Luas bangunan : 1176 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Darul Abidin Lombok
Tahun 2022
Bangunan berlantai empat yang memadukan keindahan arsitektur Islam dengan sentuhan modern. Warna hijau yang dominan melambangkan kesegaran, pertumbuhan, dan kedamaian, menciptakan suasana yang menyejukkan.
Jendela-jendela besar dengan motif ornamen Islam yang rumit memberikan kesan elegan dan memancarkan cahaya alami yang melimpah ke dalam ruangan. Dua menara di kedua sisi dengan puncak kubah yang indah menambah kemegahan dan keagungan bangunan ini.
Halaman depan yang luas dengan hamparan paving block menciptakan ruang terbuka yang ramah dan mengundang. Suasana sekitar yang tenang dan asri menambah kenyamanan bagi penghuni bangunan.
Darul Abidin, sebuah perwujudan keindahan dan fungsi yang selaras, siap menjadi rumah yang nyaman dan penuh inspirasi bagi mereka yang bernaung di dalamnya.
Luas bangunan : 165 – 215 m2
Lokasi : Madiun
Tahun 2022
1. Filosofi Bentuk (Geometric Boldness)
– Garis Tegas: Penggunaan bingkai (frame) putih yang menonjol memberikan kesan bersih, rapi, dan modern. Bentuk atap pelana (pitched roof) yang dimodifikasi tanpa teritisan lebar memberikan tampilan futuristik namun tetap menghormati bentuk dasar rumah tinggal.
– Elemen Vertikal: Adanya aksen secondary skin berupa kisi-kisi kayu vertikal pada bagian tengah bangunan berfungsi sebagai penyeimbang visual sekaligus memberikan privasi dan kontrol cahaya matahari.
Tampak Depan
2. Materialitas dan Tekstur
– Dinding Batu Alam: Penggunaan tekstur batu alam abu-abu (seperti batu candi atau batu susun sirih) memberikan kesan kokoh, membumi, dan eksklusif. Tekstur kasar batu ini dikontraskan dengan halus dan bersihnya cat dinding putih.
– Aksen Hangat: Unsur kayu pada kisi-kisi dan detail fasad memberikan kehangatan (warmth) di tengah dominasi warna monokrom, menciptakan suasana yang lebih homey.
Tampak Depan
3. Karakter Lingkungan
– Compact Urban Living: Desain ini sangat cocok untuk lahan perkotaan yang memerlukan efisiensi ruang tanpa mengorbankan estetika. Carport yang terintegrasi dengan lantai dasar menunjukkan efisiensi tata ruang yang cerdas.
Tampak Gerbang DepanTampak Gerbang DepanTampak Mata BurungTampak Mata Burung
Konsep: “The Green Oasis of Nabawi”
Desain masjid ini mengambil inspirasi kuat dari arsitektur klasik Masjid Nabawi, yang kemudian diadaptasi dengan palet warna yang melambangkan identitas keislaman di Nusantara.
1. Karakteristik Fasad (Arcade Elegance)
– Lengkungan Ikonik: Penggunaan arch atau lengkungan setengah lingkaran yang berulang pada selasar masjid mengadopsi gaya arsitektur Islam klasik. Pola selang-seling warna hijau dan krem pada lengkungan memberikan ritme visual yang dinamis namun tetap menenangkan.
– Portal Utama (The Grand Entrance): Bagian tengah bangunan dibuat lebih tinggi dan menonjol sebagai fasad utama. Penggunaan panel hijau solid dengan kaligrafi memberikan penegasan bahwa ini adalah titik pusat spiritual bangunan.
Tampak Depan
2. Ornamen dan Detail (Islamic Geometry)
– Mashrabiya Modern: Penggunaan panel dekoratif dengan motif bintang segi delapan (Islamic geometric pattern) pada bagian atas lengkungan berfungsi sebagai ventilasi alami sekaligus penyaring cahaya. Hal ini menciptakan permainan bayangan yang indah di dalam ruang selasar.
– Tipografi Spiritual: Penempatan kaligrafi “Allah” dan “Muhammad” yang strategis di sisi depan portal utama memberikan pengingat visual yang kuat bagi setiap jamaah yang datang.
Tampak Depan
3. Simbolisme Warna dan Bentuk
– Palet Hijau & Krem: Warna hijau melambangkan keteduhan, kedamaian, dan surga, sementara warna krem/putih memberikan kesan bersih dan suci. Kombinasi ini menciptakan suasana yang ramah dan “sejuk” dipandang mata.
