Gedung Makan/ Kantin Putri Pondok Ngabar Ponorogo

Client : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Lokasi : Desa Ngabar – Ponorogo
Tahun : 2018
Luas Bangunan : 840 m2 (ukuran 14×30 m, 2 lantai)

A. Filosofi Bangunan: Guyub Lan Sehat (Kebersamaan yang Sehat)
Filosofi utama dari desain kantin komunal ini adalah menciptakan ruang interaksi sosial yang hangat, transparan, dan mendukung kesehatan fisik serta mental para santriwati. Kantin bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang jeda (sanctuary) dari padatnya aktivitas belajar.
– Material Batu Bata Merah Terbuka (Ekspos): Melambangkan kesederhanaan, kejujuran nilai, dan kehangatan rasa kekeluargaan yang erat di pesantren.
– Struktur Baja Hitam Terbuka: Melambangkan keteguhan prinsip, kemandirian, kekuatan karakter, dan efisiensi fungsional.
– Elemen Hijau Tanaman (Biofilik): Melambangkan kesegaran pikiran, pertumbuhan rohani, kesuburan, dan ketenangan jiwa.

Gedung makan berkapasitas 1000 santri ini menggunakan konsep modern industrial bercampur dengan nuansa etnik

B. Konsep Desain: Semi-Open Industrial Tropical Dining Hall
Konsep ini mengawinkan kepraktisan struktur industrial modern dengan adaptasi iklim tropis yang terbuka lebar.
1. Sistem Ventilasi dan Pencahayaan Alami Maksimal (Open Air Pavilion)
Bangunan dirancang tanpa dinding masif di sekelilingnya (konsep paviliun terbuka). Hal ini sangat krusial untuk sirkulasi udara di area dapur dan kantin agar asap masakan tidak terjebak, serta memaksimalkan angin alami untuk mendinginkan ruangan secara pasif.
2. Lanskap Biofilik Bertingkat (Planter Box Facade)
Penempatan kotak tanaman (planter box) bata ekspos di lantai satu dan pembatas balkon lantai dua memberikan kesegaran visual. Tanaman ini juga berfungsi sebagai filter debu alami dan penyejuk sirkulasi udara yang masuk ke area makan.
3. Kejujuran Material (Brutal-Industrial Aesthetics)
Fasad bangunan didominasi oleh perpaduan material mentah yang estetis: bata merah ekspos, baja struktural ekspos warna hitam, lantai keramik motif tegel lokal, dan atap lengkung fungsional. Ini menekan biaya finishing cat sekaligus menciptakan perawatan bangunan yang mudah dalam jangka panjang.
4. Zonasi Fungsional Komunal (Zoning for Mass Capacity)
– Desain meja panjang dan bangku komunal yang efisien untuk menampung banyak santriwati sekaligus.
– Area wastafel cuci tangan diletakkan strategis di bagian luar/depan akses masuk, mendorong budaya hidup bersih dan higienis sebelum dan sesudah makan.

Gedung Makan yang didesain seperti cafe ini diharapkan dapat memberikan kenyaman dan kesan cozy.
Kombinasi antara material struktur baja WF, besi pipa melengkung, dan terakota, memberikan kesan etnik tapi modern
Ruang dalam yang lapang dan luas juga dapat dimanfaatkan sebagai Aula atau Pusat Kegiatan Santri Putri
Hasil jadi gedung kantin putri. Kapasitas sekitar 1000 santriwati
Ruangan lantai 2 ini juga digunakan sesekali sebagai gedung pertemuan.
Tampak depan Gedung Kantin Putri yang langsung menghadap masjid. Konsep ruang makan yang terbuka ini diharapkan memberikan kenyamanan pada santriwati. Selain itu juga menjadi bangunan yang ramah lingkungan
Bordes Tangga yang memperlihatkan Paduan Konsep antara Modernitas dan Ethnic, melalui permainan komposisi material
suasana shubuh

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Masjid akhsan d’lon karanganyar

