Client : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo
Lokasi : Desa Ngabar – Ponorogo
Tahun : 2018
Luas Bangunan : 840 m2 (ukuran 14×30 m, 2 lantai)
A. Filosofi Bangunan: Guyub Lan Sehat (Kebersamaan yang Sehat)
Filosofi utama dari desain kantin komunal ini adalah menciptakan ruang interaksi sosial yang hangat, transparan, dan mendukung kesehatan fisik serta mental para santriwati. Kantin bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang jeda (sanctuary) dari padatnya aktivitas belajar.
– Material Batu Bata Merah Terbuka (Ekspos): Melambangkan kesederhanaan, kejujuran nilai, dan kehangatan rasa kekeluargaan yang erat di pesantren.
– Struktur Baja Hitam Terbuka: Melambangkan keteguhan prinsip, kemandirian, kekuatan karakter, dan efisiensi fungsional.
– Elemen Hijau Tanaman (Biofilik): Melambangkan kesegaran pikiran, pertumbuhan rohani, kesuburan, dan ketenangan jiwa.

B. Konsep Desain: Semi-Open Industrial Tropical Dining Hall
Konsep ini mengawinkan kepraktisan struktur industrial modern dengan adaptasi iklim tropis yang terbuka lebar.
1. Sistem Ventilasi dan Pencahayaan Alami Maksimal (Open Air Pavilion)
Bangunan dirancang tanpa dinding masif di sekelilingnya (konsep paviliun terbuka). Hal ini sangat krusial untuk sirkulasi udara di area dapur dan kantin agar asap masakan tidak terjebak, serta memaksimalkan angin alami untuk mendinginkan ruangan secara pasif.
2. Lanskap Biofilik Bertingkat (Planter Box Facade)
Penempatan kotak tanaman (planter box) bata ekspos di lantai satu dan pembatas balkon lantai dua memberikan kesegaran visual. Tanaman ini juga berfungsi sebagai filter debu alami dan penyejuk sirkulasi udara yang masuk ke area makan.
3. Kejujuran Material (Brutal-Industrial Aesthetics)
Fasad bangunan didominasi oleh perpaduan material mentah yang estetis: bata merah ekspos, baja struktural ekspos warna hitam, lantai keramik motif tegel lokal, dan atap lengkung fungsional. Ini menekan biaya finishing cat sekaligus menciptakan perawatan bangunan yang mudah dalam jangka panjang.
4. Zonasi Fungsional Komunal (Zoning for Mass Capacity)
– Desain meja panjang dan bangku komunal yang efisien untuk menampung banyak santriwati sekaligus.
– Area wastafel cuci tangan diletakkan strategis di bagian luar/depan akses masuk, mendorong budaya hidup bersih dan higienis sebelum dan sesudah makan.








MULTIDESAIN_ARSITEK – WA: 0811-3057-880





























