Atap Limasan Kontemporer: Meskipun fasad bernuansa Timur Tengah, penggunaan struktur atap yang cenderung limas pada bagian belakang menunjukkan adaptasi terhadap iklim tropis, memastikan pembuangan air hujan yang efektif.
Luas bangunan : 688 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Putri Ponorogo
Tahun 2022
1. Arsitektur:
Desain bangunan ini menonjolkan gaya arsitektur industrial yang fungsional dengan sentuhan estetika kontemporer. Fasad bangunan didominasi oleh perpaduan material bata merah ekspos yang memberikan kesan hangat dan autentik, serta struktur beton putih yang kokoh dan modern. Atap berbentuk kubah memberikan identitas visual yang kuat dan memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik di dalam ruangan.
2. Konsep Terbuka:
Lantai bawah restoran ini didesain dengan konsep terbuka sepenuhnya, menghilangkan batasan antara ruang dalam dan ruang luar. Hal ini memberikan kebebasan bagi para tamu untuk menikmati suasana alam sekitar sambil bersantap, menciptakan suasana yang terang dan nyaman.
Tampak Depan
3. Sentuhan Alam:
Adanya tanaman hijau yang ditempatkan di area balkon dan taman kecil di depan restoran memberikan kesan asri dan menyegarkan. Hal ini juga membantu menciptakan suasana yang lebih damai dan santai bagi para tamu.
4. Area Duduk Bervariasi:
Bangunan restoran ini menawarkan berbagai jenis area duduk, mulai dari area komunal yang santai di lantai bawah hingga area makan yang lebih pribadi di lantai atas. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi para tamu untuk memilih tempat duduk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Luas bangunan : 886 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Al Hilal Bandung
Tahun 2022
1. Lengkungan Ablaq (Arch of Harmony):
Ciri khas yang paling menonjol adalah penggunaan lengkungan tapal kuda (horseshoe arch) dengan pola selang-seling warna (teknik Ablaq). Pola ini tidak hanya berfungsi secara struktural, tetapi juga melambangkan harmoni dan keragaman dalam persatuan umat.
2. Fasad Mashrabiya & Geometris:
Penggunaan ornamen bintang delapan dan pola kisi-kisi pada jendela atas berfungsi sebagai elemen dekoratif sekaligus pengatur cahaya matahari yang masuk, menciptakan permainan bayangan yang puitis di dalam ruang utama.
3. Kaligrafi sebagai Mahkota:
Penempatan aksen kaligrafi tepat di atas gerbang utama memberikan identitas spiritual yang kuat, mengingatkan setiap pengunjung pada keagungan Sang Pencipta sebelum memasuki ruang suci.
Tampak Depan
4. Palet Warna Tanah & Keemasan:
Kombinasi warna krem dari material batu alam, cokelat tua pada dasar bangunan, serta aksen emas pada pilar, menciptakan kesan yang “membumi” namun tetap mewah (luxurious yet grounded).
5. Ritme Pilar yang Statis:
Barisan pilar yang berulang di area teras memberikan kesan kedalaman (depth) dan ruang transisi yang tenang antara dunia luar dengan area shalat, memberikan waktu bagi jamaah untuk menyiapkan hati.
1. Kubah Berpola Catur Hijau-Putih: Pola catur hijau-putih yang dinamis pada kubah menjadi vocal point yang menyimbolkan harmoni, keseimbangan, dan keberagaman dalam kesatuan umat. Hijau zamrud mewakili kehidupan dan alam, sementara putih mewakili kesucian dan kebersihan.
2. Menara Modern dengan Puncak Emas: Menara ramping berlapis emas di puncaknya bukan hanya penanda waktu shalat, tetapi juga melambangkan aspirasi spiritual yang tinggi dan cahaya petunjuk bagi umat.
3. Fasad Megah dengan Lengkungan Runcing: Jajaran jendela dengan lengkungan runcing khas arsitektur Islam klasik memberikan ritme dan keanggunan pada fasad. Warna kuning cerah pada bingkai jendela memberikan sentuhan modern dan ceria.
Tampak Depan
4. Teras Berbintang Emas: Area teras yang megah dengan barisan pilar yang kokoh, dihiasi dengan pola bintang delapan dan kaligrafi keemasan yang menawan. Ini adalah ruang transisi yang tenang dan mengundang jamaah untuk menyiapkan hati.