Luas Bangunan : 540 m2
Lokasi : Kab. Karanganyar
Tahun 2018

A. Filosofi Bangunan: Hablum Minallah Wa Hablum Minannas
Filosofi utama dari rumah ibadah ini adalah merayakan hubungan vertikal yang khusyuk dengan Sang Pencipta, sekaligus menciptakan ruang horizontal yang ramah bagi sesama manusia.
1. Kubah Utama Bermotif Ketupat Geometris: Melambangkan keesaan Allah (Tauhid) yang menjadi pusat dari segala kehidupan. Pola anyaman geometris melambangkan keterikatan dan persatuan umat.
2. Serambi Terbuka yang Luas (Arcade): Melambangkan keterbukaan Islam dalam menyambut siapa saja (Rahmatan lil ‘Alamin), serta menjadi ruang peneduh sosial bagi masyarakat sekitar.
3. Menara Tinggi yang Ramping: Melambangkan seruan azan yang mengangkasa, pengingat waktu, dan mercusuar spiritual bagi lingkungan sekitarnya.

B. Konsep Desain: Neo-Vernacular Islamic Architecture
Konsep desain ini menggabungkan pakem arsitektur masjid nusantara dan Timur Tengah, lalu disederhanakan dengan pendekatan modern kontemporer yang bersih.
1. Reinterpretasi Lengkungan Klasik (Modern Arch)
Masjid ini menggunakan deretan lengkungan (arches) khas arsitektur Islam klasik pada area selasar/teritisan luar. Lengkungan ini tidak kaku, melainkan dibuat mulus dan bersih tanpa ukiran yang terlalu rumit, memberikan kesan modern namun tetap khidmat.
2. Atap Tumpang Nusantara & Kubah Hibrida
Menggunakan atap limasan tumpang (khas Nusantara) yang adaptif terhadap curah hujan tropis tinggi, yang kemudian di mahkotai oleh kubah bawang modern di puncaknya. Kombinasi ini sangat kontekstual untuk wilayah Karanganyar/Solo.

Tampak Depan

3. Palet Warna Bumi yang Menenangkan (Earthy & Warm Palette)
– Pemilihan warna cokelat mocha, krem hangat, dan putih bersih memberikan suasana tenang, teduh, dan khusyuk yang sangat dibutuhkan untuk area beribadah.
– Penambahan ornamen roster/krawangan berpola bintang segi delapan (Islamic pattern) pada dinding samping memberikan detail bayangan estetik sekaligus sirkulasi udara alami.
4. Batas Visual yang Ramah (Low Boundary Fencing)
Desain pagar depan dibuat rendah dengan ritme garis vertikal modern. Pagar ini memberikan fungsi pengamanan area halaman masjid, namun tidak menutup keindahan bangunan dari jalan raya utama.

Tampak Samping
View Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Rumah Minimalis Modern Bpk Jahid di Madiun

Lokasi : Kota Madiun – Jawa Timur
Tahun Pekerjaan : 2018
Luas Bangunan : 129 m2
Luas Lahan : 72 m2

A. Filosofi
Filosofi utama dari desain ini adalah menciptakan rumah sebagai oase kehangatan keluarga di tengah dinamika aktivitas urban yang padat. Rumah ini dirancang untuk menyambut kepulangan penghuninya dengan atmosfer yang menenangkan dan ceria.
1. Atap Pelana Bertingkat (Layered Gable Roof): Melambangkan perlindungan yang kokoh terhadap cuaca tropis, sekaligus penghormatan terhadap bentuk atap tradisional nusantara yang tak lekang oleh waktu.
2. Palet Warna Kuning Mustard, Krem, dan Putih: Melambangkan kegembiraan, optimisme, kecerahan pikiran, dan energi positif di dalam rumah.
3. Pilar Vertikal Cokelat: Melambangkan pohon-pohon di alam—tegak, kuat, menopang, dan memberikan kestabilan bagi seluruh struktur bangunan.

