ini secara berani mengombinasikan berbagai tekstur untuk menciptakan kedalaman visual:
– Exposed Brick & Wood: Penggunaan bata ekspos dan aksen kayu pada plafon balkon memberikan sentuhan hangat dan organik khas gaya Scandinavian.
– Stone & Concrete: Panel dinding beton dan batu alam pada area pagar serta lantai dasar mempertegas nuansa industrial yang kokoh.
– Black Steel: Penggunaan elemen besi hitam pada bingkai atap dan pagar memberikan sentuhan akhir yang modern dan maskulin.

Tampak Depan 1

3. Pencahayaan Atmospheric & Cinematic
Permainan lampu (lighting design) menjadi kunci yang menghidupkan fasad di malam hari:
– Indirect Lighting: Penggunaan LED strip di balik bingkai atap dan di bawah balkon menciptakan efek melayang (floating effect) yang futuristik.
– Up-Lights & Sconces: Sorotan lampu pada tekstur dinding bata dan area taman menciptakan bayangan yang dramatis, memberikan kesan mewah yang hangat.
4. Konsep Urban Jungle Balcony
Area balkon lantai dua dirancang sebagai ruang transisi hijau dengan menghadiran tanaman rambat
5. Integrasi Pagar Minimalis Modern
Pagar dirancang menyatu dengan estetika bangunan secara keseluruhan. Penggunaan pintu pagar geser dengan kisi-kisi horizontal memberikan privasi tanpa menutup sirkulasi udara secara total, serta menjaga tampilan fasad lantai dasar tetap bersih dan teratur.

Tampak Depan 2
Tampak Depan 3
Tampak Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Masjid Putri Ponpes Walisongo Ngabar Ponorogo

Luas bangunan : 328 m2
Lokasi : Ponpes Walisongo Ngabar – Ponorogo
Tahun 2024

Bernuansa Puitis & Filosofis (Sangat Elegan)
“Menatap Langit, Membumi di Hati”
Bangunan ini mengusung konsep Modern Islamic Arch, di mana lengkungan runcing khas arsitektur klasik ditransformasikan menjadi gubahan fasad yang dinamis dan vertikal. Pengulangan lengkungan ini melambangkan kekhusyukan doa yang terus dipanjatkan ke atas. Dipadukan dengan balutan ornamen krawangan (mashrabiya) bermotif geometri Islam, bangunan ini menciptakan harmoni visual antara privasi, estetika cahaya, dan kemegahan spiritual.

Tampak Depan

Deskriptif Arsitektural (Profesional & Teknis)
“Simfoni Geometri dan Tropis Modern”
Konsep bangunan ini menitikberatkan pada gubahan massa yang tegas namun anggun. Penggunaan sirip fasad berbentuk lengkungan runcing (pointed arch) berfungsi ganda: sebagai identitas visual yang ikonik sekaligus sebagai secondary skin untuk mereduksi panas matahari langsung. Ornamen krawangan di bagian tengah memberikan sirkulasi udara alami dan permainan bayangan (shadow casting) yang estetik di dalam ruangan. Pemilihan palet warna putih bersih dan oren pastel memberikan kesan hangat, ramah, namun tetap agung.

Tampak Samping
Perspektif Mata Burung
Perspektif Mata Burung Depan
Tampak lengkungan Masjid
Mihrab Masjid
Mihrab Masjid

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Rumah Tahfidz Minimalis di Madiun

Luas bangunan : 170 m2
Lokasi : Rumah Tahfidz – Madiun
Tahun 2024

Desain bangunan ini menghadirkan konsep arsitektur tropis minimalis yang menekankan harmoni dengan alam dan fungsionalitas yang optimal. Perpaduan material alami seperti batu alam, kayu, dan genteng terakota menciptakan kesan hangat dan menyatu dengan lingkungan sekitar. Bentuk bangunan yang sederhana namun elegan mencerminkan prinsip minimalis, sementara elemen-elemen seperti ventilasi silang dan pencahayaan alami memastikan sirkulasi udara yang baik dan kenyamanan termal.

Masing-masing bagian bangunan dirancang dengan fungsi yang jelas, menciptakan ruang yang efisien dan nyaman bagi para pengguna. Bagian depan bangunan menampung ruang wudhu yang didesain dengan baik, menampilkan pencahayaan alami dan ventilasi silang yang memastikan kebersihan dan kenyamanan. Bagian belakang bangunan menampung ruang-ruang pendukung seperti ruang sholat dan area penyimpanan, yang didesain dengan pencahayaan dan ventilasi alami yang optimal.

Tampak 1

Perhatian yang detail diberikan pada aspek kenyamanan dan keamanan, memastikan pengalaman pengguna yang optimal. Permukaan lantai di ruang wudhu menggunakan material non-slip, sementara elemen-elemen arsitektur seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan. Keberlanjutan juga menjadi pertimbangan penting dalam desain bangunan ini, yang menampilkan sistem pengumpulan air hujan dan panel surya untuk menghemat energi.

Desain bangunan ini mencerminkan komitmen terhadap penciptaan ruang yang tenang dan spiritual, yang mengintegrasikan alam dan spiritualitas. Kehadiran ruang terbuka hijau seperti taman dan kolam air menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis. Pencahayaan alami dan ventilasi silang memastikan sirkulasi udara yang baik dan kenyamanan termal

Tampak 2
Tampak 3
Tampak Mata Burung
Interior 1

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

rumah tipe 100 hook lahan terbatas

Luas bangunan : 100 m2
Lokasi : Perum Bumi Antariksa – Madiun
Tahun 2020

Desain bangunan ini menghadirkan perpaduan harmonis antara arsitektur modern minimalis dan kearifan lokal Bali, menciptakan ruang huni yang estetis, fungsional, dan berkelanjutan. Bentuk bangunan yang tegas dan geometris mencerminkan prinsip minimalis, sementara atap limasan dengan ukiran khas Bali memberikan sentuhan tradisional yang hangat dan mengundang.

Perpaduan material alami seperti batu bata merah, kayu, dan genteng terakota menciptakan kesan hangat dan menyatu dengan lingkungan sekitar. Penggunaan material kaca yang luas pada jendela dan pintu memberikan pencahayaan alami dan ventilasi silang yang optimal, menciptakan suasana yang nyaman dan menenangkan. Elemen-elemen arsitektur seperti kanopi dan teras memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan, sekaligus menciptakan ruang transisi antara area interior dan eksterior.

Tampak Depan

Perhatian yang detail diberikan pada aspek kenyamanan dan fungsionalitas, memastikan pengalaman pengguna yang optimal. Area interior yang luas dan terbuka dengan tata letak yang efisien memaksimalkan penggunaan ruang, sementara area eksterior yang hijau dan terawat menciptakan suasana yang tenang dan harmonis. Keberlanjutan juga menjadi pertimbangan penting dalam desain bangunan ini, yang menampilkan sistem pengumpulan air hujan dan panel surya untuk menghemat energi.

Desain bangunan ini mencerminkan komitmen terhadap penciptaan ruang yang nyaman dan berkelanjutan, yang mengintegrasikan alam dan arsitektur. Kehadiran ruang terbuka hijau seperti taman dan kolam air menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis. Pencahayaan alami dan ventilasi silang memastikan sirkulasi udara yang baik

View Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880