5. Taman Minimalis dengan Bunga Berwarna-Warni: Taman kecil yang asri dengan bunga-bunga kuning dan ungu di depan masjid memberikan kesan “membumi” dan memberikan kesejukan visual.
Luas bangunan : 267 m2
Lokasi : SMPN 1 Karangploso Malang
Tahun 2022
Konsep Arsitektur: “Harmoni Tradisi dan Modernitas dalam Cahaya Kebajikan”
Desain masjid ini mengusung pendekatan modern-kontemporer yang dipadukan dengan elemen ornamen Islam klasik, menciptakan tampilan yang elegan, bersih, dan mengundang. Konsep utamanya berfokus pada keseimbangan antara bentuk geometris yang tegas dan detail dekoratif yang rumit.
Poin-Poin Utama Konsep:
1. Fasad Simetris yang Ikonik: Masjid ini memiliki struktur fasad yang sangat simetris, memberikan kesan stabil, agung, dan formal. Bagian tengah yang menonjol (portal utama) menjadi fokus visual, dipertegas oleh pola geometris segi delapan (bintang) yang besar dengan kaligrafi “Allah” di pusatnya, melambangkan keesaan dan pusat keimanan.
2. Harmoni Material dan Warna: Penggunaan skema warna netral dan hangat—seperti warna krem/putih tulang pada dinding utama yang kontras dengan warna cokelat tanah/terakota pada menara dan bingkai portal—memberikan kesan tenang, bersahabat, namun tetap berwibawa. Tekstur dinding dibuat halus untuk menonjolkan detail mashrabiya.
Tampak Depan
3. Filosofi “Cahaya Menembus Ruang”: Bagian paling menonjol dari desain ini adalah penggunaan panel kisi-kisi ukiran laser (mashrabiya) yang luas di sisi kiri dan kanan portal utama, serta pada dinding pagar samping. Panel-panel ini bukan hanya dekoratif, tetapi memiliki fungsi:
4. Pencahayaan Alami (Siang): Di siang hari, panel ini memungkinkan cahaya matahari masuk ke area selasar, menciptakan pola bayangan yang artistik dan dinamis di lantai dan dinding, sekaligus memberikan penghawaan alami.
5. Pencahayaan Estetik (Malam/Senja): Seperti terlihat dalam visual, di senja hari, pencahayaan dari dalam menembus keluar melalui panel kisi-kisi ini, menciptakan efek “lentera” yang hangat dan mengundang. Ini menyimbolkan bahwa masjid adalah sumber cahaya spiritual bagi lingkungan sekitarnya.
Tampak Depan
6. Menara Kembar yang Proporsional: Dua menara ramping di bagian atas dirancang dengan elemen tradisional seperti pilar-pilar kecil (arcades) dan kubah kerucut kecil yang serasi dengan skema warna cokelat. Menara ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda visual masjid dari kejauhan, tetapi juga secara estetika membingkai portal utama di tengah.
7. Gerbang Terbuka dan Ramah: Pintu masuk utama yang terang benderang dan terbuka lebar mencerminkan konsep masjid yang inklusif dan ramah bagi siapa saja yang ingin beribadah. Kehadiran figur manusia dalam visual menekankan skala bangunan yang monumental namun tetap dalam jangkauan manusiawi.
Luas bangunan : 845 m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Putri Ponorogo
Tahun 2022
Bangunan ini menampilkan desain arsitektur yang simetris dan monumental, memadukan estetika modern yang bersih dengan elemen dekoratif Islam tradisional. Fokus utamanya adalah pada pengulangan pola dan harmoni antara bentuk geometris dan warna yang cerah, menciptakan identitas visual yang unik.
Poin-Poin Utama Konsep:
1. Simetri dan Pengulangan yang Monumental: Desain fasad mengutamakan simetri yang sempurna dengan tujuh modul arsitektur yang berulang. Pengulangan ini menciptakan kesan teratur, stabil, dan agung. Pilar-pilar vertikal yang kokoh membingkai setiap modul, menekankan ketinggian dan karakter bangunan.
2. Arsitektur Islam Neo-Klasik: Bangunan ini menggabungkan bentuk lengkungan lancip (pointed arches) yang ikonik pada lantai atas dengan struktur geometris yang lebih modern pada lantai-lantai di bawahnya. Lengkungan ini tidak hanya dekoratif tetapi juga berfungsi untuk memberikan pandangan yang luas dan mengundang cahaya alami ke dalam.