B. Konsep Desain: Dynamic Tropical Minimalism
Konsep ini menggabungkan efisiensi tata ruang minimalis dengan ekspresi fasad yang dinamis untuk merespons iklim tropis.
1. Geometri Fasad yang Dinamis & Ekspresif
– Rumah ini tidak kaku. Adanya permainan sudut serong (bevel/angled corner) pada kanopi lantai dua di atas balkon memberikan karakter arsitektur yang unik dan tidak monoton.
– Kotak jendela menjorok (protruding window box) di sisi kanan lantai dua memberikan aksen visual modern yang tegas.
2. Kolase Tekstur dan Aksen Komposisi
Fasad ini memadukan berbagai bahasa visual yang kaya:
– Batu Alam Susun Sirih: Memberikan tekstur alami yang membumi di tengah dinding plesteran halus.
– Roster Beton: Memberikan aksen bayangan dan ventilasi udara pasif.
– Panel Pola Catur (Checkered Wall): Bidang dekoratif kotak-kotak di atas garasi samping sebagai elemen kejutan (surprise element) modern yang memecah kebosanan dinding masif.

3. Adaptasi Iklim Tropis (Climate Responsive)
Teritisan atap yang cukup lebar melindungi dinding dari paparan panas matahari langsung dan tempias hujan.
Bukaan jendela yang tinggi dan balkon luas di lantai dua dirancang untuk menangkap angin alami (cross ventilation) secara optimal.
4. Zonasi Fungsional Kompak
Pagar depan yang simpel menjaga privasi taman mungil tanpa memutus koneksi visual dengan tetangga.
Desain pintu lipat garasi putih yang praktis untuk kemudahan mobilitas harian kendaraan roda empat maupun roda dua di lahan perkotaan.

desain rumah minimalis modern bpk jahid di madiun oleh multi desain arsitek madiun

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

rumah minimalis modern 2 lantai di surabaya

Luas Bangunan:153 m2
Lokasi : Surabaya
Tahun 2019

A. Filosofi
Filosofi utama dari bangunan ini adalah menciptakan kemandirian ruang hidup yang menyegarkan di lahan perkotaan yang padat. Rumah ini dirancang untuk memberikan kebebasan bernapas, privasi, dan koneksi dengan alam bagi penghuninya.
1. Atap Miring Tunggal (Lean-to / Skillion Roof): Melambangkan visi masa depan yang progresif, dinamis, dan tidak konvensional.
2. Taman Terbuka Hijau di Depan: Melambangkan kerendahan hati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar (memberikan kontribusi oksigen dan estetika bagi kawasan jalan).
3. Balkon Terbuka yang Luas: Melambangkan kebebasan berpikir, ruang kontemplasi, dan keterbukaan terhadap dunia luar tanpa kehilangan rasa aman.

B. Konsep Desain: Asymmetric Split-Level Modernism
Konsep ini menitikberatkan pada permainan tinggi-rendah bangunan (asimetris) yang fungsional dan kaya akan variasi material visual.
1. Gubahan Massa Asimetris yang Berani
Arsitektur bangunan ini tidak monoton karena menggunakan konsep gubahan kotak bertingkat yang bergeser (shifting boxes).
– Atap miring ke satu sisi memberikan karakter modern-kontemporer yang sangat kuat dan membantu mengalirkan air hujan dengan cepat (sangat fungsional di iklim tropis).

View Mata Burung

2. Kolase Material Urban (Textural Urban Collage)
Fasad ini memadukan empat elemen visual utama yang saling menguatkan:
– Bata Merah Ekspos (Sisi Kanan): Memberikan kesan industrial yang hangat dan bernyawa.
– Batu Alam Slate Abu-abu/Hitam: Memberikan kesan kokoh, maskulin, dan modern pada pilar pembatas carport dan balkon.
– Dinding Putih dan Pastel Halus: Memberikan kesan bersih, luas, dan memantulkan cahaya matahari dengan baik.
– Kaca Jendela Vertikal: Memberikan transparansi visual.
3. Pemanfaatan Lahan Terbuka (Maximizing Outdoor Space)
Desain ini tidak menghabiskan seluruh lahan untuk beton. Sepertiga lahan digunakan untuk taman rumput hijau yang asri di lantai dasar.
Di atas area carport, dimanfaatkan menjadi dak beton terbuka (roof terrace) yang sangat luas untuk area hobi, kumpul keluarga, atau kebun atap (roof garden).
4. Pembingkaian Fasad yang Fokus (Architectural Framing)
Bingkai kotak putih di lantai dua memisahkan area istirahat (kamar tidur/balkon) dari elemen bata ekspos di sampingnya, menciptakan zonasi visual yang sangat rapi.

Perspektif Tampak Depan
Perspektif Tampak Depan

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Rumah Mewah Gaya Klasik di Jayapura Papua

Lokasi : Kota Jayapura – Irian Jaya
Tahun Pekerjaan : 2016
Luas Bangunan : 600 m2
Luas Lahan : 1.200 m2

A. Filosofi utama dari bangunan ini adalah perayaan atas pencapaian hidup, kemapanan, dan kehormatan keluarga. Arsitektur klasik dipilih bukan sekadar tren sesaat, melainkan simbol nilai-nilai kemewahan yang tak lekang oleh waktu (timeless).
1. Pilar-Pilar Kolosal (The Giant Order): Barisan tiang tinggi tegak lurus melambangkan pilar kehidupan yang kokoh, integritas, perlindungan, dan kestabilan kepemimpinan sang pemilik rumah.
2. Pedimen Segitiga (Fronton/Tympanum): Melambangkan atap peradaban yang tinggi, cita-cita yang mulia, dan mahkota kejayaan.
3. Pencahayaan Hangat (Cinematic Warm Lighting): Pencahayaan lampu sorot dari bawah ke atas (up-lighting) melambangkan kehangatan batiniah rumah sebagai pelabuhan pulang yang damai dan agung.

B. Konsep Desain: Classical Mediterranean & Neo-Palladian Estate
Konsep ini menitikberatkan pada kemewahan simetri proporsional dan adaptasi bangunan masif di kontur lahan perbukitan tropis.
1. Simetri Sempurna dan Proporsi Klasik (Classical Symmetry)
Mengadopsi prinsip arsitektur Palladian, fasad rumah ini ditarik secara simetris dari poros tengah (pedimen dan pintu utama). Desain simetris ini secara psikologis memberikan kesan visual yang stabil, tenang, dan berwibawa.
2. Kolom Dorik-Tuscan Kolosal
Penggunaan tiang-tiang bulat dengan kepala profil bertingkat (bergaya ordo klasik) yang menjulang langsung dari lantai dasar hingga menopang atap lantai dua. Ini memberikan ilusi bangunan yang jauh lebih tinggi dan megah.
3. Ornamen Besi Tempa Artistik (Wrought Iron Balustrade)
Untuk mengimbangi dinding dan tiang putih yang masif, pagar balkon menggunakan besi tempa bermotif floral lengkung yang rumit. Ini memberikan sentuhan keanggunan (softness) di antara struktur beton yang kaku.
4. Pondasi Batu Alam Topografi (Stone Bastion Foundation)
Karena dibangun di wilayah Jayapura yang cenderung berbukit, bangunan ini menggunakan dinding penahan tanah (retaining wall) dari susunan batu kali yang diekspos kasar. Ini sangat cerdas secara arsitektural untuk memberikan dasar yang kokoh, maskulin, dan menyatu dengan alam perbukitan Papua.