3. Identitas Warna yang Berani: Penggunaan warna hijau limau (lime green) yang cerah dan menonjol pada elemen-elemen struktur utama memberikan karakter yang kuat dan menyegarkan. Warna ini kontras dengan warna putih bersih pada dinding dan pilar, serta warna cokelat alami pada pintu-pintu kayu, menciptakan komposisi visual yang dinamis dan seimbang.
Tampak Depan
4. Cahaya dan Zikir sebagai Elemen Fungsional dan Estetik:
– Cahaya Alami: Penggunaan jendela-jendela besar berbentuk lengkungan lancip di lantai atas dan panel kisi-kisi pada lantai-lantai di bawahnya memastikan masuknya cahaya alami yang maksimal ke dalam bangunan. Ini tidak hanya hemat energi tetapi juga menciptakan suasana yang terang, lapang, dan nyaman bagi pengguna.
– Panel Kisi-Kisi Mashrabiya: Panel kisi-kisi geometris yang rumit (terinspirasi dari mashrabiya) pada balkon dan lantai dasar memberikan privasi, menyaring cahaya matahari yang terik, serta memungkinkan sirkulasi udara alami.
– Pagar dengan Tulisan Zikir: Pagar balkon pada lantai tengah menampilkan detail yang sangat istimewa: bentuk tulisan zikir atau kaligrafi Arab yang dieksekusi dengan font modern yang bersih. Ini bukan sekadar dekorasi, melainkan pengingat spiritual yang menyatu dalam desain.
5. Identitas dan Penamaan yang Jelas: Penulisan nama bangunan “AL – DZIKRA” dengan huruf kapital di bagian paling atas fasad memastikan identitas bangunan dapat dikenali dengan jelas dan monumental dari kejauhan.
Tampak DepanTampak DepanTampak SampingTampak Mata Burung
Luas bangunan : – m2
Lokasi : Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Putri Ponorogo
Tahun 2021
Desain gerbang Pondok Pesantren Ngabar Putri ini tampil berani dengan pendekatan arsitektur kontemporer metaforis. Gerbang ini tidak hanya berfungsi sebagai pembatas fisik, tetapi juga sebagai simbol transisi menuju dunia pendidikan yang modern namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman.
Poin-Poin Utama Konsep:
1. Metafora “Bambu dan Pertumbuhan”:
Elemen vertikal berwarna hijau yang menyerupai batang bambu di sisi kiri dan kanan melambangkan proses pertumbuhan para santriwati. Bambu dikenal sebagai tanaman yang memiliki akar kuat namun tetap fleksibel, mencerminkan karakter santri yang teguh prinsip tetapi adaptif terhadap perubahan zaman.
2. Struktur Atap Melengkung yang Dinamis :
Bentuk lengkungan putih raksasa yang saling bersilangan (cross-arch) menciptakan kesan futuristik dan dinamis. Lengkungan ini melambangkan keterbukaan wawasan dan perlindungan bagi siapa pun yang menuntut ilmu di dalamnya. Bentuk ini juga memberikan vocal point yang sangat kuat secara visual.
3. Palet Warna “Eco-Islamic”:
Dominasi warna hijau limau dan putih menciptakan kesan segar, bersih, dan asri. Warna hijau secara tradisional identik dengan Islam dan alam, sementara putih melambangkan kesucian niat dalam belajar.
Tampak Depan
4. Integrasi Ornamen Geometris dan Floral:
Pada dinding pagar, terdapat panel cutting laser dengan pola floral dan lengkungan khas arsitektur Islam. Perpaduan ini memberikan sentuhan feminin yang elegan, selaras dengan identitas pondok “Putri”, sekaligus menjaga kesinambungan dengan desain gedung utama di latar belakang.
5. Tipografi yang Megah:
Penempatan tulisan “NGABAR PUTRI” dengan warna emas di atas lengkungan utama memberikan penegasan identitas yang prestisius. Warna emas dipilih untuk memberikan kesan kemuliaan ilmu pengetahuan.
6. Lanskap Tropis yang Harmonis:
Kehadiran tanaman perdu dan pohon palem di sekitar struktur gerbang melembutkan kesan kaku dari beton dan besi, menciptakan lingkungan masuk yang ramah (welcoming) dan menyejukkan mata.