Lahan eksisting memiliki view yang memukau. Berada di atas bukit dengan pemandangan ke laut lepas Samudera Pasific
Lahan eksisting memiliki view yang memukau. Berada di atas bukit dengan pemandangan ke laut lepas Samudera Pasific
Bentuk kontur lahan sangat curam namun menjadi sangat potensial karena memungkinkan lantai basement dan lantai utama mendapat view yang optimal
Bentuk kontur lahan sangat curam namun menjadi sangat potensial karena memungkinkan lantai basement dan lantai utama mendapat view yang optimal

FINAL DESIGN :

Entrance Masuk. Ruang tamu dan kamar tamu dibuat terpisah untuk membedakan Zona Publik dan Zona Privat
View Mata Burung. Kondisi lahan yang menurun dimanfaatkan untuk membuat ruang basement sekaligus lantai bertingkat
Fasade Belakang yang malah menjadi Fasade utama dari jalan raya. Konsep mediteran klasik dengan semua ruangan menghadap laut
View dari Carport sekaligus Ruang Santai Terbuka, langsung menghadap Samudera Pasific

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Rumah Mewah Gaya Klasik di Ponorogo

Lokasi : Ponorogo
Tahun Pekerjaan : 2016
Luas Bangunan : 600 m2
Luas Lahan : 1.800 m2

A. Filosofi Bangunan
1. Keabadian dan Warisan (Timelessness & Heritage): Penggunaan pilar-pilar besar (order Korintus) dan pedimen (segitiga di atas pilar) adalah simbol kuat dari arsitektur klasik (seperti di Roma dan Yunani kuno). Hal ini menunjukkan keinginan agar bangunan ini tidak lekang dimakan waktu, memancarkan aura keabadian, dan menghargai nilai-nilai warisan sejarah yang agung.
2. Keberhasilan dan Prestise (Success & Prestige): Skala bangunan yang masif, tinggi, dan ornamen yang rumit melambangkan pencapaian dan status sosial pemiliknya. Pencahayaan emas yang hangat mempertegas kesan kemewahan dan kesuksesan yang ingin ditampilkan kepada publik.
3. Cahaya dan Pencerahan (Light & Enlightenment): Kubah kuning menyala di puncaknya bukan sekadar penutup atap, tetapi simbol ‘Mahkota’ atau ‘Puncak Pencerahan’. Ini menunjukkan aspirasi pemilik untuk mencapai tingkat pemahaman atau pencapaian tertinggi, baik secara spiritual maupun material.

Tampak Depan dengan 4 pilar Corinthian
Tampak Samping

B. Konsep Bangunan
1. Neo-Klasik yang Megah (Grand Neo-Classical): Ini adalah konsep utama. Bangunan ini mengambil elemen-elemen klasik (pilar, pedimen, kubah) tetapi diterapkan pada konteks hunian atau gedung modern yang besar. Gaya ini menciptakan kesan formal, simetris, dan ‘berkuasa’.
2. Integrasi Kehidupan Mewah Modern (Integration of Modern Luxury):
– Elemen Hunian: Atap genteng merah yang terlihat di samping pilar menunjukkan bahwa ini adalah bangunan fungsional (kemungkinan hunian mewah atau kantor) dan bukan sekadar monumen atau museum.
– Kenyamanan Modern: Kehadiran mobil mewah (sedan perak) yang terparkir di depan, taman yang tertata rapi, dan pencahayaan eksterior yang canggih menunjukkan konsep kehidupan modern yang berkelas tinggi.

Tampak Belakan dengan Drop Off Mobil
Tampak Samping. Di tengah terdapat void dengan Kolam Renang
Disini desain semua Ruangan menghadap kolam renang yang berupa void di tengah bangunan. Kolam renang terdiri dari kolam untuk anak-anak yang berupa lingkaran dan kolam air dalam
Desain rumah dan kolam mencerminkan gaya klasik Timur Tengah
Kolam renang dilengkapi dengan water slide yang meluncur dari lantai 2 menembus melewati tirai air terjun yang berbentuk setengah lingkaran
Desain Interior Ruang Tamu
Desain Interior Ruang Tamu
Desain Interior Ruang Makan
Desain Interior Ruang Keluarga
Progress Pembangunan Rumah Klasik di Jl. MT Haryono Ponorogo

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Rumah Klasik Mediteran 1 Lantai di Nabire Papua

Lokasi : Kabupaten Nabire – Papua
Tahun Pekerjaan : 2017
Luas Bangunan : 229 m2

A. Filosofi Bangunan
1. Keabadian dan Warisan (Timelessness & Heritage): Penggunaan pilar-pilar masif, ukiran (frieze) yang rumit di atas pintu masuk, dan bentuk lengkungan (arch) pada jendela dan pintu adalah simbol kuat dari arsitektur Klasik. Hal ini menunjukkan aspirasi akan keabadian, stabilitas, dan penghargaan terhadap warisan estetika yang agung, seolah bangunan ini memiliki sejarah panjang yang terus hidup.
2. Keseimbangan dan Harmoni (Balance & Harmony): Meskipun tidak sepenuhnya simetris secara sempurna (karena garasi di satu sisi), bangunan ini memancarkan kesan keseimbangan yang kuat. Pintu masuk utama yang megah menjadi pusat perhatian, dan proporsi antara elemen bangunan terlihat diatur dengan cermat. Hal ini mencerminkan pencarian keharmonisan antara estetika kuno dan kebutuhan modern.
3. Pencapaian dan Prestise (Success & Prestige): Skala bangunan yang besar, ornamen yang detail, dan warna putih yang mendominasi (simbol kemurnian dan status) memberikan aura kemewahan. Kehadiran dua mobil mewah (Ferarri dan Range Rover) semakin memperkuat filosofi tentang pencapaian material dan status sosial yang mapan.

B. Konsep Bangunan
1. Neoklasik Modern (Modern Neoclassical): Ini adalah konsep utama. Bangunan ini mengambil elemen-elemen kunci dari arsitektur Yunani dan Romawi kuno (seperti pilar, frieze, dan pedimen yang disederhanakan) tetapi diterapkan dengan pendekatan modern yang lebih bersih dan fungsional.
2. Integrasi Tekstur (Textural Integration): Penggunaan batu alam (cladding) pada dinding luar memberikan tekstur dan kehangatan yang kontras dengan kehalusan pilar dan ornamen putih. Ini menciptakan kedalaman visual dan kesan ‘membumi’ yang menyeimbangkan formalitas gaya klasik.
3. Konsep ‘Tropical-Neoclassical’ (Neoklasik Tropis): Ini adalah sentuhan penting untuk konteks tropis. Meskipun gayanya klasik Eropa, atap genteng merah bergaya ‘hip’ (perisai) yang curam, tanaman hijau (palem, semak) di halaman depan, dan jendela-jendela besar (casement windows) menunjukkan adaptasi terhadap iklim tropis yang membutuhkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang baik.

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Gedung Aula Putri PP Walisongo Ponorogo

Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Luas Bangunan : 600 m2
Tahun Pekerjaan : 2016

A. Filosofi Bangunan
1. Keabadian dan Warisan (Timelessness & Heritage): Penggunaan pilar-pilar masif (order Korintus) dan pedimen (segitiga di atas pilar) adalah simbol kuat dari arsitektur klasik (seperti di Roma dan Yunani kuno). Hal ini menunjukkan keinginan agar bangunan ini tidak lekang dimakan waktu, memancarkan aura keabadian, dan menghargai nilai-nilai warisan sejarah yang agung.
2. Keberhasilan dan Prestise (Success & Prestige): Skala bangunan yang masif, tinggi, dan ornamen yang rumit melambangkan pencapaian dan status sosial pemiliknya. Pencahayaan emas yang hangat mempertegas kesan kemewahan dan kesuksesan yang ingin ditampilkan kepada publik.
3. Cahaya dan Pencerahan (Light & Enlightenment): Kubah kuning menyala di puncaknya bukan sekadar penutup atap, tetapi simbol ‘Mahkota’ atau ‘Puncak Pencerahan’. Ini menunjukkan aspirasi pemilik untuk mencapai tingkat pemahaman atau pencapaian tertinggi, baik secara spiritual maupun material.

Kaca Jendela yang menerus ke atas dan menghadap Timur ini berfungsi memaksimalkan pencahayaan siang hari

B. Konsep Bangunan
1. Neo-Klasik yang Megah (Grand Neo-Classical): Ini adalah konsep utama. Bangunan ini mengambil elemen-elemen klasik (pilar, pedimen, kubah) tetapi diterapkan pada konteks hunian atau gedung modern yang besar. Gaya ini menciptakan kesan formal, simetris, dan ‘berkuasa’.
2. Integrasi Kehidupan Mewah Modern (Integration of Modern Luxury):
– Elemen Hunian: Atap genteng merah yang terlihat di samping pilar menunjukkan bahwa ini adalah bangunan fungsional (kemungkinan hunian mewah atau kantor) dan bukan sekadar monumen atau museum.
– Kenyamanan Modern: Kehadiran mobil mewah (sedan perak) yang terparkir di depan, taman yang tertata rapi, dan pencahayaan eksterior yang canggih menunjukkan konsep kehidupan modern yang berkelas tinggi.
3. Konsep ‘Sintesis Langit dan Bumi’ (Celestial-Terrestrial Synthesis):
– Langit: Latar belakang langit malam berbintang yang sangat dramatis dan luas adalah elemen konsep yang kuat. Ini menghubungkan kemegahan buatan manusia (bangunan) dengan kemegahan alam semesta (kosmos).
– Bumi: Taman di bagian depan dengan tanaman hijau dan bunga-bunga berwarna-warni menjaga bangunan agar tetap membumi, memberikan sentuhan kehangatan alam yang kontras dengan formalitas batu bangunan.

Perspektif Tampak Depan. Aula dengan Gaya Klasik Timur Tengah
View Mata Burung

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Rumah Mewah bergaya Mediteran

Client : CEO of NGK Group
Lokasi : Kompleks Liverpool Estate Blok G1-2 Jambi
Tahun Pekerjaan : 2010
Luas Bangunan : 1.280 m2
Luas Lahan : 2.500 m2

3 Dimensi Konsep Awal. Penggunaan tiang-tiang setinggi 11 m mengelilingi rumah untuk memberikan kesan mewah. Drop off di bagian depan rumah untuk menurunkan penumpang.
3 Dimensi Konsep Awal. Penggunaan tiang-tiang setinggi 11 m mengelilingi rumah untuk memberikan kesan mewah. Drop off di bagian depan rumah untuk menurunkan penumpang.
Posisi rumah di sudut/ hook disikapi dengan penggunaan kaca lengkung raksasa. Bagian samping adalah ruang garasi untuk 4 mobil
Posisi rumah di sudut/ hook disikapi dengan penggunaan kaca lengkung raksasa. Bagian samping adalah ruang garasi untuk 4 mobil
Dari depan rumah terlihat simetris dan kokoh dengan pemakaian tiang bulat berdiameter lebih dari 1 meter. Lantai rumah ditinggikan 1,5 m dari jalan untuk memberikan kesan gagah.
Dari depan rumah terlihat simetris dan kokoh dengan pemakaian tiang bulat berdiameter lebih dari 1 meter. Lantai rumah ditinggikan 1,5 m dari jalan untuk memberikan kesan gagah.
Denah Lantai 1
Denah Lantai 1
Denah Lantai 2
Denah Lantai 2

Rumah mewah ini milik pengusaha property di Jambi. Dengan luas bangunan 1280 m2, rumah ini memiliki 5 kamar tidur dan 5 kamar mandi. Berdiri di atas tanah seluas 2500 m2 dengan lebar depan 40 m. Konsep mediteran diaplikasikan melalui banyaknya profil dan tiang bercat marmer di sekeliling rumah, hingga pemakaian pohon serut sebagai tanaman depan rumah. Posisinya sebagai rumah Hook, disikapi dengan penggunaan kaca melengkung besar di sudut tangga.

Tiang utama di depan rumah memiliki diameter 1,2 m, membuat rumah ini berkesan megah dan gagah. Drop off untuk menurunkan penumpang memiliki lebar 6 m, cukup untuk 2 mobil. Bagian dalam rumah dengan teras pun terpisah oleh foyer berupa dinding yang diprofil dan diberi hiasan guci dari cina. Setiap anak tangga dalam rumah ini dihitung berdasarkan Feng Shui, yakni angka terakhir harus sisa 1 atau 2 yang melambangkan lahir dan hidup. Misalnya seperti anak tangga utama yang berjumlah 27 step. 27 jika dibagi 5 tersisa 2. Demikian juga step teras depan ada 2 dan step teras belakang ada 6. Tangga melingkar selebar 2 meter ini sepenuhnya terbuat dari granit impor. Sedangkan lantai rumah termasuk kamar mandi menggunakan Niro granite 80×80 agar mudah dalam perawatan.

Progress Pekerjaan 50%
Progress Pekerjaan 50%
Proses pembuatan Tangga Melingkar
Proses pembuatan Tangga Melingkar
Pemasangan Drop Ceiling di atas Tangga Melingkar
Pemasangan Drop Ceiling di atas Tangga Melingkar
Finishing Handrail Marmer
Finishing Handrail Marmer
Detail Finishing Tangga
Detail Finishing Tangga
Sudut melengkung untuk merespons posisi tanah Hook. Siap dipasang kaca
Sudut melengkung untuk merespons posisi tanah Hook. Siap dipasang kaca
Tangga Melingkar progress 100%
Tangga Melingkar progress 100%
Progress 100%. Rumah Mewah Desain Klasik Mediteran
Progress 100%. Rumah Mewah Desain Klasik Mediteran
Setting tata lampu, proses terakhir pembangunan
Setting tata lampu, proses terakhir pembangunan
Posisi kavling sudut yang disikapi dengan kaca bulat dan halaman yang luas
Rumah finish 100%. Rumah didesain, diawasi dan dikerjakan oleh arsitek Multi Desain
Taman depan menggunakan serut, sejenis tanaman kurma untuk menambah kesan Mediteran
Taman depan menggunakan serut, sejenis tanaman kurma untuk menambah kesan Mediteran
Si Arsitek ikut selfie
Arsitek Multi Desain
Entrance Masuk
Entrance Masuk
Profil dan Jendela Sudut
Profil dan Jendela Sudut
Tangga putar dengan finishing marmer dan railing besi tempa
Tangga putar dengan finishing marmer dan railing besi tempa
View void dengan lampu gantung yang artistik
View void dengan lampu gantung yang artistik
Dapur dan Kitchen Set
Dapur dan Kitchen Set
Progress 100%. Rumah Mewah Desain Klasik Mediteran
Progress 100%. Rumah Mewah Desain Klasik Mediteran

This luxury home owned by businessman properties in Jambi. With a building area of 1280 m2, this house has 5 bedrooms and 5 bathrooms. Standing on 2500 m2 of land with a front width of 40 m. Mediterranean concept is applied through the many profiles and painted marble pillars around the house, to the use of trees as a crop drawstring front of the house. Its position as home Hook, addressed with the use of a large curved glass in the corner of the stairs.

The main pole in front of the house has a diameter of 1.2 m, making it memorable stately homes and dashing. Drop off to disembark passengers have a width of 6 m, enough for two cars. The inside of the house with a porch was separated by a wall. Each dimentions scale in this house are calculated based on Feng Shui, the last digit must be a remainder of 1 or 2 which symbolizes birth and life. For example, as the main stairs totaling 27 steps. If the remaining 27 divided by 5 step 2. Likewise, there are two front porch and back porch step No 6. A circular staircase width of 2 meters is entirely made of granite imported. While the floor of the house including the bathroom using granite 80×80 to be easy to maintain.

MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880

Telp/ WA: 0811 3057 880